Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Tips Biar Mata Tidak Minus Meski Sering Ngenet

Berlama-lama didepan layar Laptop/PC untuk orang yang doyan ngenet (main internet), bisa membuat mata minus (kabur bila melihat jauh). Setiap berhadapan atau berada didepan layar monitor, organ yang bekerja keras adalah mata, apalagi dalam waktu yang lama, mata akan semakin bekerja keras.

Mata kita melihat dengan normal apabila jarak antara layar dan mata juga normal yaitu lima kali dari diagonal layar. Contohnya apabila layar besarnya 14 inci, maka jarak yang normal adalah 70 inci atau 1,7 meter.

Apabila jarak pandang terlalu dekat, maka mata akan melakukan proses akomodasi ( mencembung daripada normal ) dan bila dalam jangka waktu yang lama akan terjadi perubahaan struktur pada mata.

Perubahaan ini akan mengakibatkan bayangan benda yang masuk ke mata tidak jatuh pada titik yang normal (bintik kuning) seperti pada orang normal. Ini yang disebut Myopi atau Minus yang sering dikatakan orang. Biasanya diperlukan bantuan kacamata yang berlensa cekung agar bayangan jatuh tepat dibintik kuning tadi. Selain kacamata sekarang bisa juga dengan bantuan memakai lensa kontak atau bisa juga diatasi dengan pengobatam sinar laser. Gangguan ini ( minus) semakin cepat terjadi pada anak yang memiliki orangtua berkacamata minus.

Untuk itu, usahakan waktu didepan layar monitor tidak lebih dari satu jam. Berhenti dulu sebentar lalu lanjutkan dengan berdiri atau bisa juga ke ruangan lain untuk sekedar minum. Manfaatkan waktu dengan membuat mata rileks dengan melihat benda-benda yang berada di kejauhan sambil mengedip-ngedipkan mata agar air mata keluar membasahi mata
Lengkapnya Klik DISINI

Fatwa Qardhawi: Hak Istri atas Suami

Syariat mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan istrinya yang berupa kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing-masing, atau seperti yang dikatakan oleh Al-Qur'an "bil ma'ruf" (menurut cara yang ma'ruf/patut).

Namun syariat tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno: "Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu."

Bahkan Al-Qur'an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat di antara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS Ar Rum: 21)

Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami istri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua ini merupakan aspek kejiwaan, bukan material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami istri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan.

Dalam hal ini banyak suami yang keliru—padahal diri mereka sebenarnya baik—ketika mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap istri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi. Dia melupakan bahwa wanita (istri) itu bukan hanya membutuhkan makan, minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis, sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati dan menghilangkan kegundahan.

Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami istri dan adab pergaulan di antara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa semua itu. Di antara adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah itu ialah berakhlak yang baik terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya.

Allah berfirman: "... Dan gaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang ma'ruf (patut)..." (QS An Nisa': 19)

"... Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." (QS An Nisa': 21)

"... Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu..." (QS An Nisa': 36)

Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "teman sejawat" dalam ayat di atas ialah istri. Imam Ghazali berkata, "Ketahuilah bahwa berakhlak baik kepada mereka (istri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika mereka sedang emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW. Istri-istri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau sehari semalam.

Beliau pernah berkata kepada Aisyah, "Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela."

Aisyah bertanya, "Bagaimana engkau tahu?"

Beliau menjawab, "Kalau engkau rela, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Muhammad,' dan bila engkau marah, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Ibrahim.'

Aisyah menjawab, "Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebut namamu."

Dari adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa disamping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan istri, juga bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikian itu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah SAW biasa bergurau dengan istri-istri beliau dan menyesuaikandiri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan berakhlak, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah. 
 
Umar bin Al-Khathab—yang dikenal berwatak keras itu—pernah berkata, "Seyogianya sikap suami terhadap istrinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada di sisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah seorang laki-laki."
 
Dalam menafsirkan hadits: "Sesungguhnya Allah membenci alja'zhari al-jawwazh," dikatakan bahwa yang dimaksud ialah orang yang bersikap keras terhadap istri (keluarganya) dan sombong pada dirinya. Dan ini merupakan salah satu makna firman Allah: 'utul. Ada yang mengatakan bahwa lafal 'utul berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya.

Keteladanan tertinggi bagi semua itu ialah Rasulullah SAW. Meski bagaimanapun besarnya perhatian dan banyaknya kesibukan beliau dalam mengembangkan dakwah dan menegakkan agama, memelihara jamaah, menegakkan tiang daulah dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh yang senantiasa mengintainya dari luar, beliau tetap sangat memerhatikan para istrinya. Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya seperti berpuasa, shalat, membaca Al-Qur'an, dan berdzikir, sehingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri ketika melakukan shalat lail, dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya.

Namun sesibuk apa pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak istri-istri beliau yang harus beliau penuhi. Jadi aspek-aspek Rabbani tidaklah melupakan beliau terhadap aspek insani dalam melayani mereka dengan memberikan makanan ruhani dan perasaan mereka yang tidak dapat terpenuhi dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.

Dalam menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli istri, Imam Ibnu Qayyim berkata, "Sikap Rasulullah SAW terhadap istri-istrinya ialah bergaul dan berakhlak baik kepada mereka. Beliau pernah menyuruh gadis-gadis Anshar menemani Aisyah bermain. Apabila istrinya (Aisyah) menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah minum dari suatu bejana, maka beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau letakkan mulut beliau di tempat mulut Aisyah tadi (bergantian minum pada satu bejana/tempat), dan beliau juga biasa makan kikil bergantian dengan Aisyah."

Beliau biasa bersandar di pangkuan Aisyah, beliau membaca Al-Qur'an sedang kepala beliau berada di pangkuannya. Bahkan pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau menyuruhnya memakai sarung, lalu beliau memeluknya. Bahkan pernah juga menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa.

Di antara kelemah-lembutan dan akhlak baik beliau lagi ialah beliau memperkenankan istrinya untuk bermain dan mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang Habsyi ketika mereka sedang bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak beliau untuk melihat permainan orang-orang Habsyi itu. Beliau juga pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan keluar dari rumah bersama-sama.

Sabda Nabi SAW, "Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku."

Apabila selesai melaksanakan shalat Ashar, Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi) istri-istrinya dan beliau tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah istri beliau yang pada waktu itu mendapat giliran. Aisyah berkata, "Rasulullah SAW tidak melebihkan sebagian kami terhadap sebagian yang lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami semuanya, yaitu mendekati tiap-tiap istri beliau tanpa menyentuhnya, hingga sampai kepada istri yang menjadi giliran beliau, lalu beliau bermalam di situ."

