Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==
Tampilkan postingan dengan label Ruang Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruang Keluarga. Tampilkan semua postingan

Wahai Perempuan, Pelajarilah Seni Berbicara

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Suami istri (nikah)

Salah satu indikasi kecerdasan seorang perempuan tampak dengan jelas dari pembicaraannya dan kemampuannya dalam mengungkapkan kata-kata yang mudah dipahami.

Hal ini menambahkan kesan kedekatan hubungan dengan orang-orang yang diajak berbicara, baik keluarganya, suaminya ataupun anak-anaknya.

Perempuan yang cerdas mampu membuat spiritnya memuncak. Ia senantiasa menjauhi tema-tema pribadi, seperti kesehatannya, tanggung jawabnya yang harus dipikul sendiri lantaran tidak ada pembantu atau melontar kritik kepada orang lain.

Perempuan cerdas juga tidak menguasai pembicaraan dengan cara melarang orang lain berbicara, sehingga menjadi monolog yang membosankan dan tidak bermanfaat bagi orang lain.

Perempuan yang cerdas tidak membicarakan hal-hal bercabang yang memunculkan banyak tafsir. Jika berbicara, ia mampu menjelaskan tema besar pembicaraannya. Ini merupakan ujian terberat bagi kecerdasan dan pengalamannya.

Perempuan yang pintar mengetahui bagaimana menceritakan hal-hal yang lucu dan kapan saatnya bercerita. Ia mengetahui bahwa tidak boleh menghabiskan waktu yang lama yang dapat menyebabkan pendengarnya bosan.

Hal yang terpenting adalah tidak pernah mengulangi sebuah cerita dua kali kepada orang-orang yang sama.

Untuk itulah, seorang perempuan harus berusaha menggunakan bahasa-bahasa singkat yang mengena. Tidak membiarkan mulut mengeluarkan kata-kata tanpa kendali.

Ia juga tidak menjadi pembicara pertama dari pembicara-pembicara yang datang dalam sebuah forum, sehingga tidak menimbulkan penimbunan pembicaraan.

Perempuan yang hebat selalu mengetahui kapan harus diam dan kapan harus berpikir keras untuk mencerna perkataan.

Banyak sekali kita dapatkan dalam kehidupan sehari-hari, seroang laki-laki melihat bahwa perempuan tertentu dalam pandangannya memiliki kecerdasan hanya karena ia terdiam dan mendengarkan pembicaraan orang lain.

Seorang perempuan tidak harus mengutarakan apapun yang tidak ia miliki dan tidak mesti untuk diungkapkan. Ketika menyampaikan sebuah ide, ia tidak menampakkan keraguan. Ia senantiasa menghindari perkataan yang samar tanpa makna.

Sesungguhnya tingkat kecerdasan perempuan tidaklah lebih rendah daripada kecerdasan seorang laki-laki, tetap ada sedikit perbedaan, karena kecerdasan perempuan memiliki keunikan seperti halnya keunikan perempuan itu tersendiri.

Demikian disadur dari buku Kuni Aniqah karya Shafa Syamandi.

[Abu Syafiq/BersamaDakwah]


Lengkapnya Klik DISINI

Anak itu Butuh Alasan dan Penjelasan

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Hasil gambar untuk gambar ilustrasi anak mainOleh : Miarti
Pembaca setia. Ada beberapa fitrah anak yang wajib untuk kita pahami dan renungi.  
  • Anak itu memiliki rasa ingn tahu yang tinggi, maka sangat wajar jika mereka banyak mengkritisi.
  • Bagian dari fitrah anak adalah selalu Maka sangat wajar jika mereka butuh banyak jawaban.
  • Anak itu berada pada sebuah masa dimana hal-hal konkrit harus serba tervisualisasi. Maka sangat wajar jika mereka banyak menuntut hal-hal yang logis.
Tetapi pada faktanya, sering kita terlalu pragmatis dalam menyikapi sikap atau keinginan anak yang cenderung memaksa dan nyaris tak bisa ditunda kehendaknya. Sehingga yang sering muncul dari mulut kita adalah kalimat-kalimat penekanan, kaliamt ironisme (mengiyakan atau menyetujui dengan keterpaksaaan), atau bahkan kalimat sarkasme yang disertai celaan atau hujatan seperti; dasar anak nakal.

Pembaca setia…! Ketika kita telah berazzam untuk menjadi orang tua yang cerdas dan bijaksana, maka jangan sampai dan jangan pernah pelit berkomunikasi dengan anak. Ingat, 70 % kehidupan manusia itu komunikasi. Demikian pula dalam hal pengasuhan anak. Dan Anda harus yakin bahwa kendali moral buah hati Anda adalah komunikasi. 

