Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Tarbiyah Untukku

Tarbiyah mengajarkanku dakwah
Tarbiyah mengajarkanku arti ukhuwah
Tarbiyah mengenalkanku dengan halaqah
Tarbiyah mengajariku dengan indah

Mengajariku arti hidup sebenarnya
Membuat hari ini lebih berarti
Membuat perasaan kita lebih peka
Mengakui kesalahan

Belajar dari kesalahan
Mengambil hikmah dari setiap cobaan
Memahami setiap perbedaan
Terbiasa dengan celaan

Tarbiyah menjadikanku lebih kuat
Tak mudah tuk mengeluh
Bertahan meski banyak yang menentang
Menjadi pribadi sederhana

Tarbiyah, mengantarkanku pada sunnah
Tarbiyah mendekatkanku pada Rabbku
Tarbiyah, Memasukkan cahaya Alquran dalam hatiku


Sumber: klik

Lengkapnya Klik DISINI

Aku Mencintaimu

Hai para pujangga cinta.
sambil menikmati cahaya sang surya pada sore kali ini.
Saya akan menghibur dengan sedikit puisi untukmu
Yuk disimak

Hati ini kadang berbohong kepadamu
Mengikuti nafsu dalam diri
Namun sebenarnya
Aku mencintaimu....

Diri ini selalu melakukan banyak kesalahan,
Membuat kertas putih kehidupan penuh dengan titik dosa akan kesalahan
namun sejatinya
Aku mencintaimu....

Mata ini selalu terbuai dengan pandangan-pandangan yg terlarang,
Seakan diri akan lupa dengan ancamanmu
Tapi Sebenarnya
Aku mencintaimu.....

Kaki ini selalu melangkah ke dalam jurang kemaksiatan.
Mengotori janji janji suci yg dulu kuikrarkan
Padahal sebenarnya.
aku mencintaimu....

Dikalaku bersedih kau selalu mendengarkan cerita pilu.
Dikalaku senang kau tersenyum manis walau ku sering melupakanmu.
Dikalaku sakit ku merintih pertolonganmu namun saat ku sehat, ku selalu acuh padamu.
 
Padahal kau tetap menjagaku.....
Andai kata engkau jahat padaku,
Maka aku menjadi orang yg panik.
Andai kata engkau marah padaku.
Maka habislah riwayat hidupku
Andai kata engkau acuh dan lupakanku
Maka kehampaan selalu menemaniku.
Maafkan....
Maafkan....
Maafkan aku, Tuhan....
 
Sungguh,
Sebenarnya aku sangat mencintaiMu.
Berilah petunjuk, kekuatan dan Rahmat-Mu disetiap Jalan Hidupku.
Mau sharing tentang cinta dan cara ber-komunikasi?
 
Yuuk follow twitter saya di @vsaedh & @i2sukses
Instagram dan path : Inspirator Ibadurrahman profesorcinta
 
Lengkapnya Klik DISINI

INI BUKAN KUDETA

INI BUKAN KUDETA
**************

Presiden yang sah secara konstitusi dan agama
Dikepung dan dikurung dalam istananya
Lalu ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara
Disiksa dengan berbagai cara, pisik dan jiwa
Dinyatakan tak lagi memimpin dan berkuasa

Ini bukan kudeta
Presiden hanya diberhentikan secara paksa
Seluruh menteri, gubernur dan pejabat tinggi Negara
Disuruh memilih salah satu diantara dua
Mengundurkan diri atau dijebloskan ke penjara
Semua harus patuh dan tunduk kepada tentara

Ini bukan kudeta
Semuanya telah didukung oleh Theodor sang pendeta
Direstui oleh yang mengaku ulama, mangatasnamakan agama
Diliput secara luas oleh berbagai media pendusta
Demi terjaganya Negara dari tumpahan darah dan melayangnya nyawa

Ini bukan kudeta
Semua media Islam, televisi, koran dan sejenisnya
Terlarang untuk aktif menyampaikan berita
Undang-uandang Negara yang sejalan dengan Syariat yang mulia
Disusun bersama oleh pakar, negarawan dan para ulama
Mulai detik ini, smuanya menjadi kertas bekas tak berharga