Kalau kita renungkan apa yang telah kita kutip di sini mengenai petunjuk Nabi SAW tentang pergaulan beliau dengan istri-istri beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memerhatikan mereka, menanyakan keadaan mereka, dan mendekati mereka. Tetapi beliau mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih. Namun ini bukan berarti beliau bersikap pilih kasih, tetapi karena untuk menjaga kejiwaan Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang masih muda.

Beliau menikahi Aisyah ketika masih gadis kecil yang belum mengenal seorang laki-laki pun selain beliau. Kebutuhan wanita muda seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan dengan kebutuhan di sini bukan sekadar nafkah, pakaian, dan hubungan biologis saja. Bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih penting dan lebih dalam daripada semua itu. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kita lihat Nabi SAW selalu ingat aspek tersebut dan senantiasa memberikan haknya serta tidak pernah melupakannya meskipun tugas yang diembannya besar, seperti mengatur strategi dakwah, membangun umat, dan menegakkan daulah.

"Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi kamu."

Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya.

Sumber: Fatwa-Fatwa Kontemporer/Republika
Lengkapnya Klik DISINI

Tiga Jenis Hakim, Hanya Satu yang Masuk Surga



Sikap dan perilaku hakim selalu disorot, baik pada masa lalu maupun masa sekarang ini. Pasalnya, selain memiliki otoritas dan kekuasaan yang besar, hakim juga acap kali menghadapi godaan yang juga luar biasa besar, terutama godaan harta dan kekayaan dunia.

Menarik disimak, hadis yang sangat populer yang dirawikan oleh para pengarang kitab Sunan bahwa para hakim itu hanya tiga orang. Satu orang di surga dan dua lainnya di neraka. Seorang yang di surga adalah hakim yang mengetahui kebenaran, lalu menetapkan hukum dengan kebenaran itu. Ia di surga. Seorang lagi, hakim yang mengetahui kebenaran, tapi culas. Ia tidak menetapkan hukum berdasarkan kebenaran. Ia di neraka. Yang satu lagi, hakim yang bodoh, tidak tahu kebenaran, dan menetapkan hukum atas dasar hawa nafsu. Ia juga di neraka. (HR Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Jadi, hakim yang benar dan jujur-berdasarkan hadis di atas-hanya sepertiga, sedangkan dua pertiga sisanya adalah hakim-hakim yang korup dan culas. Hadis ini, menurut pakar hadis, al-Munawi, merupakan teguran dan peringatan bagi para hakim agar mereka menjaga kejujuran dan integritas yang tinggi. Hadis ini, lanjut al-Munawi, berbicara pada tataran realitas (bi hasb al-wujud) dan bukan berdasarkan idealitas-formal (la bi hasb al-hukm).

Dalam Alquran, para penguasa dan semua aparat penegak hukum, termasuk para hakim, dipatok untuk memiliki dua sifat dasar, yaitu adil dan amanah. Tanpa dua sifat ini, para aparat penegak hukum sulit tidak terjebak pada kejahatan dan praktik mafia hukum. "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil." (QS al-Nisa' [4]: 58).

Ayat ini, menurut ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, sangat penting dan secara khusus ditujukan kepada para penguasa. Adil dalam ayat ini berarti memahami kebenaran (hukum-hukum Allah) dan menetapkan perkara atas dasar kebenaran itu dengan jujur, adil, dan tanpa pandang bulu sesuai prinsip equal before the law. Sedangkan amanat bermakna, antara lain, bertanggung jawab, memegang teguh sumpah jabatan, profesional, serta menjunjung tinggi kemuliaan hakim dan lembaga peradilan.

Menurut Umar Ibnu Abdul Aziz, khalifah yang dikenal sangat adil, integritas para penegak hukum itu sangat ditentukan oleh kompetensi intelektual, moral, dan spiritual mereka dalam 5 hal. Apabila satu saja tak terpenuhi dari lima kompetensi itu, demikian Abdul Aziz, para penegak hukum itu tidak akan selamat dari aib atau keburukan.

Kelima kompetensi itu, secara berturut-turut dikemukakan seperti berikut ini. Pertama, fahiman, yakni memahami dengan baik soal hukum. Kedua, haliman, memiliki hati nurani dan sifat santun. Ketiga, `afifan, memelihara diri dari dosa-dosa dan kejahatan. Keempat, shaliban, sikap tegas memegang prinsip. Kelima, `aliman saulan `an al-`ilm, memiliki ilmu dan wawasan yang luas serta banyak berdiskusi. Hanya melalui penegak hukum dengan moralitas dan integritas yang tinggi, hukum dan keadilan bisa ditegakkan di negeri ini. Lainnya tidak. Wallahu a`lam.

Oleh Dr A Ilyas Ismail
Sumber : Republika


from:http://www.islamedia.web.id/2011/07/tiga-jenis-hakim-hanya-satu-yang-masuk.html
Lengkapnya Klik DISINI

Mualaf Angela Collins: Begini Alasan Saya Menyerahkan Hati Saya pada Islam

Angela Collins pernah menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama setelah Tragedi 11 September 2001.

Apa yang membuatnya jatuh hati pada Islam? Pada situs turntoislam, ia menceritakan alasannya:

Saya meyakini bahwa saya tidak bisa mengendalikan peristiwa yang terjadi dalam hidup saya atau dalam kehidupan orang lain.

Islam adalah satu-satunya agama yang menyuruh kita melakukan penyerahan total kepada Sang Pencipta kita, Pencipta semua orang dan segala sesuatu. Sebagai seorang Muslim saya tahu bahwa semua yang saya lakukan pertama dimulai dengan niat dan kemudian saya harus mengubah niat itu menjadi upaya dalam rangka melaksanakan apa yang telah ditetapkan. Kebijaksanaan ini mendefinisikan jalan saya untuk menjadi orang yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga saya, komunitas saya, dan semua orang di muka bumi.

Dalam hakikat Allah (satu-satunya Allah) membuka hati saya, Islam memberi saya arah, dan sekarang saya hidup dengan panduan yang dipinjamkan oleh Pencipta saya untuk kebahagiaan di bumi ini dan insya Allah, di akhirat nanti.

Sementara agama adalah sumber daya untuk membantu memandu diri untuk perilaku yang baik melalui spiritualitas kita.

Saya seorang mualaf. Katolik adalah agama nenek moyang saya. Pada usia 14 tahun, saya menolak konsep trinitas dan mempersempit apa yang saya lihat sebagai kisah rumit 'tiga dalam satu', menjadi 'dua dalam satu' dan mulai menghadiri gereja Baptis.