Oleh karena itu, mulailah sediakan stok redaksi kalimat sebanyak mungkin untuk dapat memberikan jawaban dan penjelasan terbaik sehingga buah hati Anda puas dan tidak berulah negatif akibat ketidakpuasannya. Selanjutnya, perhatikan beberapa rambu-rambunya supaya Anda tidak terjebak dalam percobaan.
  • Gunakan kata sederhana yang spesifik
  • Jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak
  • Jelaskan arti fungsi dan prosedur tindakan
  • Jangan menyakiti atau mengancam
  • Perhatikan kesan yang akan muncul. Jangan sampai menggunakan gaya pemeriksa, gaya penyindir, gaya hakim atau gaya sok tahu.
Sebagai contoh, Anda boleh mencerna beberapa konteks di bawah ini.
  1. Si 2 tahun penasaran ingin main pisau
Jika buah hati Anda kedaapatan tengah bermain pisau, gunting dan atau benda tajam lainnya serta cenderung sulit untuk melepas benda tersebut. Kewajiban orang tua adalah sesegera mungkin meraih benda tessebut. Tetapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana anak dapat melepaskan benda berbahaya tersebut dengan kepahaman. Oleh karena itu, katakanadan jelaskan dengan verbal bahwa pisau itu TAJAM. Nah, jika kalimat pertama tidak berhasil, upayakan terus mencari alasan selogis mungkin. Pilihannya pun variatif;
  • “Sayang…! Pisau itu bahaya Nak… Bukan untuk main-main. Simpan ya…!”
  • “Sayang…! Bisa bikin tangan kita berdarah lho… Tidak dimiankan ya…!”
  1. Si 4 tahun memaksa minta main game computer
Ingat, keinginan yang tinggi terhadap main game computer tidak bisa dilarang dengan keras. Jika Anda melarangnya terlalu kaku dan tanpa penjalasan yang memahamkan, maka dia akan sangat “lapar” terhadap permainan tersebut, sekalipun di rumhnya tak bisa ia dapatkan dengan sekehendak hati. Dan anak yang “kelaparan game” itu akan mencari jalan keluar walaupun bagaimana caranya. Bahkan numpang main game di rumah orang pun akan sangat mungkin ditempuhnya. Oleh karena itu, bijaklah Anda memberi rules (aturan) yang membuat buah hati Anda paham dan memiliki kendali. Jadi, kalimat yang cenderung efektif kurang lebih seperti ini ;
  • “Kakak…! Kakak boleh kok main game. Mama nggak larang. Tapi maaf ya, Kakak ingat dengan waktu. Tidak sampai lupa makan, lupa tugas, lupa sholat.”
  • “Kakak…! Komputer di rumah kita bukan hanya untuk main game. Mama sama Papa juga perlu untuk mengerjakan tugas. Jadi, bagaimana kalau kita jadwal?”
  • “Kaka…! Terlalu banyak main game itu bikin mata kita rusak. Yang lebih parah, otak kita juga bisa rusak lho…! Nggak lama-lama ya main game-nya. Khawatir Kakak jadi nggak pinter lagi.”
  1. Si 5 tahun berperilaku tidak sopan di rumah orang
Ingat pembaca…! Setiap anak yang terlahir, siapapun itu, tidak mengerti dan tidak paham terhadap apa yang disebut sopan santun, tata karma, etika, adab atau apapun istilahnya. Tetapi sesungguhnya, mereka dapat dikenalkan dan dipermanis attitude-nya dengan kebiasaan berperilaku sopan. Jika suatu saat buah hati Anda sedang memainkan atau bahkan sampai merusak barang di rumah orang, maka Anda wajib mengingatkan. Redaksi kalimatnya pun banyak pilihan.
  • “Sayang…! Bisa lebih baik ya…!”
  • “Itu bukan untuk mainan, Nak. Hati-hati ya…!”
  • “Tidak berlebihan ya…! Kalau mau apa-apa minta izin yang baik”
Pembaca setia. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya; “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imron : 104). Maka begitu banyak PR besar yang harus kita tuntaskan. Dan memahami positif parenting adalah kemestian. Oleh kareana itu, tidak ada hal yang kecil untuk mewujudkan sesuatu yang besar. Maka sekalipun hanya seni berbicara, meski hanya nada suara yang tertata dan terpola, meski hanya bahasa tubuh, meski hanya kemampuan mendengar, meski hanya kemampuan memahami dan menyelami emosi anak, semuanya adalah upaya besar yang perlu kita tempuh dengan ikhlas, terbiasa dan istiqomah. Allohu ‘alam bish showab. Semoga menginspirasi…!

Lengkapnya Klik DISINI

Istriku... Berhentilah Mengeluh!

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Inspirasi Rabbani ~ Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatuhari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagaitabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.

”Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi,tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu.

Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan ituuntuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allahakan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.

”Sang Suami membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,“ coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAWkarena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya :

1. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.

2. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.

3. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

4. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.

5. Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.

6. Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, danAllah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya,makabersihlah dosa-dosanya seperti ketikadia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.

7. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginyasetiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.

8. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.

9. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.

10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya,meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga.

Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.

Subhaanallah, wasiat ini merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang mendambakan kesalehan.Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketia ia rela dan ikhlas menjalani Fitrahnya sebagai seorang Istri.

Lengkapnya Klik DISINI

Buah Manis Tawakal Seorang Ibu

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!


Tawakal kepada Allah Ta’ala adalah sikap berserah diri sepenuh hati dalam semua hal. Banyak ayat Al-Qur`an yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bertawakal.

Di samping itu, sikap tawakal juga merupakan obat paling mujarab yang sering dilupakan kaum muslimin.

Dengan bertawakal, seseorang akan merasakan kenyamanan dalam hatinya. Sehingga, dengan izin Allah, semua penyakit akan sembuh.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kita dengar kisah tawakal yang dialami sekelompok orang. Di antaranya adalah tawakal orang-orang yang ditimpa musibah dalam beragam bentuknya.

Di antara kisah itu dimuat oleh seorang dokter dari Arab Saudi, Dr. dr. Khalid bin Abdul Aziz Al-Jabir dalam bukunya Musyahadat Thabîb Qashash Waqi’iyah.
 
Mari kita simak kisahnya berikut ini.

Saya telah melakukan operasi kepada seorang anak bayi yang belum genap berumur dua tahun.

Dua jam setelah operasi, anak ini mengalami pendarahan yang cukup hebat pada saluran pernapasannya disebabkan oleh adanya luka pada urat nadi yang menuju saluran ini.

Kejadian ini tidak ada kaitannya secara langsung dengan operasi yang baru saja dilakukan.
Akibatnya, anak itu mengalami sesak nafas yang memicu kegagalan jantung.

Jantungnya berhenti bekerja selama empat puluh lima menit. Setelah itu –Alhamdulillah– jantungnya kembali bekerja. Biasanya dalam kondisi seperti ini kemungkinan terjadinya kematian otak sangat tinggi sekali.

Ketika kejadian ini kami jelaskan kepada ibunya, sang ibu tidak berkata-kata apa-apa kecuali hanya mengucapkan,

“Hasbiyallahu wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah untukku, dan ia sebaik-sebaik Pelindung). Ya Allah sembuhkanlah ia jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya.”

Kemudian ia pergi menengok anaknya seraya membaca Al-Qur`an dari mushaf kecil yang berada di tangannya.

Dua minggu kemudian, terlihat bahwa organ otak anak tersebut sama sekali tidak terpengaruh oleh kejadian itu.

Dua hari berikutnya, anak itu mengalami pendarahan serupa, dan tiap kali kondisinya kelihatan membaik ia mengalami pendarahan lagi, akan tetapi ibunya tidak mengucap selain,

“Hasbiyallahu wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah untukku, dan ia sebaik-sebaik Pelindung).”