Ini bukan kudeta
Amerika bertepuk tangan penuh suka dan gembira
Israel berpesta menyambut kemenangan tanpa biaya
Rajab arabpun menjadi orang yang pertama
Mengucapkan selamat memuji tentara

Ini bukan kudeta
Siapa saja yang menolak pemerintah sementara
Baik dengan cara damai apalagi mengangkat senjata
Tak peduli, tua, muda, pria ataupun wanita
Yang meminta dengan doa dan penuh hiba
Semuanya adalah teroris yang harus segera binasa

Ini bukan kudeta
Demonstran damai dibantai dengan kejam tanpa rasa
Peluru-peluru panas dan tajam menembus dada dan kepala
Darah-darah kental menghitam berserakan dimana-mana
Seakan-akan mereka adalah manusia-manusia durjana
Lalu mayat-mayat mereka dibakar bersama rumah Allah yang mulia

Ini bukan kudeta
Ribuan sudah yang terkapar meregang nyawa
Puluhan ribu lainnya terluka menanggung derita dan nestapa
Belasan ribu ditangkap dan disiksa dalam penjara neraka
Orang-orang kehilangan ayah, ibu, anak dan saudara
Takkan bisa mengadu, karena akan dianggap sebagai terdakwa

Ini bukan kudeta
Walupun rakyat turun ke jalan berjuta-juta
Menuntut kembalinya presiden yang dicinta
Mengutuk dan mengecam pembantaian durjana
Tapi pemerintah militer tetap tuli dan buta

Ini bukan kudeta
Wanita bercadar dan berjilbab rapi jadi sasaran razia
Membawa poster Mursi dalah kesalahan pidana
Ribuan masjid terlarang untuk shalat jumat
Ribuan khatib terlarang menyampaikan khutbah
Khutbah hanya bagi alumni azhar dan seizin tentara
Seakan azhar telah lebih mulia dan jadi agama

Wahai dunia
Ajarkan kami bahasa dan logika
Wahai penyair dan pujangga
Cari kami defenisi dan makna
Adakah makna lain dari kudeta

• 14 Sept, munasharah mesir di GOR PIAR

~ Ustadz. Irsyad Syafar ~

Presiden yang sah secara konstitusi dan agama
Dikepung dan dikurung dalam istananya
Lalu ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara
Disiksa dengan berbagai cara, pisik dan jiwa
Dinyatakan tak lagi memimpin dan berkuasa

Ini bukan kudeta
Presiden hanya diberhentikan secara paksa
Seluruh menteri, gubernur dan pejabat tinggi Negara
Disuruh memilih salah satu diantara dua
Mengundurkan diri atau dijebloskan ke penjara
Semua harus patuh dan tunduk kepada tentara

Ini bukan kudeta
Semuanya telah didukung oleh Theodor sang pendeta
Direstui oleh yang mengaku ulama, mangatasnamakan agama
Diliput secara luas oleh berbagai media pendusta
Demi terjaganya Negara dari tumpahan darah dan melayangnya nyawa

Ini bukan kudeta
Semua media Islam, televisi, koran dan sejenisnya
Terlarang untuk aktif menyampaikan berita
Undang-uandang Negara yang sejalan dengan Syariat yang mulia
Disusun bersama oleh pakar, negarawan dan para ulama
Mulai detik ini, smuanya menjadi kertas bekas tak berharga

Ini bukan kudeta
Amerika bertepuk tangan penuh suka dan gembira
Israel berpesta menyambut kemenangan tanpa biaya
Rajab arabpun menjadi orang yang pertama
Mengucapkan selamat memuji tentara

Ini bukan kudeta
Siapa saja yang menolak pemerintah sementara
Baik dengan cara damai apalagi mengangkat senjata
Tak peduli, tua, muda, pria ataupun wanita
Yang meminta dengan doa dan penuh hiba
Semuanya adalah teroris yang harus segera binasa

Ini bukan kudeta
Demonstran damai dibantai dengan kejam tanpa rasa
Peluru-peluru panas dan tajam menembus dada dan kepala
Darah-darah kental menghitam berserakan dimana-mana
Seakan-akan mereka adalah manusia-manusia durjana
Lalu mayat-mayat mereka dibakar bersama rumah Allah yang mulia