Sepanjang hidup saya, saya telah mencari untuk memahami, tetapi ketika sampai pada konsep ketuhanan saya benar-benar bingung. Terutama tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai manusia dan akan membiarkan dirinya untuk mati bagi dosa-dosapengikutnya.

Saya bertanya pada diri sendiri, "Mengapa agama saya perlu begitu rumit?"

Ketika saya mencapai usia dewasa, saya memutuskan untuk membuatnya sangat sederhana. Hanya ada satu, Pencipta kita dan itu saja. Tidak ada penjelasan lain yang rasional dan lebih masuk akal.

Saya melihat Islam sebagai agama yang datang untuk mengklarifikasi kesalahan manusia yang mengubah firman Allah yang asli agar sesuai kepentingan mereka. Islam adalah sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kami dan kami menyembah Allah dan Allah saja. Allah mengutus Musa, Yesus, dan Muhammad (saw) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua orang.

Dalam Islam, Yesus (Isa) adalah satu-satunya nabi yang tidak pernah mati itulah sebabnya ia adalah utusan yang akan datang kembali sebelum Hari Penghakiman.

Islam menegaskan bahwa Anda tidak diberikan jalan ke surga hanya karena Anda mengatakan Anda adalah Muslim. Dan Anda mungkin tidak langsung pergi ke surga hanya karena Anda percaya bahwa Allah bersifat monotheistik.

Anda pergi ke surga berdasarkan niat dan tindakan berikut pesan yang diajarkan kepada kita oleh para rasul sendiri dan dikonfirmasi oleh buku-buku asli dari Allah.

Surga bukanlah klub eksklusif bagi mereka yang hanya mengikuti apa yang ayah mereka ajarkan pada mereka. Sebaliknya, itu adalah tanggung jawab Anda, terutama sebagai seorang Muslim, untuk terus mencari kebenaran, pemahaman, dan untuk membaca serta berpikir.

Setelah membaca setiap bab dalam Quran dua kali dan menelaah secara rinci, saya percaya bahwa karya ini hanya bisa datang dari Pencipta saya. Tanpa ragu penulis buku ini tahu lebih banyak tentang saya daripada saya tahu tentang diri saya sendiri.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Islam secara serius disalahpahami di tanah air saya, Amerika Serikat. Maka, pilihan saya pada agama "kontroversial" membuat keluarga dan teman-teman bingung.

Ini adalah keyakinan saya yang tulus bahwa Allah membawa saya ke Islam dengan meningkatkan gairah saya dalam mengeksplorasi perspektif 'asing' melalui 'perjalanan asing'.

Setelah menemukan diri saya dalam Islam, saya dapat mematuhi ajaran-ajaran dalam Quran dan Hadis. Islam adalah multi-budaya dan merupakan sistem yang dapat diadopsi dalam lingkungan apapun pada setiap titik waktu.

Saya yakin dapat mengatakan bahwa jika Allah tidak meniupkan Islam ke dalam jiwa saya, saya tak akan pernah menemukan Angela.

Well, hari ini, di sinilah saya: Angela, seorang Muslim Amerika: adalah jiwa yang terus-menerus mencari Penciptanya dan kini telah menemukan Pencipta semesta alam, dalam Islam.

Reportase tentang Angela Collins bisa juga dilihat di sini 

sumber:http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/11/07/06/lnveg7-mualaf-angela-collins-begini-alasan-saya-menyerahkan-hati-saya-pada-islam

Bisa juga baca yang INI
Lengkapnya Klik DISINI

Al-Qur'an dan Sains: Al-Qur'an dan Penciptaan Alam

Oleh: DR Abdul Basith Jamal & DR Daliya Shadiq Jamal

Bukti-bukti ilmiah menunjukkan bahwa alam semesta pada mulanya merupakan satu kesatuan yang mempunyai energi yang sangat besar sekali. Selanjutnya peristiwa alamiah terjadi, dan mengakibatkan alam semesta terpecah dan terbagi-bagi kepada bagian yang sangat banyak, sehingga masing-masing bagian memiliki energi yang lebih kecil dari sebelumnya.

Peristiwa itu diakibatkan ledakan besar yang mengakibatkan terciptanya gugusan galaksi, matahari, bintang-bintang dan satelit. Pasca terjadinya ledakan, energi alam semesta terbagi kepada semua benda dengan sistim yang sangat detail yang memungkinkan alam semesta ini dapat melangsungkan perjalanannya sampai batas waktu yang telah ditentukan (oleh Penciptanya).

Penelitian tentang penciptaan alam semesta ini telah berlangsung lama. Dan yang terbaru adalah penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan yang berasal dari Skotlandia, bernama Mike Hope King pada 1994. Dari hasil penelitiannya, ia menegaskan teori ‘kesatuan alam semesta’ yang berasal dari satu kesatuan yang memiliki energi yang sangat besar dan sulit dibayangkan yang dinamakan dengan ‘sadim’.

Masalah penciptaan alam raya ini, sejak Nabi Adam diturunkan ke bumi sampai sekarang telah menjadi fokus penelitian dan pembahasan para ilmuwan. Mereka bertanya-tanya: Bagaimana alam raya yang maha luas ini tercipta? Dari apa alam raya ini tercipta?

Penelitian yang berkaitan dengan hal ini telah melalui berbagai periode, dimulai dari pendapat individu, tesis, anti-tesis, sintesis, teori sampai tercapainya kebenaran ilmiah yang disepakati semua ilmuwan.

Padahal kalau kita memperhatikan isi kandungan Al-Qur'an, maka kita akan mendapatkan bahwa Al-Qur'an telah mengisyaratkan tentang awal mulanya penciptaan alam semesta dari satu kesatuan padu. Pada surah Al-Anbiya ayat 30, Allah SWT berfirman: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.”
Ungkapan ‘langit’ dan ‘bumi’ merupakan petunjuk yang mewakili semua jagat alam raya ini. Adapun kenapa ‘bumi’ yang disebut, maka hal itu dikarenakan keterikatan kita dengannya dimana kita hidup dan tinggal di atas  permukaan bumi.

Sedangkan penyebutan kata ‘langit, maka hal itu dikarenakan kedekatan kita dengan langit yang menjadi obyek penglihatan kita, sekaligus sebagai sumber hujan yang bermanfaat untuk menumbuhkan berbagai tumbuhan yang kita butuhkan dan juga sebagai makanan binatang ternak kita.