Dokter sepesialis THT (Telinga Hidung Tenggorokan) berhasil mengatasi masalah pendarahan di saluran pernafasan anak tersebut, sehingga kondisi kesehatan anak itu menunjukkan kemajuan secara perlahan

Akan tetapi, tiba-tiba ia terkena kebocoran otak yang hampir merenggut nyawanya. Ibunya selalu mengulang-ulang doa,

Hasbiyallahu wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah untukku, dan ia sebaik-sebaik Pelindung).”
Sang ibu tetap setia membacakan Al-Qur`an dari mushaf kecil yang berwarna biru kepada anaknya.

Setelah para dokter berhasil mengatasi kebocoran di otaknya, anak itu mengalami keracunan di seluruh tubuhnya dibarengi dengan kegagalan ginjal.
Sehingga, kondisinya sangat mengkhawatirkan sekali, sementara itu ibunya selalu melantunkan bacaan,
“Hasbiyallahu wa ni’mal wakil (Cukuplah Allah untukku, dan ia sebaik-sebaik Pelindung).”

Ibu itu juga selalu berdoa, “Ya Allah, sembuhklanlah anakku jika kesembuhan adalah yang terbaik untuknya.”

Setelah kondisi keracunan dan kegagalan ginjal membaik sedikit demi sedikit, ternyata anak itu mengalami radang selaput pembungkus jantung dan sekitar tulang rongga dada.

Kondisi yang di alami anak itu mengharuskan adanya operasi baru membuka rongga dadanya untuk mengatasi radang tersebut.

Enam bulan setelah terbaring di ruang pemulihan, anak itu dipindahkan ke bagian bedah jantung khusus anak.

Anak itu tiba di bagian operasi dalam kondisi yang mengenaskan, tidak bisa melihat, tidak bisa mendengar dan tidak bisa berjalan, dengan dada terbuka.

Akan tetapi ibunya terlihat sangat tegar dengan penuh harap kepada Allah Ta’ala.

Setiap dokter yang datang akan melihat ibu tersebut berada di sisi anaknya dengan membaca Al-Qur`an dari mushaf kecil berwarna biru yang selalu melekat di tangannya.

Tiga bulan telah berlalu, anak itu keluar dari bagian bedah jantung khusus anak dengan kondisi bisa melihat, bisa berbicara, bisa mendengar dan berjalan sendiri seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa atas dirinya

Semua ini berkat karunia dari Allah Ta’ala, di samping ketegaran ibunya dalam berharap kepada Allah Ta’ala, yang selalu beritsighatsah dan meminta pertolongan kepada Yang Maha Perkasa, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang dan Maha Penyembuh.

Satu setengah tahun kemudian, di rumah sakit ini saya melihat wanita tersebut menggendong bayi mungil, dan dia ditemani oleh suaminya.

Di sisi mereka ada anak kecil yang dahulu pernah berjuang melawan berbagai penyakit di rumah sakit ini yang sekarang ia dalam keadaan yang baik.

Setelah bertanya kepada mereka, saya baru mengetahui bahwa anak yang pernah sakit tersebut terlahir setelah sang ibu mengalami kemandulan selama lima belas tahun, anak itu adalah anak pertamanya.

Alangkah hebatnya ibu itu. Setelah ia bersabar selama lima belas tahun akhirnya ia mendapatkan seorang anak, tetapi kegembiraannya terampas saat anaknya mengalami sekian banyak penyakit.
Walaupun begitu ia tetap bersabar dan berharap kepada Allah Ta’ala.

Patut kita ucapkan selamat kepada wanita ini, ia telah membuktikan keimanannya terhadap takdir Allah, yang buruk secara zahir maupun yang baik, dan ia telah menunjukkan keikhlasan tawakalnya kepada Allah Ta’ala.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bertawakal kepada Allah Ta’ala di setiap urusan kita.


[Abu Syafiq/BersamaDakwah]
Lengkapnya Klik DISINI

SEBENARNYA SIAPAKAH ISTERI ?"

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

(Sebuah Renungan Akhir Pekan)

Orang selalu berkata, "ada bekas istri/suami, tapi tidak ada bekas anak atau bekas orangtua".

Seorang Profesor melakukan riset kecil kepada mahasiswa2 nya yang sudah berkeluarga. Dia lalu meminta 1 orang mahasiswa untuk maju ke depan papan tulis.

Professor : "Tuliskan 10 nama orang yang paling dekat denganmu."
Lalu mahasiswa itu menulis 10 nama, ada nama tetangga, orgtua, teman kerja, istri, anaknya, saudara, dst.

Profesor : "Sekarang silahkan pilih 7 orang diantara 10 nama tsb yang kamu benar2 ingin hidup terus bersamanya."

Mahasiswa itu lalu mencoret 3 nama.

Profesor : "Silahkan coret 2 nama lagi." Tinggalah 5 nama tersisa.

Profesor : "Coret lagi 2 nama."

Tersisalah 3 nama yaitu nama ibu, istri & anak.

Suasana kelas jadi hening. Mereka mengira semuanya sudah selesai & tak ada lagi yang harus dipilih.
Tiba2 Profesor itu berkata : "Silahkan coret 1 nama lagi!"

Mahasiswa itu tertegun untuk sementara waktu. Lalu ia dengan perlahan mengambil pilihan yang amat sulit itu dan mencoret nama ibunya.

Profesor : "Silahkan coret 1 nama lagi!"

Hati sang mahasiswa makin bingung. Suasana kelas makin tegang. Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yg terbaik. Mahasiswa itu kemudian mengangkat spidolnya & dengan sangat lambat ia mencoret nama anaknya. Pada saat itulah sang mahasiswa tidak kuat lagi membendung air matanya, ia menangis. Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang kuliah. Setelah suasana lebih tenang, Sang Professor akhirnya bertanya kepada mahasiswa itu, "Kamu tidak memilih orang tua yang membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang adalah darah dagingmu; kenapa kamu memilih istrimu? Toh istri bisa dicari lagi kan?"

