Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan

Perilaku Anak ketika dekat Ibunya


Hasil gambar untuk GAMBAR anak anak 
MENGAPA ANAK-ANAK SUKA BERPERILAKU LEBIH BURUK KETIKA IBUNYA BERADA DI DEKATNYA? - Jawabnya akan membuat kita sedikit merasa berbeda tentang air mata (tangisan) dan amukan (tantrum). Akhirnya kita mendapatkan jawaban untuk pertanyaan ini, dan itu ternyata adalah sesuatu yang baik. Bagi seorang ibu sebaiknya tidak melewatkan ini. Alasan mengapa anak-anak ibu bersikap lebih buruk ketika para ibu mereka berada di sekitarnya? Ini sederhana. Jika anak anda bertindak lebih buruk di depan ibunya itu berarti bahwa anda (seorang ibu) sudah menjadi ibu yang baik, dan telah melakukan pekerjaan sebagai ibu dengan benar. Sebagai seorang ayah, saya tahu persis bagaimana anak-anak selalu dalam perilaku terbaiknya ketika mereka sedang bersama ayahnya. NAH.. drama dimulai ketika ibunya datang. Lalu mengapa mereka selalu bertindak lebih buruk di depan ibunya? Setelah kami membaca postingan menakjubkan dari Kate Surfs, kami sangat menyukainya, kami merasa begitu banyak yang ingin kami bagi dengan kalian semua. Jadi begini. Alasan mengapa anak-anak cerderung bersikap buruk ketika ibu mereka berada di sekitarnya. Ini sebuah teori yang indah, yang akan membuat kita semua merasa sedikit berbeda membuat kesimpulan tentang rengekan, air mata dan amukan, saya yakin: Karena ANDA-ANDA (para ibu) adalah tempat yang aman. ANDA adalah tempat mereka bisa datang dengan semua masalah mereka. Jika Anda tidak dapat membuat sesuatu yang lebih baik, maka siapa lagi yang bisa? (menurut mereka). Jika anak sudah berada dalam situasi yang tidak menyenangkan sepanjang hari, kemudian mereka melihat anda (ibu) datang, mereka tahu, akhirnya inilah waktu untuk melepaskan beban itu. Itu berarti melepaskan apapun, MERENGEK, MENAGIS, dll. Lelah setelah seharian dari tempat kerja, tapi itulah pekerjaan ibu. Berikan pada mereka ekspresi tanpa hambatan, dan jadilah tempat nyaman untuk pelepasan emosional baku mereka. Anda (ibu) belum sempat meluruskan kaki, jangan terkejut jika anda akan disambut di pintu dengan rengekan dan jeritan. Luar biasa, pada moment ini anda (ibu) telah menciptakan ruang yang cukup aman untuk anak-anak, dan membiarkan mereka memiliki izin menjadi ALAMI. Dan, dengan cara itu BENAR-BENAR-BENAR penting bagi anak-anak untuk menjadi alami dengan perasaan mereka, emosi mereka dan fungsi tubuh mereka. Ketika mereka tumbuh, kita pasti ingin anak-anak kita memiliki kecerdasan yang sangat berfungsi kan? dan tampa hambatan emosional yang berarti kan? JADI... anggaplah sikap buruk anak-anak itu sebagai pertanda baik. Semua karena anak-anak mencintai anda (ibu), mereka sudah menyimpannya selama seharian hanya untuk seorang ibu. CLEAR!

*Copas Fb
Lengkapnya Klik DISINI

Anak itu Butuh Alasan dan Penjelasan

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Hasil gambar untuk gambar ilustrasi anak mainOleh : Miarti
Pembaca setia. Ada beberapa fitrah anak yang wajib untuk kita pahami dan renungi.  
  • Anak itu memiliki rasa ingn tahu yang tinggi, maka sangat wajar jika mereka banyak mengkritisi.
  • Bagian dari fitrah anak adalah selalu Maka sangat wajar jika mereka butuh banyak jawaban.
  • Anak itu berada pada sebuah masa dimana hal-hal konkrit harus serba tervisualisasi. Maka sangat wajar jika mereka banyak menuntut hal-hal yang logis.
Tetapi pada faktanya, sering kita terlalu pragmatis dalam menyikapi sikap atau keinginan anak yang cenderung memaksa dan nyaris tak bisa ditunda kehendaknya. Sehingga yang sering muncul dari mulut kita adalah kalimat-kalimat penekanan, kaliamt ironisme (mengiyakan atau menyetujui dengan keterpaksaaan), atau bahkan kalimat sarkasme yang disertai celaan atau hujatan seperti; dasar anak nakal.