Ungkapan ‘padu’ atau dalam bahasa arabnya disebut ritqun, hal itu menunjukkan satu kesatuan yang sempurna dan padat. Sedangkan ungkapan ‘pisah’ atau dalam bahasa arabnya disebut ‘fatqun’, maka hal itu menunjukkan pecahnya satu kesatuan itu, yang diakibatkan satu ledakan dahsyat yang mengandung energi yang sangat besar dan menyebabkan terciptaanya gugusan-gugusan yang memiliki energi dan bentuk yang lebih kecil.

Ayat di atas menjelaskan kepada kita, akan pentingnya penelitian ilmiah dalam upaya menemukan ‘teori’ paling benar tentang penciptaan alam semesta -tempat manusia hidup, seolah-olah ia menyaksikannya saat peristiwa penciptaan alam semesta ini terjadi. Sebagaimana yang difirmankan Allah dalam ayat ini dengan mengatakan: “Tidakkah orang-orang kafir itu mengetahui?”
Ledakan dahsyat yang terjadi, tentunya secara nyata tidak dapat disaksikan oleh manusia, namun dengan bantuan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi), sedikitnya ia dapat membayangkan kejadian sesungguhnya dimana ia seolah-olah berada saat kejadian itu terjadi.
Redaktur: cr01
Sumber: Ensiklopedi Petunjuk Sains dalam Al-Qur'an dan Sunnah
Lengkapnya Klik DISINI

Hakikat Doa

"Dan Tuhan kamu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa) akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina." ” (QS Al-Ghafir [40]: 60).


Orang yang berdoa kepada Allah SWT tidak akan pernah sia-sia. Allah swt akan mengabulkan setiap doa dari hamba-hambanya. Karena Allah SWT sangat dekat dengan kita. Dan Ia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Sementara orang-orang yang tidak pernah berdoa kepada Allah swt adalah orang-orang yang sombong. Kelak mereka akan masuk neraka jahanam.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepadaku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS Al-Baqarah [2]: 186).

Namun tidak setiap orang yang doanya didengar oleh Allah swt. Melainkan hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya saja. Dan orang-orang yang beriman kepada-Nya. Serta memenuhi segala perintah-Nya juga menjauhi segala larangan-Nya.

Rasulullah SAW bersabda ”Apabila seorang Muslim berdoa dan tidak memohon sesuatu yang berdosa atau pemutusan kerabat kecuali akan dikabulkan oleh Allah satu dari tiga perkara: Akan dikabulkan doanya, atau ditunda untuk disimpan (sebagai pahala) dia akhirat, atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya.” (Al Hadis).

Sebagai seorang Muslim dalam berdoa hendaklah kita jangan pernah berputus asa dan berburuk sangka kepada Allah swt. Karena merasa doa kita tidak di dengar atau tidak di kabulkan oleh-Nya.

Sejatinya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasanya Allah swt akan mengabulkan doa seorang muslim selama doa itu baik. Kalaupun tidak terlaksana bukan berati tidak dikabulkan. Bisa jadi ditangguhkan masanya, atau diganti dengan pahala di akhirat kelak. Bisa juga doa tersebut dijadikan sebagai penolak bala atas kita. Dalam artian doa tersebut menjadi pengganti dari sesuatu yang buruk yang akan menimpa kita menjadi sesuatu yang baik. Dengan kata lain, itu semua berati usaha kita dalam berdoa tidak ada yang sia-sia di sisi Allah swt.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah swt melebihi doa.” (HR Tirmidzi).

Biar bagaimanapun derajat doa di sisi Allah tetap menjadi yang utama. Allah swt sangat senang kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan memohon kepada-Nya. Oleh karenanya janganlah kita menjadi orang yang sombong dengan jarangnya atau tidak pernahnya kita berdoa kepada Allah SWT.

Berdoalah dengan penuh keikhlasan dan keyakinan, bahwa Allah  akan mengabulkan dan mendengar doa kita. Pada hakikatnya, alam semeseta beserta isinya adalah kepunyaan Allah. Kita hanyalah bagian kecil dari penciptaan-Nya yang sempurna. Hanya orang-orang yang sombong dan munafik yang merasa tidak membutuhkan pertolongan (tidak berdoa kepada) Allah. Wallahu a‘Slam bish shawab.
oleh Agustiar Nur Akbar

 sumber: http://www.muslimdaily.net/artikel/islami/7349/hakikat-doa
Lengkapnya Klik DISINI

Cara Aman Facebook-an di Kantor

Ingin Facebook-an di kantor tapi takut ketahuan bos? Dengan hardlywork.in, Facebook Anda menyamar sebagai Microsoft Excel. 

Dengan tampilan Excel, Facebook Anda ‘tampil secara lebih profesional’. Situs penyamaran ini adalah www.hardlywork.in. Tampilan Facebook di situs ini berupa tabel-tabel spreadsheet Excel. Tapi kontennya sebenarnya adalah aktivitas Facebook. Kalau Anda membuka Facebook dengan cara ini, Anda tetap akan kelihatan seperti sedang bekerja.

Di sana ada nama akun, posting-an terbaru yang sama dengan yang tampil di wall, dan foto-foto tag terbaru. Anda bisa mencari akun teman di bar formula. Kolom-kolomnya juga menampilkan komentar, keterangan siapa yang me-like sebuah posting, dan juga link.

Jika ada keterangan 4 like, arahkan kursor ke kolom itu, dan tampillah nama-nama yang memberi tanda like di-posting-an tersebut. Tampilannya terlihat sepi tanpa gambar?

Jangan khawatir. Jika Anda mengarahkan kursor ke nama atau link foto, foto tersebut akan tampil sebagai thumbnail di sudut kanan bawah. Nah, sekarang kurang apa lagi?

Selamat Facebook-an di kantor! Sst... jangan bilang siapa-siapa.

sumber: klik aja ini
Lengkapnya Klik DISINI

Jodoh (ku)

http://4antum.files.wordpress.com/2010/07/kepingan-hati.jpgApa yang terlintas di benak Sahabat pertama kali ketika membaca judul tulisan ini??

Oohh.. Mungkin ada yang berpikir bahwa sang penulis akan berbagi tentang cerita jodohnya.
Tentunya disini aku takkan berbagi tentang cerita jodohku karena aku sendiri belum mengalaminya. Namun, aku akan berbagi tentang cerita jodoh(ku). “Ku” yang dimaksudkan disini adalah orang yang sudah mengalami proses dalam menjemput jodohnya. Setiap kita mempunyai scenario hidup termasuk cerita jodoh yaitu bagaimana proses penjemputan jodoh masing-masing. Mungkin ada yang awalnya tak saling kenal akhirnya menikah. Atau ada juga yang sudah kenal sejak lama dan akhirnya menikah walaupun tak pernah menduga sebelumnya.