Semua orang di dalam ruang kuliah terpana menunggu jawaban dari mulut mahasiswa itu. Lalu mahasiswa itu berkata lirih, "Seiring waktu berlalu, orang tua saya harus pergi & meninggalkan saya. Demikian juga anak saya. Jika dia sudah dewasa lalu menikah. Artinya dia pasti meninggalkan saya juga. Akhirnya orang yang benar2 bisa menemani saya dalam hidup ini, bahkan yang dengan sabar dan setia mendampingi dan mensupport saya saat tertatih dan terseok2 berjalan menghadapi himpitan kehidupan untuk meraih karir hanyalah ISTRI saya".

Setelah menarik nafas panjang dia melanjutkan, "Orangtua & anak bukanlah saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan. Sedangkan isteri? Saya sendirilah yang memilihnya dari sekian banyak wanita yang ada di dunia".

nemu di facebook

Lengkapnya Klik DISINI

BAHASANYA VULGAR. APA ADANYA TAPI KITA WAJIB TAHU

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Barusan nonton Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimpulannya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.

Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir.
Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat,
bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.

Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.

Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.

Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha pornografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri pornografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis pornografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.

Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar pornografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan pornografi (porn addiction).

Yang perlu diketahui, porn addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi porn addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan pornografi itu berjenjang.

Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)

Begitupun dengan pornografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.

Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak sex addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan sex.

Ada lagi anak 10 tahun yang menyodomi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyodomi)

Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak porn addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.

Kalau anak normal keponya cuman "sex itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak porn addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p***s ke dalam v****a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.

Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi incest. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memperkosa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)

80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.

Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amrika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).

Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l sex) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).

Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ciuman sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ciuman bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).

Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi porn awareness. Tapi ga pernah digubris.

UU pornografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).

Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.

Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.

Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.

Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.

Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.

Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com (penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"

Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing

Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.

Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Pornografi".

Sorry, just sharing. Karena kita ga bisa kerja sendiri. Butuh KAMU...
IYA KAMU... 

Butuh KAMU buat ikutan. Semoga kita bisa merintis perbaikan. Semoga negeri ini jadi lebih baik nantinya.

Lengkapnya Klik DISINI

Lebih Baik Dompet Tipis Daripada Banyak Hutang!

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

tips cara agar terhindar dari tagihan kartu kredit dan asuransi

Dompet saya menipis, isinya hanya 2 kartu debet, 2 SIM A & C, dan 1 KTP, serta beberapa lembar uang sadja..

Tidak ada lagi 4 kartu kredit yang dulu membuat sesak..
Tidak ada lagi kartu member 3 asuransi yang saya dulu ikuti..
Tidak ada kartu-kartu belanja diskonan dari berbagi toko yang menjebak memaksa belanja...

Dompet saya makin tipiss..
Tidak masalah disebut gak gaul karena gak punya banyak kartu kredit..
Gak masalah dibilang gak safety karena gak tercover asuransi..
Toh tiap hari kita diajarkan berdoa dalam sholat: inna sholati, wanusuki, wamahyaya, wamamati, Lillahirobbilalamin..
"Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk ALLAH Tuhan semesta alam.."

Dompet makin tipisss..
Mau ada tawaran cicilan gadged 12 bulan 0% pun dah gak nafsu lagi.. Tiba-tiba hilang semua nafsu belanja..
Kalo ada uang dan pas butuh ya beli cash, kalau gak butuh ya gak usah beli.. Gak pegang dana ya gak usah maksa mencicil yang bikin "mecicil"..

Tiba-tiba selama 8 bulan ini tidak ada lagi kertas-kertas tagihan kartu kredit dan premi asuransi..
Tak ada pak pos dan kurir yang mengetuk pintu lagi..
Duluuu.. Tiap dapat setumpuk tagihan kartu kredit, mules tiap melihat angka-angka interest... Interest.. Yang tak berkesudahan! Bunga kok berbunga... Bayar sedikit eh berbunga lagi.. Kejamnya dunia..

Lalu biasanya nyesel..
Ya ampuun! Kemarin nyicil beli ini pakai kartu ini..
Duuh! Nyicil yang itu gesek pakai yang itu..
Ampuun deh! Makan bareng keluarga aja bayarnya pakai kartu utangan.. Sepanjang jalan pulang dari restoran, yang masuk ke perut adalah makanan-makanan utangan dengan akad riba bunga berbunga...
Geseeek teruus!
Hajaarrr teruus!!
Mainkan sekarang.. Urusan belakangan!

Rejeki dari Allah itu PASTI cukup untuk hidup, tapi tak akan pernah cukup untuk gaya hidup...

Ada kawan yang punya 10 kartu kredit, 9 dipotong, tinggal 1 yang enggak..
"Buat jaga-jaga mas, kalo mendesak.."
"Berarti kamu gak percaya sama Allah, kamu masih menjagakan kartu utangan itu untuk kebutuhanmu, kalau tawakal pada Allah itu total, maka setiap ada kebutuhan ya minta dan bersandar pada Allah... Soal jalannya, biar Allah yang akan menentukan 'min haitsu la yahtasib'.. Dari jalan yang tidak terduga-duga.."

Dia bengong..

"Bro.. Semut itu keluar lubang rejekinya dijamin sama Allah, cicak nempel di dinding dapat makanan hewan bersayap yang bisa terbang.. Nyamuk! Kamu yang sehari lima kali sholat jengkang-jengking nyembah Allah Yang Maha Kaya, masak sih gak dijamin olehNya?"

Akhirnya kartu utang terakhirnya itu bernasib sama, dedel duel dipotong-potong dengan gemesssnya..
Perang melawan nafsu itu sungguh luar biasa!

Ketika kita beradzam bebas hutang.. Meninggalkan riba, tauhid kita diuji..
Kesabaran kita pun harus nambah berkali-kali..
Namun ratusan testimoni di Facebook ini jadi saksi, orang-orang yang bertaubat pada Allah, lalu berazam (bercita-cita mentooook bebas utang),
Allah hadirkan kemudahan...
Kemudahan...
Kemudahan..
Kemudahan..
Kemudahan.. dari jalan yang tidak terduga-duga..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ “Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.” [HR. Ibnu Majah no. 2400]

Sekarang lihat dompetmu..
Masih terasa sesak dengan beban yang nancep sakiiittt di hati?
Atau sudah enteng? yang bikin tenang saat ibadah pada Illahi.

