Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Label-Label Reaksioner Bagi Buah Hati

 
Banyak para ahli berpendapat bahwa panggilan kita terhadap buah hati adalah do’a. Oleh karena itu, kita harus waspada dengan label-label atau panggilan-panggilan ringan yang kita berikan.
 
Contoh : kamu ini nakal, dasar anak cengeng, kolokan banget sih, dan seabreg label lain yang menjatuhkan reputasi dan kepercayaan diri anak. Bila panggilan kita bentuknya negatif, bukan mustahil panggilan tersebut melekat kuat pada diri anak sehingga ia turut melabel pribadinya dengan panggilan yang kita lontarkan. Dan secara psikologis, hal ini bisa menjadikan seorang anak under estimate, merasa diri tidak punya kehebatan, dan tentu saja ia akan merasa banyak hal yang salah dalam dirinya. Luar biasa berbahaya.

Label-label yang kita berikan pada anak, baik label positif maupun negatif, dua-duanya memiliki kekuatan yang sama untuk bisa merasuk pada diri anak. Perbedannya adalah terletak pada dampak yang ditimbulkan dari kedua label tesebut. Dan diakui atau tidak, bagi sebagian orangtua adalah merupakan hal yang sangat mudah dalam memberikan label negatif pada anak, seperti terdapat dalam contoh-contoh berikut.
  1. Betapa mudahnya kita mengatakan nakal pada anak kita hanya karena ia memukul adiknya atau salah seorang diantara keluarga. Padahal kita belum tahu tentang motif dibalik apa yang dilakukan oleh anak kita.
  2. Betapa mudahnya kita mengklaim anak kita sebagai pemalas hanya karena ia tidak mau memenuhi permintaan kita untuk mengambil gelas atau barang lainnya.
  3. Betapa ringannya kita memberikan julukan pembohong pada anak kita hanya karena ia berbuat bohong untuk yang pertamakalinya.

Sesungguhnya, anak kita belum tentu sesuai dengan julukan-julukan “menjatuhkan” yang kita berikan. Bahkan sangat mungkin, julukan-julukan tersebut benar-benar melekat pada diri anak, gara-gara kita terlalu mudah memberikannya. Padahal sejatinya, bila kita mau bersabar dengan berupaya memilih kata-kata yang lebih bijak, atau memberikan pengertian edukatif ketimbang mengklaimnya dengan kata-kata yang “mengerdilkan” jiwa, sang anak pun akan lebih menerima dan tidak akan sampai pada tingkat under astimate, sakit hati, krisis percaya diri dan lain sebagainya.

Sebaliknya, apabila panggilan yang kita upayakan berupa ungkapan yang membangun, yang optimistis dan mampu mendongkrak kepercayaan dirinya, hasilnya pun insya Allah tidak akan mengecewakan. Untuk membuktikannya, cobalah Anda membiasakan diri dengan panggilan atau ungkapan-ungkapan berikut ini;
  •  Sini hebat...!
  • Ayo... Kamu pasti bisa...!
  • Hai, Mujahid...!
  • Kakak memang pintar ya...
  • Ayo coba sekali lagi. Lakukan sampai berhasil.
  • Anak hebat bukan penakut!
  • Anak sholeh tidak cengeng!
  • Anak hebat tidak merengek!

Memberikan panggilan terbaik pada buah hati adalah akhlak Rasululllah Saw. Dan beliau pun melakukannya tidak semata-mata. Memberikan penghargaan, menjadikan buah hati menjadi lebih percaya diri dan memperlihatkan kesantunan orangtua kepada anak. Demikianlah beberapa tujuannya. Dalam buku Tahapan Mendidik Anak, Jama’al Abdur Rahman membahas tentang hal ini. Beliau menuliskan bahwa Anas r.a pernah mengatakan bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dahulu ia punya seorang saudara laki-laki dan dikenal dengan nama panggilan Abu ‘Umair. Dan menurut Anas, saudaranya itu sudah disapih. Bila Nabi Saw datang, beliau selalu menyapanya dengan panggilan : “Hai Abu ‘Umair!”

Disadari atau tidak, baik atau buruknya panggilan yang kita berikan pada buah hati kita, tentu akan memengaruhi terhadap jiwa dan kepribadiannya. Bila panggilannya menyenangkan dan membuat anak kita merasa dihargai, maka yang akan timbul adalah kepercayaan diri yang luar biasa. Sebaliknya, bila kita justru memanggilnya dengan sebutan yang menyakitkan dan menjatuhkan, jangan salahkan anak kita bila di kemudian hari  tampil sebagai pribadi yang rendah diri.