Perkenankan aku untuk mengutip perkataan Pak Mario Teguh yang SUPER SEKALI: “Jodoh itu di tangan Tuhan. Benar. Tapi jika Anda tidak meminta dan mengambil dariNYA, selamanya dia akan tetap di tangan Tuhan.”

Ya! Jodoh itu adalah bagian dari rezeki, perlu diusahakan, perlu diikhtiarkan. Nah, proses ikhtiar dalam penjemputan jodoh inilah yang akan aku angkat dalam tulisan ini. Cerita Jodoh(ku), yang aku dapatkan dari sumber orang pertama dan orang kedua atau bahkan orang kesekian. Ada berbagai cerita yang aku angkat disini yang semoga saja bisa menginspirasi dalam mengikhtiarkan penjemputan jodoh kita.

Cerita Jodoh(ku) part 1: Berawal dari FaceBook

Ada seorang ikhwan yang profesinya sebagai seorang trainer menemukan jodohnya via FaceBook. Bagaimana hal itu bermula? Mari aku ceritakan kisah tentang mereka.

Bagi seorang trainer, menjaga silaturahim dengan orang-orang yang telah ditrainingnya adalah sebuah keniscayaan. Begitupun dengan ikhwan trainer ini. Disetiap akhir training, ia selalu memberikan nama akun FBnya agar para peserta training bisa tetap menjaga silaturahim dengan sang trainer via FB.
Suatu hari, seperti biasa, ketika seorang trainer menulis status FB, pasti berbau hal-hal yang bisa memotivasi seseorang, seperti apa yang selama ini dilakukan mereka via training. Ijinkan aku untuk mengutip sebuah lirik yang mungkin tak asing ditelinga kita: “Berawal dari Facebook baruku.. Kau datang dengan cara tiba-tiba..”

Ya! Berawal dari sebuah status FB sang trainer yang begitu memotivasi para pembaca, ada salah seorang akhwat yang pernah menjadi peserta training yang mengomentari status tersebut. Intinya, sang akhwat tersentuh dengan kata-kata yang dituangkan sang trainer dalam statusnya. Dari situlah, sang trainer akhirnya berkunjung ke FB sang akhwat -karena merasa belum mengenal sang akhwat- hanya sekadar ingin mengingat-ingat mungkin sang akhwat pernah menjadi salah satu peserta trainingnya.

Tak dinyana, ketika memasuki halaman FB sang akhwat, ada sebuah rasa yang muncul dalam hati dan sebuah bisikan yang begitu halus dan berulang : “Aku yakin, dia jodohku..”. Interaksi dan komunikasi pun terjalin via FB hingga akhirnya sang trainer memutuskan untuk meminang sang akhwat menjadi istrinya. Gayung pun bersambut, sang akhwat menerima pinangan itu dan mereka menikah. Simple, isn’t it?

Cerita Jodoh(ku) part 2: Love at the first sight

Love at the first sight atau jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “cinta pada pandangan pertama”. Menurut penelitian para ilmuwan, cinta jenis ini sering terjadi pada laki-laki. Ketika seorang laki-laki melihat seorang perempuan dan dengan serta merta ada rasa cinta tumbuh darisana. Itulah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama, ada suatu ketertarikan tertentu saat pertama kali melihat seorang perempuan.

Pada suatu agenda da’wah, yang tanpa hijab (pembatas antara ikhwan dan akhwat), seorang ikhwan -yang memang sedang mencari jodohnya- merasa menemukan jodohnya ketika ia melihat dari kejauhan ada seorang akhwat yang membuat jantungnya berdebar-debar dan muncullah bisikan dari hatinya: “Aha, dialah orangnya..”

Tentu, bagi aktivis da’wah ketika ada perasaan yang muncul terhadap lawan  jenis, tak serta merta disampaikan secara langsung kepada yang bersangkutan. Sang ikhwan berjuang untuk mengikuti kata hatinya karena ada keyakinan yang mendalam bahwa akhwat itulah jodohnya. Karena ia pun sudah masuk dalam kategori ‘siap nikah’, maka tak ada kata lain selain untuk berta’aruf dengan sang akhwat.  Ia mencari tahu siapa Murobbiyah (guru ngaji) sang akhwat dan mencari tahu nomor HPnya. Allah pun memudahkan jalannya. Sang murobbiyah akhwat ternyata adalah orang yang sudah dikenalnya. Sang ikhwan akhirnya menghubungi sang murobbiyah dan menyatakan diri untuk berta’aruf dengan akhwat yang dimaksud.

Sang akhwat yang tidak tahu menahu tentang sang ikhwan, akhirnya mengiyakan untuk melanjutkan proses ta’aruf, tentunya setelah istikharah panjangnya. Proses ta’aruf pun berlangsung, mulai pertemuan pertama, kedua, yang didampingi oleh guru ngaji masing-masing (tak berduaan), ada begitu banyak kecocokan, dan akhirnya pertemuan berlanjut ke pertemuan pihak keluarga masing-masing. Kedua pihak keluarga pun merasa cocok, tak ada masalah, hingga akhirnya sang ikhwan mengkhitbah (meminang) sang akhwat dan tanpa berlama-lama dalam proses, mereka pun menikah. Barakallah..

Cerita Jodoh(ku) part 3: Halalkan saja..

Jika dua cerita diatas berkisah tentang dua orang yang awalnya belum saling kenal dalam menemukan jodohnya, maka pada cerita ketiga ini, aku menceritakan kisah yang sedikit berbeda, dua orang yang sudah saling kenal dan memang mereka berjodoh pada akhirnya.

Cerita ini bermula dari tiga orang aktivis da’wah yang diamanahkan untuk pergi ke suatu kota untuk suatu tugas da’wah tertentu, untuk menetap agak lama di kota itu. Tiga orang ini terdiri dari dua akhwat dan satu ikhwan. Qadarullah, salah seorang akhwat tidak bisa pergi karena ada satu keperluan yang begitu mendesak yang tidak bisa ditinggalkan. Lantas bagaimana dengan tugas da’wah yang sudah diamanahkan kepada mereka bertiga? Akankah tetap berjalan dengan satu orang yang tidak ikut serta? Itu berarti hanya ada satu ikhwan dan satu akhwat yang akan pergi. Dan mereka berdua bukanlah mahramnya. Bukankah akan terjadi fitnah yang besar jika dua orang yang bukan mahramnya melakukan perjalanan bersama?