Pembaca setia…! Ketika kita telah berazzam untuk menjadi orang tua yang cerdas dan bijaksana, maka jangan sampai dan jangan pernah pelit berkomunikasi dengan anak. Ingat, 70 % kehidupan manusia itu komunikasi. Demikian pula dalam hal pengasuhan anak. Dan Anda harus yakin bahwa kendali moral buah hati Anda adalah komunikasi. 

Oleh karena itu, mulailah sediakan stok redaksi kalimat sebanyak mungkin untuk dapat memberikan jawaban dan penjelasan terbaik sehingga buah hati Anda puas dan tidak berulah negatif akibat ketidakpuasannya. Selanjutnya, perhatikan beberapa rambu-rambunya supaya Anda tidak terjebak dalam percobaan.
  • Gunakan kata sederhana yang spesifik
  • Jelaskan sesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak
  • Jelaskan arti fungsi dan prosedur tindakan
  • Jangan menyakiti atau mengancam
  • Perhatikan kesan yang akan muncul. Jangan sampai menggunakan gaya pemeriksa, gaya penyindir, gaya hakim atau gaya sok tahu.
Sebagai contoh, Anda boleh mencerna beberapa konteks di bawah ini.
  1. Si 2 tahun penasaran ingin main pisau
Jika buah hati Anda kedaapatan tengah bermain pisau, gunting dan atau benda tajam lainnya serta cenderung sulit untuk melepas benda tersebut. Kewajiban orang tua adalah sesegera mungkin meraih benda tessebut. Tetapi yang harus diperhatikan adalah bagaimana anak dapat melepaskan benda berbahaya tersebut dengan kepahaman. Oleh karena itu, katakanadan jelaskan dengan verbal bahwa pisau itu TAJAM. Nah, jika kalimat pertama tidak berhasil, upayakan terus mencari alasan selogis mungkin. Pilihannya pun variatif;
  • “Sayang…! Pisau itu bahaya Nak… Bukan untuk main-main. Simpan ya…!”
  • “Sayang…! Bisa bikin tangan kita berdarah lho… Tidak dimiankan ya…!”
  1. Si 4 tahun memaksa minta main game computer
Ingat, keinginan yang tinggi terhadap main game computer tidak bisa dilarang dengan keras. Jika Anda melarangnya terlalu kaku dan tanpa penjalasan yang memahamkan, maka dia akan sangat “lapar” terhadap permainan tersebut, sekalipun di rumhnya tak bisa ia dapatkan dengan sekehendak hati. Dan anak yang “kelaparan game” itu akan mencari jalan keluar walaupun bagaimana caranya. Bahkan numpang main game di rumah orang pun akan sangat mungkin ditempuhnya. Oleh karena itu, bijaklah Anda memberi rules (aturan) yang membuat buah hati Anda paham dan memiliki kendali. Jadi, kalimat yang cenderung efektif kurang lebih seperti ini ;
  • “Kakak…! Kakak boleh kok main game. Mama nggak larang. Tapi maaf ya, Kakak ingat dengan waktu. Tidak sampai lupa makan, lupa tugas, lupa sholat.”
  • “Kakak…! Komputer di rumah kita bukan hanya untuk main game. Mama sama Papa juga perlu untuk mengerjakan tugas. Jadi, bagaimana kalau kita jadwal?”
  • “Kaka…! Terlalu banyak main game itu bikin mata kita rusak. Yang lebih parah, otak kita juga bisa rusak lho…! Nggak lama-lama ya main game-nya. Khawatir Kakak jadi nggak pinter lagi.”
  1. Si 5 tahun berperilaku tidak sopan di rumah orang
Ingat pembaca…! Setiap anak yang terlahir, siapapun itu, tidak mengerti dan tidak paham terhadap apa yang disebut sopan santun, tata karma, etika, adab atau apapun istilahnya. Tetapi sesungguhnya, mereka dapat dikenalkan dan dipermanis attitude-nya dengan kebiasaan berperilaku sopan. Jika suatu saat buah hati Anda sedang memainkan atau bahkan sampai merusak barang di rumah orang, maka Anda wajib mengingatkan. Redaksi kalimatnya pun banyak pilihan.
  • “Sayang…! Bisa lebih baik ya…!”
  • “Itu bukan untuk mainan, Nak. Hati-hati ya…!”
  • “Tidak berlebihan ya…! Kalau mau apa-apa minta izin yang baik”
Pembaca setia. Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya; “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imron : 104). Maka begitu banyak PR besar yang harus kita tuntaskan. Dan memahami positif parenting adalah kemestian. Oleh kareana itu, tidak ada hal yang kecil untuk mewujudkan sesuatu yang besar. Maka sekalipun hanya seni berbicara, meski hanya nada suara yang tertata dan terpola, meski hanya bahasa tubuh, meski hanya kemampuan mendengar, meski hanya kemampuan memahami dan menyelami emosi anak, semuanya adalah upaya besar yang perlu kita tempuh dengan ikhlas, terbiasa dan istiqomah. Allohu ‘alam bish showab. Semoga menginspirasi…!