Ini bukan kudeta
Ribuan sudah yang terkapar meregang nyawa
Puluhan ribu lainnya terluka menanggung derita dan nestapa
Belasan ribu ditangkap dan disiksa dalam penjara neraka
Orang-orang kehilangan ayah, ibu, anak dan saudara
Takkan bisa mengadu, karena akan dianggap sebagai terdakwa

Ini bukan kudeta
Walupun rakyat turun ke jalan berjuta-juta
Menuntut kembalinya presiden yang dicinta
Mengutuk dan mengecam pembantaian durjana
Tapi pemerintah militer tetap tuli dan buta

Ini bukan kudeta
Wanita bercadar dan berjilbab rapi jadi sasaran razia
Membawa poster Mursi dalah kesalahan pidana
Ribuan masjid terlarang untuk shalat jumat
Ribuan khatib terlarang menyampaikan khutbah
Khutbah hanya bagi alumni azhar dan seizin tentara
Seakan azhar telah lebih mulia dan jadi agama

Wahai dunia
Ajarkan kami bahasa dan logika
Wahai penyair dan pujangga
Cari kami defenisi dan makna
Adakah makna lain dari kudeta


• 14 Sept, munasharah mesir di GOR PIAR

~ Ustadz. Irsyad Syafar ~

Lengkapnya Klik DISINI

Kemenangan Kian Terasa Dekat


Mungkin ini hanya sebait kata dari beribu kata di dunia…
Mungkin ini hanya setitik peluh dari berjuta peluh pejuang yang lebih dulu dalam kancah perjuangan ini…
Mungkin ini hanya setitik air dari diantara air mata para pejuang yang telah syahid memperjuangkan risalah Islam ini….

Melalui sebait kata ini ingin ku sampaikan padamu wahai saudaraku… bahwa… kemenangan kian terasa dekat!!!

Kemenangan kian terasa dekat wahai saudaraku!!!
Ketika yang lain berusaha menjatuhkanmu…
Namun, engkau tetap berusaha kokoh dalam pendirianmu…

Kemenangan kian terasa dekat wahai saudaraku!!!
Ketika yang lain mencacimu…
Namun, engkau semakin tunduk dalam sujud dan do’amu…

Kemenangan kian dekat wahai saudaraku!!!
Ketika yang lain tak percaya padamu…
Namun, kau semakin padu menyatukan ukhuwahmu…

Menyatukan visi demi tegaknya kemuliaan Rabbmu…
Menyatukan visi demi tegaknya risalah Rasulmu…
Menyatukan visi demi tegaknya firman-firman Indah Rabbmu…
Yang kan dapat membawa sepenggal firdaus bagi negerimu…
Yang kan dapat membawa rahmat bagi semesta alam yang dititipkan padamu, padaku, dan pada kita semua…

Mungkin saat ini kau terlihat dibawah saudaraku…
Tetapi tidak saudarku!!! Sunguh tidak saudaraku!! sungguh tidak!!!
Aku ingin meyakinkanmu… bahwa dipandangan Rabbmu,
Engkau masih terus menerus berlari naik menanjak!!!
Engkau masih terus menerus berlari naik menanjak!!!
Engkau masih terus menerus berlari naik menanjak!!!
Engkau masih terus menerus berlari naik menanjak…. untuk menggapai bukit impianmu wahai saudaraku….

Mungkin saat ini kerikil-kerikil sedang menghampirimu… tetapi itu bukanlah penghalang tegaknya kemuliaan Rabbmu penguasa jagat raya, penguasa alam semesta…
Mungkin saat ini banyak jalan lubang berbatu.. tetapi jangan bersedih saudaraku…
bergembiralah karena itu kemuliaan bagimu,
karena Rabbmu ingin mengujimu layaknya orang-orang beriman terdahulu,
membasuh noda di hatimu, mengangkat derajatmu, meneguhkan kesabaran dan kedudukanmu….