Maka, mereka pun berkonsultasi kepada sang qiyadah. “Ustadz, bagaimana kami bisa pergi berdua saja karena kami bukan mahram? Adakah yang bisa menggantikan al-ukh yang tidak bisa pergi itu? Ataukah ustadz ada saran lain?”

Sang ustadz menjawab dengan mantap: “Yasudah, halalkan saja..”. Akhirnya, mereka menikah dan melanjutkan perjalanan da’wah bersama. Subhanallah, inikah yang dinamakan ‘”menikah di jalan da’wah”?? Ketika hati tak lagi ragu, ketika da’wah menjadi alasan pernikahan mereka, bukan alasan lain yang bersifat duniawi.

Cerita Jodoh(ku) part 4: Ternyata jodohku dia..

Seorang ikhwan yang dikategorikan siap nikah, sedang berikhtiar menjemput jodohnya. Proposal nikah pun sudah diajukan kepada sang Murobbi untuk dicarikan pendamping hidup.

Tak lama berselang, ta’aruf dengan seorang akhwat pun dilakukan. Namun, proses kandas di tengah jalan. Ta’aruf-ta’aruf berikutnya pun demikian, tak ada yang sampai pelaminan bahkan khitbah pun belum. Berkali-kali ta’aruf, rupanya sang ikhwan belum juga  menemukan jodohnya.

Hingga akhirnya pada suatu ketika, sang ikhwan ditawari seorang akhwat oleh sang Murobbi. Akhwat yang dimaksud tak lain tak bukan adalah adik kelasnya yang juga satu organisasi da’wah. Proses ta’aruf yang dijalani begitu lancar dan berlanjut hingga ke pelaminan.

“Ternyata jodohku dia..”, gumam sang ikhwan setelah pernikahan berlangsung. Mungkin akan ada suatu lintasan pikiran dalam benak sang ikhwan: “Andai saja dari dulu saya tahu kalo jodohku dia, dari awal aja proses dengan dia..”. Sayangnya, kita tak pernah tahu siapa jodoh kita sebelum kita benar-benar menemukannya dan menikah dengannya.
Sahabat, begitulah beberapa cerita jodoh(ku) yang bisa aku angkat dalam tulisan ini. Ada yang pertama kali berinteraksi, langsung mengetahui bahwa dia jodohnya. Adapula yang sudah kenal sebelumnya dan tidak pernah menduga, ternyata berjodoh. Jodoh benar-benar misteri, tinggal kita yang memilih bagaimana proses penjemputan jodoh yang akan kita torehkan dalam cerita jodoh(ku). Apapun ikhtiar yang dilakukan, semoga menuai berkah Allah. Jika di awal jalan menuju pernikahan saja sudah tidak berkah, maka mungkinkah keberkahan berumah tangga akan terwujud? Semoga kita bisa menjaga keberkahan proses dari awal hingga akhir.

Sahabat, memang betul bahwa Allah pembuat scenario terbaik, sutradara terbaik dalam kehidupan ini. Tapi ingat! Kita adalah aktornya, performance aktor lah yang akan dilihat, bisakah sang aktor berperan sesuai dengan yang diharapkan sang sutradara seperti yang tertuang dalam scenario?

Allah memang sudah menetapkan jodoh kita di Lauh Mahfudz sana, jauh sebelum kita lahir ke dunia ini. Apakah kita akan berjodoh dengan orang yang belum dikenal sebelumnya atau bahkan orang yang sudah kita kenal dan dekat di sekitar kita. Tinggal kita yang memilih akan menjemput jodoh yang disertai keberkahan atau tidak.

Lantas apa yang dimaksud dengan berkah Allah dan bagaimana cara agar apa yang dilakukan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah?

Berkah, jika dilihat dari bahasa berupa kata ‘al-barakah’, yang artinya berkembang, bertambah dan kebahagiaan. Asal makna keberkahan, begitu Imam Nawawi berkata, ialah kebaikan yang banyak dan abadi.

Ada 2 syarat agar barakah Allah senantiasa menaungi kita. Pertama, iman kepada Allah. Jadi, hanya orang mukminlah yang mendapatkan barakah Allah, seperti yang Allah sampaikan langsung melalui surat cintaNYA:

”Andaikata penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi. Tetapi, mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya”. (QS. Al-A’raaf [7] : 96)

Orang yang merealisasikan keimanannya kepada Allah, dengan hanya bergantung padaNYA, yakin padaNYA, senantiasa menyertakan Allah dalam setiap apa yang dilakukan, merekalah orang-orang yang akan mendapatkan barakah Allah. Semoga kita termasuk ke dalamnya. Aamiin.

Syarat kedua, amal shalih. Amal shalih adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-NYA, sesuai dengan syariat yang diajarkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.

Jadi, untuk meraih keberkahan dalam ikhtiar menjemput jodoh, kita harus YAKIN ke Allah bahwa jodoh kita takkan pernah tertukar. Kita pun harus menyertakan Allah dalam setiap mengambil keputusan terkait jodoh ini, selalu istikharah memohon petunjukNYA. Dan yang tak kalah penting, perbanyak amal shalih, semakin dekat ke Allah dan menjauhi apa-apa yang dilarangNYA. Tidak bermaksiat ketika proses menjemput jodoh itu berlangsung. Tidak ada jalan berdua yang akan mendekati zina, tidak ada sms mesra dengan kata-kata penuh cinta, tidak ada chatting untuk hal-hal yang tak penting, sebelum akad ditunaikan.


Bukankah kita sudah yakin dengan janji-NYA yang tertuang seperti ini dalam ayat cintaNYA?

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An-nuur [24] : 26)

Maka, hal yang paling tepat untuk dilakukan dalam penantian bertemu dengan jodoh hanyalah memperbaiki diri. Yakinlah, ketika diri ini sedang berusaha memperbaiki diri, maka ia-pun yang entah berada di belahan bumi yang mana, yang telah tertulis dalam kitabNYA, juga sedang berusaha memperbaiki diri. Dan semoga Allah mempertemukan kita dengannya dalam kondisi keimanan terbaik yang mampu untuk diusahakan.