Lengkapnya Klik DISINI

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Sahabat Ummi, dimasa sekarang ini telah terjadi pergeseran perilaku akibat perkembangan teknologi. Salah satunya adalah kecenderungan anak-anak bahkan termasuk balita yang lebih banyak duduk di depan TV atau barang elektronik lainnya (HP, Komputer, Laptop) sehingga anak menjadi kurang gerak dan hal ini bisa terbawa menjadi kebiasaan sampai mereka menjadi dewasa. 

Dampak negatif dari kebiasaan anak yang terlalu lama menonton TV dan bermain game di HP atau komputer adalah:
1. kurang berkembangnya motorik halus maupun motorik kasarnya
2. daya kreasi anak juga kurang terasah
3. kecenderungan memiliki berat badan berlebih karena kurang bergerak 
4. terpapar efek negatif dari tayangan televisi yang kurang edukatif
5. terpapar efek negatif dari jenis game yang sarat kekerasan
6. anak tidak belajar bersosialisasi. 

Karena itu sebaiknya orangtua dapat mengalihkan perhatian anak dari TV dan HP/komputer.
Dan berikut ini adalah hal yang dapat orang tua upayakan untuk menjauhkan anak dari TV dan bermain game: 

1. Ajak anak untuk bermain   

Anak terutama balita sebenarnya sangat menyukai berbagai permainan bersama orangtuanya. Ajak anak untuk bermain, misalnya: petak umpet, kejar-kejaran, atau perang bantal. Sudah pasti seru. Lihatlah berbagai ekspresi gembira anak: tertawa lepas, melompat dan berteriak kegirangan. 

2. Ajak pula anak untuk mencari ide permainan yang seru 

Misalnya: memasukkan bola ke ember atau keranjang yang besar. Selain mengasah motorik anak, juga akan menstimulasi kecerdasannya untuk berfikir mencari ide-ide yang menarik. Saat anak menikmati bermain, maka akan lebih mudah bagi ibu untuk mengalihkan perhatiannya dari TV dan game. 

3. Mengajak berolahraga 

Terdapat berbagai jenis olahraga yang bisa dilakukan sesuai keterampilan dan umur anak. Untuk anak balita: dapat diajarkan cara menendang dan menangkap bola. Jenis olahraga yang tak kalah menarik adalah: berenang atau bersepeda. 

4. Menamkan kebiasaan membaca buku 

Tumbuhkan kecintaan membaca buku kepada anak sejak dini. Untuk balita, dapat diajarkan dengan mengenal buku dan melihat buku cerita bergambar dan menceritakan kisahnya kepada anak. 

5. Membuat agenda kegiatan positif bagi anak 

Terkadang anak terlalu sering menonton TV dan bermain game dikarenakan dia tidak paham harus melakukan apa untuk mengisi waktunya. Karena itu,  sebaiknya orangtua membuat agenda kegiatan positif bagi anak, sehingga anak tidak terpaku pada TV dan game saja. Misalnya: pagi: mewarnai, siang: menempel gambar dari potongan majalah, sore: dibacakan cerita. Sampaikan agenda tersebut kepada anak dan jangan lupa, ibu harus konsisten menjalankan agenda yang telah disusun. 

6. Jelaskan dampak negatif menonton TV dan bermain game 

Berikan pengertian kepada anak akan dampak negatif menonton TV dan bermain game. Saat anak memahaminya, maka akan lebih mudah bagi orangtua untuk membatasi kegiatan ini. 