Sumber
Lengkapnya Klik DISINI

Wanita Yang Melayani Suami Dan Anaknya Dengan Ikhlas, Akan Dihapus Dosa-Dosanya

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!
keluarga kita
Sebagai Seorang Istri , wanita muslimah mempunyai kewajiban untuk melayani Suaminya . memnuhi segala kebutuhan suaminya tanpa terkecuali. seperti misalnya dengan mencucikan baju , memasakkan , dan juga menjahitkan baju untuk suami dan anak-anaknya.

Nabi Muhammad SAW bersabda : Wahai Fatimah, wanita yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar , Allah SWT menghapus dosa-dosanya . dan Allah SWT akan mengenakannya seperangkat pakaian hijau. dan dicatatkan untuknyadari setiap helai bulu dan rambut ditubuhnya seribu kebaikan . wanita yang tersenyum di hadapan suaminya , Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.”

Mencuci Pakaian apabila di pandang sekilas, adalah perkerjaan yang sepele namun kalau di perhatikan lebih jauh, maka mencuci baju termasuk bagian dari tugas wanita yang mulia, asalkan di lakukan dengan hati yang ikhlas. hal ini sebagaimana yang di sampaikan oleh sahabat Abdullah bin mas’ud , terkait sabda Rasulullah SAW  :

“Ketika seorang wanita mencucikan pakaian suaminya , maka Allah memberi seribu kebagusan , di hapuskan seribu kesalahan , di angkat derajatnya seribu kali lipat dan seluruh makhluk yang terkena cahaya matahari memintakan ampun terhadap dirinya. (reportaseterkini)



Lengkapnya Klik DISINI

Bagi Para Ayah, Tetaplah Sabar Menggenggam Gundah!

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Subuh tadi saya melewati sebuah rumah, 50 meter dari rumah saya dan melihat seorang isteri mengantar suaminya sampai pagar depan rumah.

"Yah, beras sudah habis loh..." ujar isterinya.
Suaminya hanya tersenyum dan bersiap melangkah, namun langkahnya terhenti oleh panggilan anaknya dari dalam rumah,

"Ayah..., besok Agus harus bayar uang praktek".
"Iya..." jawab sang Ayah.

Getir terdengar di telinga saya, apalah lagi bagi lelaki itu, saya bisa menduga langkahnya semakin berat.
Ngomong-ngomong, saya jadi ingat pesan anak saya semalam,

"besok beliin lengkeng ya" dan saya hanya menjawabnya dengan "Insya Allah" sambil berharap anak saya tak kecewa jika malam nanti tangan ini tak berjinjing buah kesukaannya itu.

Di kantor, seorang teman menerima SMS nyasar,
"jangan lupa, pulang beliin susu Nadia ya".
Kontan saja SMS itu membuat teman saya bingung dan sedikit berkelakar, "ini, anak siapa minta susunya ke siapa".
Saya pun sempat berpikir, mungkin jika SMS itu benar-benar sampai ke nomor sang Ayah, tambah satu gundah lagi yang bersemayam. Kalau tersedia cukup uang di kantong, tidaklah masalah.
Bagaimana jika sebaliknya?

Banyak para Ayah setiap pagi membawa serta gundah mereka, mengiringi setiap langkah hingga ke kantor. Keluhan isteri semalam tentang uang belanja yang sudah habis, bayaran sekolah anak yang tertunggak sejak bulan lalu, susu si kecil yang tersisa di sendok terakhir, bayar tagihan listrik, hutang di warung tetangga yang mulai sering mengganggu tidur, dan segunung gundah lain yang kerap membuatnya terlamun.

Tidak sedikit Ayah yang tangguh yang ingin membuat isterinya tersenyum, meyakinkan anak-anaknya tenang dengan satu kalimat, "Iya, nanti semua Ayah bereskan" meski dadanya bergemuruh kencang dan otaknya berputar mencari jalan untuk janjinya membereskan semua gundah yang ia genggam.

Maka sejarah pun berlangsung, banyak para Ayah yang berakhir di tali gantungan tak kuat menahan beban ekonomi yang semakin menjerat cekat lehernya. Baginya, tali gantungan tak bedanya dengan jeratan hutang dan rengekan keluarga yang tak pernah bisa ia sanggupi. Sama-sama menjerat, bedanya, tali gantungan menjerat lebih cepat dan tidak perlahan-lahan.

Tidak sedikit para Ayah yang membiarkan tangannya berlumuran darah sambil menggenggam sebilah pisau mengorbankan hak orang lain demi menuntaskan gundahnya. Walau akhirnya ia pun harus berakhir di dalam penjara. Yang pasti, tak henti tangis bayi di rumahnya, karena susu yang dijanjikan sang Ayah tak pernah terbeli.

Tak jarang para Ayah yang terpaksa menggadaikan keimanannya, menipu rekan sekantor, mendustai atasan dengan memanipulasi angka-angka, atau berbuat curang di balik meja teman sekerja. Isteri dan anak-anaknya tak pernah tahu dan tak pernah bertanya dari mana uang yang didapat sang Ayah. Halalkah? Karena yang penting teredam sudah gundah hari itu.

Teramat banyak para isteri dan anak-anak yang setia menunggu kepulangan Ayahnya, hingga larut namun yang ditunggu tak juga kembali. Sementara jauh disana, lelaki yang isteri dan anak-anaknya setia menunggu itu telah babak belur tak berkutik, hancur meregang nyawa, menahan sisa-sisa nafas terakhir setelah dihajar massa yang geram oleh aksi pencopetan yang dilakukannya. Sekali lagi, ada yang rela menanggung resiko ini demi segenggam gundah yang mesti ia tuntaskan.

Sungguh, diantara sekian banyak Ayah itu, saya teramat salut dengan sebagian Ayah lain yang tetap sabar menggenggam gundahnya, membawanya kembali ke rumah, menyertakannya dalam mimpi, mengadukannya dalam setiap sujud panjangnya di pertengahan malam, hingga membawanya kembali bersama pagi. Berharap ada rezeki yang Allah berikan hari itu, agar tuntas satu persatu gundah yang masih ia genggam.
Ayah yang ini, masih percaya bahwa Allah takkan membiarkan hamba-Nya berada dalam kekufuran akibat gundah-gundah yang tak pernah usai.