Sahabat, jika diibaratkan hari ini kita berada pada waktu pagi setelah sarapan, maka bertemunya kita dengan sang jodoh adalah waktu makan siang kita. Jika sudah tiba waktu makan siang, maka kita pun akan segera sampai pada waktu makan siang kita. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan waktu dari pagi hingga siang itu untuk mengisinya dengan hal-hal yang bermanfaat bukan sekadar menunggu jam makan siang yang akan membuat kita menjadi bosan.
Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dalam ikhtiar menjemput jodoh. Selain berikhtiar mencari atau meminta dicarikan pendamping hidup, satu hal yang paling penting adalah mempersiapkan diri menuju gerbang pernikahan. Bukan, bukan persiapan hari H resepsi pernikahan yang cuma satu hari yang aku maksudkan disini. Tapi, hari-hari setelah hari H: sudah siapkah kita menjadi seorang suami/istri, sudah siapkah kita menjadi ayah/ibu, sudah siapkah kita menjadi seorang menantu, sudah siapkah kita menjadi adik/kakak ipar, sudah siapkah kita menjadi bagian dari keluarga besar suami/istri kita, dan sudah siapkah kita menjadi seorang tetangga? Dan pertanyaan utama yang patut dipertanyakan adalah akan dibawa kemana bahtera rumah tangga kita nantinya??

Maka, Sahabat, mari kita tunggu waktu makan siang kita dengan menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, bukan saja menyiapkan diri menuju gerbang pernikahan, tapi juga menyibukkan diri dengan amanah yang saat ini kita emban. Jangan sampai kita focus menyiapkan diri menuju pernikahan tapi malah menelantarkan apa-apa yang saat ini Allah amanahkan kepada kita. Umat butuh kontribusi konkret dari kita -para pemuda-, maka bekerjalah. Bekerja untuk Indonesia. Bekerja untuk Allah.

Terakhir, ijinkan aku mengutip sebuah kalimat dari Majalah Ummi edisi 02/XVII/Juni 2005

"... menikah justru akan membuka pintu rizki, bila dilakukan dengan persiapan yang matang, pemikiran yang tepat dan niat yang ikhlas. Mudah-mudahan Allah berkenan memberikan kemudahan kepada kita semua..."
Lengkapnya Klik DISINI

Mentalitas Da'i dalam Menghadapi Ujian Dakwah

Ilustrasi
Dakwah adalah jalan suci para Nabi dan Rasul yang tak pernah sepi dari ujian.Sepeninggal mereka, Alloh SWT telah menyiapkan para kader penerus dakwah dengan melahirkan para Da'i disetiap generasi hingga hari kiamat, tak pernah berubah dan memang itulah sunnahnya dakwah, akan selalu menghadapi berbagai rintangan dan halangan . Para da'i dari masa kemasa akan terus menghadapi berbagai fitnah yang bertujuan menghentikan langkah dakwah mereka, ingatlah pernyataan Rasululloh saat orang-orang quraisy meminta beliau SAW untuk meninggalkan dakwahnya.


Demi Allah, andai saja mereka bisa meletakkan matahari di tangan kananku, dan bulan di tangan kiriku, (lalu mereka minta) agar aku meninggalkan urusan (agama) ini, maka demi Allah, sampai urusan (agama) itu dimenangkan oleh Allah, atau aku binasa di jalannya, aku tetap tidak akan meninggalkannya.(Hr. Ibn Hisyam)

Menjadi da'i adalah sebuah pilihan hidup yang paling mulia, tak ada seorangpun akan meninggalkan jalan ini karena begitu nikmatnya hidup bersama dakwah bagi mereka yang dapat merasakannya. Menjadi da'i ibarat Dokter Ahli jiwa yang selalu memotivasi jiwa-jiwa yang lemah untuk kembali bangkit dan bersemangat, menterapi orang -orang yang berpenyakit hati agar segera kembali pada ilahi, Da’i juga dapat diibaratkan sebagai lampu-lampu yang menerangi jalan, Jika lampu jalan itu redup apalagi mati, pasti akan membingungkan para pejalan kaki yang hendak ,melalui jalan itu dalam kondisi gelap tanpa penerangan. Oleh karenanya seorang dai haruslah memiliki perbekalan yang kuat dan kokoh dalam menapaki jalan yang penuh dengan ujian ini.


وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُواْ لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَمَا ضَعُفُواْ وَمَا اسْتَكَانُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa( para Pejuang/ Dai). Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar" ( Ali Imron: 146)

وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِّلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمينَ مِن قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيداً عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاء عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلَاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik- baik Penolong (Al-Hajj : 78)

Dari ayat diatas Alloh telah memberikan gambaran tentang sosok da’i yang tahan terhadap ujian diataranya :

1. A’damul Wahan : Tidak lemah secara mentalitas ( Optimisme)
2. A’damu Do’f : Tidak lemah secara gerak (selalu semangat /dinamis)

3. Adamul Istikaanah : Tidak menyerah (Selalu melakukan terobosan/inisiatif)

4. Sabar : Sabar adalah kunci setiap kesuksesan

 
Dalam surat Al-Kahfi : 28 Alloh berfirman :
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً   

"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas."(Al Kahfi 28)

Demikianlah motivasi yang selalu Alloh berikan kepada para Agen Hidayahnya (da’i) agar tetap bertahan dalam dakwah ini , tak goyah walaupun badai fitnah dan ujian senantiasa menghampiri, ujian kemewahan dunia yang sering kali berhasil memalingkan sebagian besar saudara- saudara seperjuangan,termasuk juga ujian dakwah yang datang dari keluarga para da’i. Karena jika seorang da’i terkecoh dan memutuskan untuk mengambil gelar MM (mantan Murobbi,Mantan Muharrik, Mantan Mujahid) maka seorang da’i akan mendapatkan kerugian yang sangat besar karena Alloh mengancamnya dalam sebuah ayat dalam surat Attaubah: 24

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
  
"Katakanlah: "jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."(At Taubah 24)


Optimislah wahai para pejuang agama Alloh, para penyeru kebenaran pembangun peradaban dengan manhaj Al-qur,an dan Sunnah, semua ujian dan fitnah dapat akan dapat kita lawan dan dakwahlah yang akan jadi pemenangnya.Sekali lagi jangan lemah dan janganlah bersedih hati karena kita orang yang beriman.Alloh SWT berfirman dalam surat Ali Imron : 139
وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ   
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman" (Ali Imran 139)


Wallahu a’lam bishowab 
http://islamediaonline.files.wordpress.com/2011/05/mridwan.jpg
Ustadz Muhammad Ridwan 


sumber: DISINI
cat: Gambar ilustrasi kami ganti dg Kepanduan Sulteng (poso)
Lengkapnya Klik DISINI

Download Gratis Ragam Powerpoint Islam dan Dakwah

Semangat berbalas budi itulah yang mendasari sosok Ustadz dari kota Solo ini untuk berbagi materi Islam dan dakwah melalui internet. Ustadz Hatta Syamsudin memaparkan dalam websitenya indonesiaoptimis bahwa rasa terima kasih beliu khususkan bagi internet. Berkat efek positif internet, ada ribuan kitab berbahasa arab berformat pdf yang dapat di download secara gratis dan dipelajari menjadi sebuah Ilmu.