Yakinlah saudaraku!!! Yakinlah saudaraku!!! Yakinlah saudaraku!!! akan pertolongan Rabbmu…
Yakinlah saudaraku!!! bahwa dibalik gulitanya rembulan kan berganti dengan pagi yang menawan…
Yakinlah saudaraku!!! bahwa dibalik lebatnya hujan kan berganti dengan pelangi yang rupawan…
Yakinlah saudaraku!!! bahwa dibalik gelapnya awan kan berganti dengan sinar mentari dengan seribu kehangatan..
Yakinlah saudaraku!!! bahwa dibalik gelapnya terowongan kan kau temukan setitik ujung harapan,

Entah kapan, entah kapan, entah kapan,… tetapi itu terasa kian dekat saudaraku!!!
Teruslah berdo’a dalam munajat malammu saudaraku… Teruslah berdo’a dalam sujud-sujudmu saudaraku… untuk keadlianmu, keadlianku, dan keadilan kita semua…
Terusalah berusaha saudaraku… untuk kesejahteraanmu, kesejahteraanku, dan kesejahteraan kita semua…
Terusalah berdo’a dan berusaha saudaraku… dalam harmoni cintamu, dalam harmoni kerjamu…

Jangan berhenti saudara-saudaraku, meskipun serangan-serangan telah lelah menyerangmu,
Jangan berhenti saudara-saudaraku, meskipun caci maki telah lelah mencacimu,
karena kau bekerja bukan untuk menangkis serangan-serangan itu,
karena kau bekerja bukan untuk menghalau caci maki itu,
karena kau bekerja hanya untuk Rabbmu, penggenggam hatimu, penggenggam jiwamu,
hingga kau kembali di sisi Raabmu, di surga… yang mengalir beribu-ribu sungai-sungai indah dibawahnya……
Itulah kemenangan yang agung!!! Itulah kemenangan yang agung!!! Itulah kemenangan yang agung!!! wahai saudara-saudaraku……

Yakinlah saudaraku!!! Yakinlah saudaraku!!! Yakinlah saudaraku!!!
Hingga jika ini nafas terakhirmu!!! Hingga jika ini nafas terakhirku!!! Hingga jika ini nafas terakhir kita semua!!!

Yakinlah, Yakinlah, Yakinlah!!!
Yakinlah akan secercah mentari di esok pagi, dan jangan katakan lelah sebelum kembali!!!
Yakinlah akan secercah senyum harapan mengembang…
Di balik wajah orang tuamu, orang tuaku, orang tua kita semua…
Yakinlah akan secercah senyum harapan mengembang…
Di balik wajah saudaramu, saudaraku, saudara kita semua….
Yakinlah akan secercah senyum harapan mengembang…
Di balik wajah sahabat-sahabatmu, sahabat-sahabatku, sahabat-sahabat kita semua…
Yakinlah akan secercah senyum harapan mengembang…
Di balik wajah anakmu, anakku, dan anak-anak negeri ku tercinta, Indonesia…

Allahuakbar!!!.. Allahuakbar!!!… Allahuakbar!!! []


Penulis: Abdurrahman Lathiif Fattaahillah
sumber: bersamadakwah
Lengkapnya Klik DISINI

Naiklah Hingga ke Puncak


Kader dakwah yang tangguh
Ibarat mendaki sebuah gunung
Siap dan yakin akan sampai ke puncak

Walau segala ujian menghalangi
Kader yang tangguh harus siap menghadapi ujian dakwah ini
Walau cacian, walau makian menimpa
Harus siap menghadapinya dengan kesabaran

Kader dakwah yang tangguh
Takkan gentar dengan segala sindiran atau makian
Tetaplah yakin akan berada dalam jamaah ini
Jamaah yang Insya Alloh selalu dalam jalan kebaikan

Kader dakwah yang tangguh
Akan terus berjuang untuk mensyiarkan syariat Islam
Akan tetap kokoh dengan keyakinannya

Kader dakwah yang tangguh
Tetaplah mendaki menaiki puncak dakwah
Jangan pernah gentar dengan segala ujian yang menghadang

Yakinlah Alloh akan selalu bersama jamaah ini
Semoga setiap ujian yang kita alami
Memberikan Rahmat dan Karunia yang sangat berarti

Teruslah belajar dan belajar
Dalam perjuangan dakwah ini
Saatnya kita harus naik… naik.. dan terus naik….