Ayah ini meyakini bahwa Allah tidak akan menguji seorang hamba kecuali sebatas hamba tersebut mampu memikulnya, dan Ia selalu berprasangka baik kepada Allah dengan meyakini bahwa tiada cobaan yang tidak berakhir dan Jalan keluar selalu akan datang kepada hamba-hamba yang hanya bersandar pada pertolongan dan kasih sayangNYA semata.

Para Ayah ini, yang akan menyelesaikan semua gundahnya tanpa harus menciptakan gundah baru bagi keluarganya. Karena ia takkan menuntaskan gundahnya dengan tali gantungan, atau dengan tangan berlumur darah, atau berakhir di balik jeruji pengap, atau bahkan membiarkan seseorang tak dikenal membawa kabar buruk tentang dirinya yang hangus dibakar massa setelah tertangkap basah mencopet.

Dan saya, sebagai Ayah, akan tetap menggenggam gundah saya dengan senyum. Saya yakin, Allah suka terhadap orang-orang yang tersenyum dan ringan melangkah di balik semua keluh dan gundahnya.
Semoga.



Penulis: Bayu Gautama

Lengkapnya Klik DISINI

Wanita Adalah Lautan

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

 
Wanita adalah lautan merupakan kajian tentang kepribadiannya; tentang siapakah ia sesungguhnya, watak dan karakternya, lalu dia akan mengembara untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.

Terkadang dia mencoba menjadi sosok wanita serius, berpenampilan formal, tenang, tegar, ucapan dan pandangannya berwibawa, jawaban-jawabannya tegas, tidak cengeng, orang-orang di sekelilingnya merasa segan dengan keberadaannya dan suaminya merasa selalu ingin memilkinya. Kemungkinan besar dia merasa cocok dengan karakter ini.

Atau mencoba menjadi sosok wanita lugu, gaya bicaranya lembut, pelan, penuh penghayatan, berusaha selalu menghiasi bibirnya dengan senyum menawan meskipun dalam keadaan susah, sesekali mampu membuat suasana segar dengan canda dan tawa dan berusaha agar suaminya dan orang-orang yang hidup bersamanya tidak jenuh.

Atau menjadi sosok wanita psikiater yang lihai membaca dan memainkan gejolak emosi orang-orang di sekelilingnya, lalu sedikit demi sedikit, dia berhasil membuat mereka introspeksi diri dan tanpa dikomando, mereka membuka diri untuk bercerita dan berbagi dengannya.

Atau menjadi wanita yang bersahaja, tidak tampak kelebihan dalam dirinya ketika kali pertama melihatnya, tetapi setelah berinteraksi secara intens dengannya, ia menampakkan sebagai pribadi yang luar biasa.

Dia berjiwa besar, pemaaf, mudah melupakan kesalahan orang lain, suka membalas kebaikan, rela berkorban, dan memberi tanpa mengharap imbalan. Semua ini adalah karakter dasarnya yang tertutup dengan penampilannya yang biasa nan bersahaja.

Atau mungkin dia menemukan dirinya sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi, dengan selalu mengedepankan kasih sayang dan rasa kekeluargaan sehingga dia mampu mengantar suaminya dekat dengan sanak saudara mereka berdua, menyinari mereka semua dengan cahaya yang penuh dengan kekerabatan, tanggung jawab, dan cekatan. Sehingga mereka semua merasa dekat dengannya dan menganggap sebagai bagian inti keluarga.

Atau sosok intelektual dengan segudang pengalaman, pengetahuan, dan hobi membaca. Ia bagai keranjang buah ilmu dan kebijaksanaan yang memperkaya suasana dalam keluarga, selalu berusaha memilihkan hal-hal manis yang tersimpan di balik akal cerdasnya. Berbicara dengannya seakan memakan buah pir yang sekaligus menghilangkan dahaga.

Dan yang terpenting setelah engkau menemukan karakter dan jati dirimu yang sesungguhnya adalah berusaha mengasah sifat-sifat yang dapat menyenangkan suamimu. Jikalau dia suka dengan pengetahuan, bisikkan ilmu di telinganya.

Apabila dia seorang yang suka pujian, penuhi sakunya dengan sanjungan. Jika dia seorang yang menyukai kemolekan tubuh, maka berjalanlah di depannya. Dikutip dari tulisan Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Dawud. [Abu Syafiq/BersamaDakwah]


Lengkapnya Klik DISINI

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Sahabat Ummi, dimasa sekarang ini telah terjadi pergeseran perilaku akibat perkembangan teknologi. Salah satunya adalah kecenderungan anak-anak bahkan termasuk balita yang lebih banyak duduk di depan TV atau barang elektronik lainnya (HP, Komputer, Laptop) sehingga anak menjadi kurang gerak dan hal ini bisa terbawa menjadi kebiasaan sampai mereka menjadi dewasa. 

Dampak negatif dari kebiasaan anak yang terlalu lama menonton TV dan bermain game di HP atau komputer adalah:
1. kurang berkembangnya motorik halus maupun motorik kasarnya
2. daya kreasi anak juga kurang terasah
3. kecenderungan memiliki berat badan berlebih karena kurang bergerak 
4. terpapar efek negatif dari tayangan televisi yang kurang edukatif
5. terpapar efek negatif dari jenis game yang sarat kekerasan
6. anak tidak belajar bersosialisasi. 

Karena itu sebaiknya orangtua dapat mengalihkan perhatian anak dari TV dan HP/komputer.
Dan berikut ini adalah hal yang dapat orang tua upayakan untuk menjauhkan anak dari TV dan bermain game: 

1. Ajak anak untuk bermain   

Anak terutama balita sebenarnya sangat menyukai berbagai permainan bersama orangtuanya. Ajak anak untuk bermain, misalnya: petak umpet, kejar-kejaran, atau perang bantal. Sudah pasti seru. Lihatlah berbagai ekspresi gembira anak: tertawa lepas, melompat dan berteriak kegirangan. 

2. Ajak pula anak untuk mencari ide permainan yang seru 

Misalnya: memasukkan bola ke ember atau keranjang yang besar. Selain mengasah motorik anak, juga akan menstimulasi kecerdasannya untuk berfikir mencari ide-ide yang menarik. Saat anak menikmati bermain, maka akan lebih mudah bagi ibu untuk mengalihkan perhatiannya dari TV dan game. 