Kini saatnya untuk berganti peran dari pendownload menjadi pengupload. Ada 77 Materi keIslaman dan Dakwah yang secara eksklusif disajikan oleh Ustadz Hatta dalam berbagai kesempatan seperti: forum kajian, ceramah, dan training. Semua materi ini dapat di download dan dipelajari secara gratis.

MATERI PPT 01 TRAINING ZAKAT

MATERI PPT 02 PROBLEMATIKA REMAJA

MATERI PPT 03 MENGGAPAI SHOLAT KHUSYUK

MATERI PPT 04 MANAJEMEN DAKWAH

MATERI PPT 05 PALESTINA AKANKAH TERLUPAKAN

MATERI PPT 06 AGAR DAKWAH LEBIH BERKAH

MATERI PPT 07 POLITIK PEREMPUAN DALAM ISLAM

MATERI PPT 08 MENGGAPAI RAMADHAN BERKAH

MATERI PPT 09 INSPIRING EDUCATION

MATERI PPT 10 MENJAGA KEISTIQOMAHAN

MATERI PPT 11 BERINTERAKSI DENGAN AL-QURAN

MATERI PPT 12 ENERGIZING DAKWAH

MATERI PPT 13 DAKWAH SEPENUH HATI

MATERI PPT 14 MEMBANGUN PRESTASI

MATERI PPT 15 ADAB MENYAMBUT KEMENANGAN

MATERI PPT 16 METODOLOGI TAFSIR AL-QURAN

MATERI PPT 17 MUSYAROKAH SIYASIYAH

MATERI PPT 18 PERAN PEMUDA

MATERI PPT 19 PILAR KEBANGKITAN UMAT

MATERI PPT 20 TAZKIYATUN NAFS

MATERI PPT 21 TARBIYAH ASKARIYAH

MATERI PPT 22 MEKANISME IJIN SYAR'I

MATERI PPT 23 MANAJEMEN UKHUWAH

MATERI PPT 24 URGENSI BELAJAR BAHASA ARAB

MATERI PPT 25 AGAR NGAMPUS TAK SEKEDAR STATUS

MATERI PPT 26 ISLAM & POLITIK

MATERI PPT 27 GAYA HIDUP SEHAT

MATERI PPT 28 PERMASALAHAN PENENTUAN AWAL ROMADHON

MATERI PPT 29 AIDS DALAM PANDANGAN ISLAM

MATERI PPT 30 STUDI GERAKAN MAHASISWA ISLAM

MATERI PPT 31 PANDUAN KULIAH DI LUAR NEGRI

MATERI PPT 32 MEMAHAMI TAFSIR BIRRO'YI

MATERI PPT 33 SASTRA UNTUK DAKWAH

MATERI 34 : KIAT MAHASISWA SUKSES

MATERI 35 : HAKEKAT BENCANA DAN MUSIBAH

MATERI 36 : MODUL ULUMUL QURAN (1)

MATERI 37 : PENGANTAR USHUL FIQH

MATERI 38 : SEJARAH DAN ALIRAN DALAM USHUL FIQH

MATERI 39 : DALIL AL-QURAN (USHUL FIQH)

MATERI 40 : DALIL AS-SUNNAH (USHUL FIQH)

MATERI 41 : EBOOK ROMANTIS ISLAMI

MATERI 42 : TAFSIR BI ROKYI (ULUMUL QURAN)

MATERI 43 : METODE PENAFSIRAN ALQURAN

MATERI 44 : DALIL IJMAK (USHUL FIQH)

MATERI 45 : KEUTAMAAN DAN FIQH HARI JUMAT

MATERI 46 : DEFINISI DAN SEJARAH PERKEMBANGAN ULUMUL QURAN

MATERI 47 HUKUM SEPUTAR MASJID DAN OPTIMALISASINYA

MATERI 48 URGENSI BELAJAR BAHASA ARAB

MATERI 49 SHOLAT KHUSYUK UPDATE

Materi 50 : Fiqh dan Adab berdoa

Materi 51 : Fiqh Zakat Praktis

Materi 52 : Adab dan Hukum Safar

Materi 53 : Manajemen Dakwah Keluarga

Materi 54 : Fiqh Itsbat Ramadhan ( Hisab & Rukyat )

Materi 55 : Kuliah Ulumul Quran I ( Materi Powerpoint)

Materi 56 : Materi Kajian Pra Nikah

Materi 57 : Powerpoint Public Speaking untuk Pemula

Materi 58 : Powerpoint Adab dan Hukum Walimah

Materi 59 : Powerpoint Tarhib Ramadhan 1431 H

Materi 60 : Powerpoint Tarhib Ramadhan Edisi 2 - Revisi

Materi 61 : Sastra untuk Dakwah (Plus Powerpoint)

Materi 62 : Powerpoint Fiqh Ikhtilaf ( Memahami Perbedaan pendapat dalam Fiqh )
 
Materi 63 : Powerpoint Pengantar Fiqh Haji

Materi 64 : Powerpoint Adab Bekerja dan Berusaha

Materi 65 : Powerpoint Adab Hutang Piutang dalam Islam

Materi 66 : Powerpoint Pengantar Ekonomi Syariah

Materi 67 : Powerpoint Fikih Jual Beli Praktis

Materi 68 : Powerpoint Fiqh Jihad dan Adab-adabnya

Materi 69 : Makalah Kajian Zakat Praktis

Materi 70 : Powerpoint Motivasi Islami : Mengelola Kegagalan

Materi 71 : Powerpoint Fiqh Ceramah IKADI Setahun

Materi 72 : Powerpoint Etos Kerja dan Profesionalisme dalam Islam

Materi 73 : Powerpoint Fiqh Kedokteran dan Kesehatan

Materi 74 : Powerpoint Pemuda Islam dan Kebangkitan Umat

Materi 75 : Powerpoint Menggapai Keluarga Romantis

Materi 76 : Download Powerpoint Internet Sehat untuk Indonesia Hebat

Materi 77 : Download Powerpoint Kajian Tafsir Ayat Kisah Nabi Ibrahim dan Tamunya

Semoga Alloh membalas amal kebajikan yang telah dibagikan oleh Ustadz Hatta.
Bila merasa masih kurang, Ustadz Hatta juga kesediaanya untuk membuka konsultasi, melalui twitternya @hattasy

Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......