Pada intinya, buatlah anak untuk dapat melihat bahwa terdapat banyak kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat selain menonton TV dan bermain game. Dan juga bahwa terdapat banyak dampak negatif dari tayangan TV dan game. Sebaiknya orangtua juga  tidak terlalu longgar dalam menegakkan peraturan di rumah untuk menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab pada anak. Semoga bermanfaat.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:
Nama pena: Artisha Hasna Kamila ( Nama asli: Artis Hardiyati )
~ Menulis untuk menebar semangat kebaikan, amar ma’ruf nahi mungkar ~ 

Fb: artis hardiyati
Blog: myshalihah.blogspot.com

Lengkapnya Klik DISINI

JANGAN ASAL MEMILIH SEKOLAH JANGAN MEMILIH SEKOLAH ASAL

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

 

CARA SEDERHANA MEMILIH SEKOLAH YANG BAIK UNTUK ANAK KITA.

Tidak perlu banyak teori yang berbelit-belit, tidak perlu harus ada label unggulan, favorit atau akreditasi A

Tapi perhatikanlah baik-baik hal-hal sebagai berikut:

1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.

Jika ke kita saja tidak ramah apa lagi nanti ke anak-anak kita ?

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkoordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita di sekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitmen pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?

Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya.

Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.

Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba - seperti berita2 investigasi di tv).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan;

jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor, jorok dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan dan kesehatan anak kita. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

www.ayahkita.blogspot.com
by ayah edy

Lengkapnya Klik DISINI

Kebohongan Publik dalam Sistem Pendidikan: Larangan Calistung di TK

Bismillahirrahmanirrahim

Kebohongan Publik dalam Sistem Pendidikan: Larangan Calistung di TK

Beberapa hari yang lalu saya twit demikian: Larangan calistung di TK / PAUD merupakan suatu pembodohan massal.

Pembodohan massal yg sungguh menyesatkan.

----------------------------------
Pernyataan saya ini bukan tanpa dasar.

Saya telah melakukan asesmen pada sekian banyak siswa TK dan SD.

Masalah yang muncul pada anak-anak adalah gangguan konsentrasi, gangguan pada perkembangan motorik kasar dan motorik halus serta gangguan komunikasi dg orang dewasa dan teman seusia, dan gangguan perilaku lainnya.

Gangguan2 tsb menyebabkan anak jadi under achiever, yaitu menampilkan kemampuan akademik & umum jauh dibawah potensi dasar yg sesungguhnya.

Pada siswa SD kelas 1-3, setelah melalui proses pemeriksaan menyeluruh, secara umum ternyata penyebabnya ada 2 (dua) yaitu Penyebab "lemahnya" anak2 kita...

Pertama adalah TV, Video, dan Game.
Kedua adalah persiapan pembelajaran di TK yg tidak tuntas.

Penyebab pertama sdh kita bahas panjang lebar beberapa waktu lalu ~> #TV #Game #Video ~ Penghambat kecerdasan

Penyebab kedua, belum kita bahas tuntas.

Banyak yg protes ketika saya menyatakan bahwa saya tidak setuju larangan belajar calistung di TK.

Saya tegaskan...

"Larangan belajar calistung di TK adalah PEMBODOHAN."

Anda yg percaya anak TK dilarang belajar CALISTUNG, juga termasuk korban yg sukses dibodohkan.

Mengapa?
Kita lanjut nanti setelah Isya smile emotikon

----------------------------------

#Pembodohan #Pertama, ada sebuah kenyataan yang kalau semua orang tahu pasti bakal terpekur. Apa itu?

Kurikulum pembelajaran sekolah2 kita sejauh ini masih banyak mengadopsi barat, sayangnya proses tiru2nya bersifat parsial. Apa maksudnya?

Baik, saya akan mencontohkan TK dan SD di barat.

Kurikulum SD yg selama ini dianggap "sulit" adl acuan dr barat, oke ~ Ortu & guru mengeluh bahwa anaknya stress bahkan menghindari sekolah.

Penyebabnya jelas, karena belum tuntas persiapan belajarnya ~ Tidak ada calistung di TK, kalaupun ada calistung dilakukan sembunyi2 oleh guru dan tidak jadi fokus utama ~ Masuk SD kelabakan.

Tadi contoh pertama adopsi yg parsial ~ mengadopsi kurikulum SD tanpa memikirkan persiapannya.