3. Mengajak berolahraga 

Terdapat berbagai jenis olahraga yang bisa dilakukan sesuai keterampilan dan umur anak. Untuk anak balita: dapat diajarkan cara menendang dan menangkap bola. Jenis olahraga yang tak kalah menarik adalah: berenang atau bersepeda. 

4. Menamkan kebiasaan membaca buku 

Tumbuhkan kecintaan membaca buku kepada anak sejak dini. Untuk balita, dapat diajarkan dengan mengenal buku dan melihat buku cerita bergambar dan menceritakan kisahnya kepada anak. 

5. Membuat agenda kegiatan positif bagi anak 

Terkadang anak terlalu sering menonton TV dan bermain game dikarenakan dia tidak paham harus melakukan apa untuk mengisi waktunya. Karena itu,  sebaiknya orangtua membuat agenda kegiatan positif bagi anak, sehingga anak tidak terpaku pada TV dan game saja. Misalnya: pagi: mewarnai, siang: menempel gambar dari potongan majalah, sore: dibacakan cerita. Sampaikan agenda tersebut kepada anak dan jangan lupa, ibu harus konsisten menjalankan agenda yang telah disusun. 

6. Jelaskan dampak negatif menonton TV dan bermain game 

Berikan pengertian kepada anak akan dampak negatif menonton TV dan bermain game. Saat anak memahaminya, maka akan lebih mudah bagi orangtua untuk membatasi kegiatan ini. 

Pada intinya, buatlah anak untuk dapat melihat bahwa terdapat banyak kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat selain menonton TV dan bermain game. Dan juga bahwa terdapat banyak dampak negatif dari tayangan TV dan game. Sebaiknya orangtua juga  tidak terlalu longgar dalam menegakkan peraturan di rumah untuk menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab pada anak. Semoga bermanfaat.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:
Nama pena: Artisha Hasna Kamila ( Nama asli: Artis Hardiyati )
~ Menulis untuk menebar semangat kebaikan, amar ma’ruf nahi mungkar ~ 

Fb: artis hardiyati
Blog: myshalihah.blogspot.com

Lengkapnya Klik DISINI

JANGAN ASAL MEMILIH SEKOLAH JANGAN MEMILIH SEKOLAH ASAL

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

 

CARA SEDERHANA MEMILIH SEKOLAH YANG BAIK UNTUK ANAK KITA.

Tidak perlu banyak teori yang berbelit-belit, tidak perlu harus ada label unggulan, favorit atau akreditasi A

Tapi perhatikanlah baik-baik hal-hal sebagai berikut:

1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.

Jika ke kita saja tidak ramah apa lagi nanti ke anak-anak kita ?

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkoordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita di sekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitmen pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?

Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya.

Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.

Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba - seperti berita2 investigasi di tv).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan;

jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor, jorok dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan dan kesehatan anak kita. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

www.ayahkita.blogspot.com
by ayah edy

Lengkapnya Klik DISINI

Ketika Para Suami Mengeluhkan Istri Banyak Bicara

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Jika para istri mengeluhkan suami mereka yang diam, maka para suami mengeluhkan istri mereka banyak bicara. Kami juga menyadari hal ini.
Sebuah riset ilmiah membuktikan, pada umumnya wanita lebih sering menggunakan otak kanannya, bagian otak ini mempunyai keistimewaan dalam daya khayal, emosi, kreasi, dan membenci ungkapan singkat. Selain itu, mereka senang mengungkapkan perasaannya dengan bahasa yang lugas, suka mengulang-ulang, dan membisikkan kata-kata rayuan. Berbeda dengan lelaki yang merasa cukup dengan mengangguk dan melihat saja. Banyak riset membuktikan berbicara dan mengungkapkan dengan bahasa lisan termasuk ciri khusus wanita.

Ketika wanita berbicara sebenarnya dia sedang menginginkan berapa hal, yaitu:
1. Ketenangan dan kenyamanan. Dalam berbicara ada orang yang bersedia turut serta memikirkan masalah yang dihadapinya. Wanita adalah makhluk lemah yang membutuhkan orang lain, agar ia merasa ada yang membantu dan mendukungnya. Ketika istri Anda mengajak bicara, itu artinya dia sengaja mengingatkan dirinya Anda bersamanya dan turut menanggung beban permasalahannya. Karena itu, jangan sampai Anda memotong perkataannya, dan jangan Anda memberikan jalan keluar atas masalah yang sedang dihadapinya. Tapi doronglah dia untuk meneruskan ucapannya.

2. Cinta baru. Wanita meyakini dialog akan menyegarkan cinta.

3. Berpikir dengan suara keras. Kita semua tahu, lelaki lebih suka menyendiri dengan permasalahan yang dihadapinya dan tidak suka orang lain turut campur. Lain dengan wanita yang justru suka membeberkan permasalahan tersebut bersamanya.

4. Menyampaikan informasi tertentu. Wanita berpendapat dengan banyak berdialog dapat menyampaikan informasi pada pihak lain dengan cara yang lebih mengena dan detail.

“Aku tidak punya waktu untuk mendengarkan. Aku ingin istirahat sebentar…!”
itulah ungkapan salah seorang sahabat ketika saya menyampaikan pentingnya mendengarkan sang istri dan untuk tidak tersinggung oleh omongannya. Saya bertanya kepadanya,

“Saya lihat kamu sabar mendengarkan perkataanku dan perkataan puluhan orang yang engkau jumpai selama sehari yang penuh aktivitas. Jika kamu sabar mendengarkan kami, mengapa ketika istrimu datang dan berbicara denganmu, kamu justru tidak memberinya kesempatan?”

Dia menggelengkan kepala sebagai tanda tidak mengakui gugatan saya tadi, lalu saya melanjutkan,

“Siapa yang lebih lelah, lebih capek, dan penuh jerih payah, kamu ataukah Rasulullah?”

Dia menjawab, “Tentu Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Saya bertanya lagi, “Siapa yang waktunya lebih berharga, kamu atau Rasulullah?”

Dengan raut muka keheranan, dia menjawab, “Tentu Rasulullah. Mengapa kamu mengajukan pertanyaan aneh ini?”