# Nafisa #


 http://www.islamedia.web.id/2013/02/naiklah-hingga-ke-puncak.html
Lengkapnya Klik DISINI

Satu Tubuh

Kulihat ada prasangka di hatimu
melihat diriku saat ini
karena terpisahkan diri
dengarkanlah
hatiku yang masih tetap merinduimu...

Aku masih seperti yang dulu
mencintaimu dengan rasa imanku..
sampai kini semua belum berubah,
sebab cintaku bukan karena dunia..
karena ukhuwah...

Cinta kita karena satu tubuh
yang tak terbatas jarak dan waktu
andai ada kata berpisah
cukuplah ia hanya sampai di mata

Aku masih seperti yang dulu
mencintaimu dengan rasa imanku..
sampai kini namamu akan
tetap bersemi menghiasi
doa cinta ini...

By : Zahyd & Maidany

http://eruzain.blogspot.com/2013/01/satu-tubuh.html
Lengkapnya Klik DISINI

Adakah Senyum Indah di Gaza?

 
Dalam setiap desah nafasku
Dalam setiap ingatanku
Dalam setiap mimpiku
Ku ingin membalut lukamu

Ya Alloh,
Akankan tiba masa itu
Masa dimana saudaraku bisa tersenyum bahagia
Masa dimana, tak ada lagi guratan sedih dimatanya
Masa dimana, tak ada lagi rasa was-was di setiap hari-harinya

Ya Alloh
Ingin ku melihat Gaza tersenyum.
Melihat mereka bisa berkumpul bahagia dengan keluarganya
Bersenda gurau, tertawa lepas tanpa ada beban berat dipundaknya

Terkadang akupun malu
Aku yang disini bisa tertawa lepas
Aku yang disini bisa meninggalkan beban dipundakku
Tapi engkau disana tidak bisa tertawa bahagia
Setiap hari, jam dan menit rudal Yahudi siap mengintai nyawamu
Tak bisa kau lepaskan bebanmu, untuk tertawa sejenak dengan keluarga
Dentuman bom, peluru dan rudal terus mengintai nyawamu dan keluargamu

Jiwa, raga, darah, airmata, harta
Semua engkau korbankan untuk perdamaian negerimu, pembebasan Al-Aqsha.

Ya Alloh,
Aku malu tak bisa berbuat banyak untukmu,
Hanya doa yang bisa ku panjatkan untukmu yang sedang berjuang untuk negeri suci,
Al-Aqsha kiblat pertama umat Islam di dunia.

Kau tak pernah menyantap makanan lezat,
Baju yang melekat dibadanmu pun hanya sekedarnya,
Subhanallah, kau tidak memikirkan keindahan dunia
Yang kau pikirkan adalah menang,
Atau mati syahid sebagai syuhada

Disini aku dengan mudahnya menyantap rakus makanan,
Memakai baju-baju indah, Membelanjakan uang untuk kepentingan duniawi.
Kau yang di Gaza bertahun-tahun lamanya hidup dengan kegelisahan
Yang sewaktu-waktu nyawa sebagai taruhannya.

Subhanallah,
Semangatmu luar biasa,
Kau siap mati sebagai syuhada untuk pembebasan Al-Aqsha, dan menjaga izzahmu untuk negerimu

Tak melihat tua muda, anak orang tua
Semangat kalian sama, menang atau mati syahid sebagai syuhada.

Ku ingin melihat anak-anak di Gaza tersenyum
Ku ingin melihat para lansia di Gaza, bisa menikmati sisa hidupnya
Ku ingin melihat orang tua di Gaza, bisa bahagia hidup bersama keluarganya

Adakah senyum Indah di Gaza?
Semoga Alloh, segera memberikan senyum di Gaza
Serta Jannah buat para syuhada

Allahu Akbar..... Janji Alloh pasti untuk kemenangan Gaza, Palestina
Bersabarlah saudaraku
Insya Alloh, kami disini tetap berdoa dan membantu kalian disana
Hingga melihat kalian tersenyum lepas, tanpa ada beban.


~ NAFISA~

http://www.islamedia.web.id 
Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......