Contoh kedua adopsi yg parsial adalah mencontoh TK / kindergarten di Barat.

Saya banyak sharing dengan teman2 yg hidup di luar negeri dan anak2 mereka sekolah di sana sejak usia dini.

TK disana, tujuan pembelajarannya #psikologis, frameworknya: mendidik jd confident learner, punya wellbeing yg bagus, berkomunikasi dg baik.

Proses pembelajaran dan latihan terkait dengan latihan motorik kasar dan halus, pre reading, pre writing...
Latihan tdk terlepas dari pekerjaan membaca & menulis, meskipun tdk ada tuntutan utk lancar membaca & menulis.

Tdk ada output akademik.

Tahukah anda usia berapa anak di kindergarten / TK ~> usia 3 - 4 tahun!!! Bukan usia 5/4 - 6/7 seperti di Indonesia!

BEDA umur!!

Adopsi yg parsial, TK disana beda dengan disini!

Kemudian umur anak masuk SD disana adalah 5 tahun!
Bukan 6 atau 7 tahun seperti di Indonesia!

BEDA!!

Anak sd yang berusia 5 tahun tadi diajari CALISTUNG, dan masuk kelas 0 (NOL). Mereka sudah SD lho, sama seperti kakak2 kelasnya.

Umur 6 tahun, mereka naik kelas 1 SD dengan kondisi sudah mahir calistung dan siap menerima pelajaran / informasi yg lbh kompleks.

Bagaimana dengan anak2 Indonesia yg tidak diajari calistung di TK?
Umur 7 tahun mereka belum bisa calistung!
Sangat memprihatinkan!

Apa akibatnya bagi anak-anak Indonesia yg sudah 7 tahun dan baru belajar calistung?

Akibatnya anak-anak Indonesia banyak yang mempunyai masalah calistung pada saat kelas 1 sampai kelas 3.

Naik kelas 4, seharusnya anak sudah terkondisi mandiri belajar. Namun keadaan tidak demikian, kls 1-3 dia tidak enjoy belajar di sekolah..

... Kelas 4 & seterusnya anak sulit memahami materi pelajaran.
Pola2 ini sangat mungkin berlangsung seterusnya... smp, sma, kuliah, dst frown emotikon

Bermula dari pembelajaran PAUD / TK yang tidak tuntas. #Pembodohan #1

----------------------------------

Untuk yang masih ngeyel, kultwit dibaca dari awal, anda juga korban frown emotikon
#Selingan

----------------------------------

#Pembodohan #Kedua, Kenyataan yg akan membuat kita terhenyak karena sudah dibohongi habis2an. Apa itu?

Pernah saya bahas bahwa perkembangan kecerdasan anak sangat pesat di usia dini.

Usia 4 tahun perkembangan kecerdasan sdh 50%, usia 8 th perkembangan kecerdasan sdh 80%, dan usia 18 sdh mencapai titik kulminasi 100%.

Setelah usia 18 tahun, seseorang TIDAK akan bertambah CERDAS, hanya penambahan pengetahuan dan perbaikan pola belajar.

Pada usia dini, modalitas yang paling besar bagi pengembangan kecerdasan adalah kemampuan integrasi visual motorik perseptual.

Secara umum bisa dikatakan sbg kemampuan visual, motorik dan perseptual yg diolah otak sehingga membentuk kecerdasan.

Semakin anak mendapatkan banyak stimulus melalui visual, motorik dan perseptual maka otaknya akan berproses membentuk kecerdasan.

Proses pelatihan reading dan writing adalah stimulus yang paling hebat dalam membentuk kecerdasan.

Seorang anak yg sudah dapat membaca, akan melalui perkembangan belajar apa saja, yg sangat cepat dibandingkan sebelumnya.

Bisa membaca, menulis, berhitung...
Semakin meningkatkan kemampuan perkembangan kecerdasan anak!

Larangan membaca, menulis, berhitung di TK ~ Menghambat kecerdasan!

Bermula dari pembelajaran PAUD / TK yang tidak tuntas. #Pembodohan #2

----------------------------------

Masih mau dibodoh-bodohin, ditipu-tipu secara massal?

Masih nekat melarang calistung di TK? #mikir

----------------------------------

Mohon maaf bila ada kesalahan dan pilihan kata yg agak galak. Sesungguhnya ini bentuk kepedulian saya. InsyaAllah sahabat semua mengerti smile emotikon

Allahu Akbar


Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......