Lalu saya mengatkaan padanya, “Ada sebuah hadits Nabi yang disebutkan dalam Shahih Muslim. Dengarkanlah hadits ini dengan hatimu karena hadits ini panjang dan sangat berharga.”

‘Aisyah meriwayatkan ada 11 wanita yang berjanji dan sepakat untuk menceritakan semua hal tentang suami mereka.

Wanita pertama menceritakan, “Suamiku ibarat daging unta kerempeng yang berada di puncak gunung tanpa daratan yang dapat didaki dan tidak ada yang mau mengambilnya.”

Wanita kedua mengatakan, “Aku tidak akan membeberkan cerita tentang suamiku karena aku takut tidak dapat berhenti. Kisahnya sangat panjang. Jika aku beberkan, aku takut akan mengungkap rahasia dan aibnya.”

Wanita ketiga mengeluh, “Suamiku tinggi sekali. Namun, jika aku bicara, dia akan mentalakku, dan jika aku diam, dia membiarkanku terkatung-katung”

Wanita keempat memuji, “Suamiku ibarat udara pegunungan di malam hari, tidak panas dan tidak dingin. Nyaman dan tidak membosankan.”

Wanita kelima juga memuji, “Suamiku ketika pulang ke rumah langsung tidur seperti macan (tidur pulas). Ketika keluar rumah, dia seperti singa (pemberani) dan tidak pernah mempertanyakan harta bendanya (percaya pada istri).”

Wanita keenam bangga, “Suamiku bila makan sangat lahap dan bila minum tanpa ada yang tersisa. Apabila tidur, dia beselimut (sopan) dan tidak meraba-raba aib tubuhku.”

Wanita ketujuh meratap sedih, “Suamiku seorang yang garang, angker dan pendiam. Semua kejelekan ada pada dirinya. Dia dapat melukai, memukul atau bahkan melakukan keduanya padamu.”

Wanita kedelapan memuji, “Suamiku wangi seperti Zarnab (sejenis daun) dan sifatnya terus terang.”

Wanita kesembilan juga memuji, “Suamiku rumahnya luas dan badannya tinggi. Dia sangat dermawan dan banyak orang yang mendatangi rumahnya.”

Wanita kesepuluh berkata bangga, “Suamiku orang kaya. Tidak ada yang lebih kaya darinya. Dia mempunyai banyak unta yang sering berada di kandang dan jarang keluar. Ketika mendengar suara tongkat cambuk, unta itu pasrah: dia pasti akan disembelih sebagai jamuan.”

Wanita kesebelas membuat kiasan, “Suamiku Abu Zar. Maksudnya apa? Dia memberiku banyak anting-anting, membuatku gemuk dan bangga. Sebelum menikah, aku hanyalah seorang penggembala domba. Namun, setelah menjadi istrinya, aku menjadi pemilik kuda dan unta. Selain itu, aku juga mempunyai ladang yang sangat luas. Setelah menikah dengannya, aku dapat berbicara semauku tanpa ada yang menghina. Aku dapat tidur nyenyak dan minum dengan puas.

“Aku Ummu Abu Zar.  Maksudnya apa? Seorang wanita yang mempunyai banyak perabot dan rumahnya luas.

“Putraku Ibnu Abu Zar. Maksudnya apa? Dia mempunyai tempat tidur dari sebilah perlepah kurma dan cukup makan dengan tulang belikat kambing.
“Putriku Bintu Abu Zar. Maksudnya apa? Yaitu seorang putri yang taat kepada ayah dan ibunya, bertubuh gemuk dan membuat iri tetangga.

“Budak Jariyah Abu Zar. Maksudnya apa? Yaitu seorang budak yang tidak membocorkan rahasia pembicaraan, menjaga makanan, dan tidak semarangan membuang sampah.

“Suatu hari, Abu Zar keluar tanpa pikir panjang dan bertemu seorang wanita yang mempunyai 2 putra. Kedua anak tersebut bermain-main di bawah payudara sang ibu. Karena tergoda, akhirnya Abu Zar menceraikanku dan menikahi wanita tersebut. Setelah itu, aku menikah dengan seorang bangsawan penunggang kuda dengan pembawa tombak. Dia memberiku banyak karunia dan menghidangkan padaku setiap jenis makanan seraya berkata, ‘Makanlah wahai Ummu Zar’ dan berilah keluargamu.’ Seandainya seluruh pemberiannya aku kumpulkan, tidak menyamai perabotan terkecilpun milik Abu Zar.’”

Aisyah melanjutkan, “Rasulullah menanggapi, ‘Aku bagimu ibarat Abu Zar dan Ummu Zar.’” Dalam riwayat lain ditambahkan, “Hanya saja aku tidak menceraikanmu.” (HR. Muslim)

Saya melihat sahabatku begitu keheranan dengan teks hadits yang sanga aneh ini. Sambil tertawa saya mengatakan, “Tenanglah, kita tidak akan membicarakan makna hadits atau membahas apa yang dimaksud oleh para wanita tersebut. Saya hanya ingin menyampaikan padamu, bagaimana Rasulullah setia mendengarkan penuturan sang istri tanpa memotong ucapannya atau merasa bosan dan malas.

“Lebih dari itu, coba lihat bagaimana Rasulullah menanggapi penuturan sang istri dengan komentar yang sangat indah. ‘Aku bagimu ibarat Abu Zar dengan Ummu Zar.’ Hanya saja aku tidak menceraikanmu’. Mari kita lihat bersama bagaimana Rasulullah –dengan segala tugas dan tanggung jawab beratnya, masih menyempatkan diri duduk dan mendengarkan cerita sang istri yang menurut kita tidak ada manfaatnya. Namun, Rasulullah adalah guru besar kita yang memahami istri membutuhkan seseorang yang bersedia mendengarkan omongan dan ceritanya.”

Saya menoleh ke arah sahabatku sambil tersenyum. Lalu saya berkata, “Pergilah dan biarkan istrimu berbicara. Dengarkan, pahamilah kebutuhan dan keinginannya. Marilah kita ucapkan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

-aku tidak heran dengan kematian para pencinta dalam hasratnya. Tapi, aku heran dengan keabadian para perindu- [Syahida.com]

Sumber : Kitab Teruntuk Sepasang Kekasih, Karim Asy-Sadzili




Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......