Maka mulai saat ini berazzamlah kita untuk tidak pelit dalam memberikan panggilan terbaik. Karena awal ketangguhan buah hati kita adalah kita sendiri. Dan Rasulullah pun telah mengingatkan kita dalam sabdanya;

Janganlah sekali-kali seseorang diantara kamu mengatakan; ‘Hai budak laki-lakiku! Hai budak perempuanku,’ karena kamu semua, baik yang laki-laki maupun perempuan, adalah hamba-hamba Allah. Akan tetapi, hendaknya ia mengatakan; ‘Hai pelayan priaku! Hai pelayan wanitaku! Hai pesuruh priaku! Hai pesuruh wanitaku’” (HR. Muslim dan Ahmad)

Setelah Anda membiasakan diri menggunakan ungkapan-ungkapan positif yang reaksioner, tugas selanjutnya adalah meyakini bahwa ungkapan yang terucap dari mulut kita tersemat bukan hanya di telinga, melainkan di jiwa anak. Ungkapan atau label yang kita berikan akan bersemayam terus dalam ruang benaknya yang pada akhirnya menjadi sebuah charger  yang akan membuat diri anak kita yakin dan percaya diri. Allohu’alam bish showaab.

sumber : al-intima.com
Lengkapnya Klik DISINI

Wahai Muslimah, Jadilah Pendukung Dakwah yang Gagah

 
Kunanti engkau harap-harap cemas, di antara sekian harapan yang mampu menyemai kekuatan dalam diri. Ya, inilah perasaan khas wanita, seorang calon ibu. Apalagi ketika harus merelakan ayahmu pergi mengikuti pelatihan dakwah tugas dari lembaga, kala detik-detik kelahiranmu telah menunggu hari. Maka, siapakah lagi yang mampu kupintai penjagaan terbaik kalau bukan Dia semata?

Kucoba mengenang peran para shahabiyah, wanita-wanita teladan produk madrasah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang lolos menjadi pendukung dakwah karena kegagahannya.

Khadijah yang Gagah

Khadijah, wanita utama itu terpilih menjadi saksi beratnya dakwah di masa awal Islam. Ia memandang dengan gagah ketika suaminya memilih ber-uzlah di Goa Hira’ sekian lamanya, tanpa banyak bicara, apalagi banyak protes.

Ia mendukung suaminya, tanpa banyak merecokinya dengan banyak pertanyaan, apalagi permintaan. Justru disediakannya setiap kebutuhan dan dikirimkannya lewat utusan dengan sebaik-baiknya. Maka wajar jika Rasulullah terkenang sedemikian dalam akan sosok Khadijah.

Berikutnya madrasah Rasulullah melahirkan wanita-wanita perkasa, yang harus jujur diakui, peran mereka dalam perjuangan Islam jauh melebihi apa yang diperjuangkan oleh para feminis akan kesetaraan jender akhir-akhir ini. Jauh sekali.

Maka, apalah artinya Aminah Wadud yang bangga menjadi imam dan khatib shalat Jum’at? Bukankah dahulu seorang wanita pernah protes kepada Rasulullah kenapa wanita tidak mendapat giliran kewajiban ikut menikmati kemuliaan jihad? Hingga telah tercatat nama-nama perempuan pemberani di medan laga.

Walaupun Allah dan Rasulullah tidak mewajibkannya, namun harumnya surga telah menarik hati mereka untuk ikut bertempur. Dan yang mereka lakukan semata-mata ingin mendapatkan kemuliaan di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan sekadar ingin menaikkan harga diri.

Jadi, untuk apa setiap wanita berlomba-lomba keluar rumah atas nama emansipasi? Jika proses belajar itu dilakukan untuk mencari bekal agar dapat mendukung perannya sebagai pemegang kunci peradaban, sungguh itu mulia. Namun, jika hanya dilakukan untuk pemuasan diri, kemudian menjadikannya alasan meninggalkan rumah untuk mengamalkan ilmu yang didapat dari bangku kuliah agar tidak sia-sia, dan membayar setiap penjagaan dan perawatan anak kepada pembantu, apakah hal itu cukup sebanding?

Kerja Keras Asma 

Jika setiap rezeki yang dihasilkan dari tangan wanita (istri) telah membuat kita berbangga diri dan meremehkan posisi suami, sehingga berkurang ketaatan dan penghormatan padanya, maka bayangkanlah apa yang terjadi pada Asma binti Abu Bakar.

“Zubeir menikahiku sedangkan dia tidak memiliki apa-apa kecuali kudanya. Akulah yang mengurusnya dan memberinya makan, dan aku pula yang mengairi pohon kurma, mencari air, dan mengadon air. Aku juga mengusung kurma yang dipotong oleh Rasulullah dari tanahnya Zubeir yang aku sunggi di atas kepalaku sejauh dua pertiga farsakh.”

“Pada suatu hari tatkala saya sedang mengusung kurma di atas kepala, saya bertemu dengan Rasulullah bersama seseorang. Beliau memberi isyarat dengan maksud agar aku naik kendaraan di belakangnya, namun saya merasa malu dan saya ingat Zubeir dan rasa cemburunya, maka beliau berlalu.”

“Tatkala saya sampai di rumah, aku kabarkan hal itu kepada Zubeir. Dia berkata, ‘Demi Allah, engkau mengusung kurma tersebut lebih berat bagiku daripada engkau mengendarai kendaraan bersama beliau.’”

Kemudian Asma berkata, “Sampai akhirnya Abu Bakar mengirim pembantu setelah itu, sehingga saya merasa cukup untuk mengurusi kuda, seakan-akan dia telah membebaskanku.”

Tangan Zainab

Jika setiap kelebihan rezeki yang dilewatkan tangan para istri ternyata hanya membawa kesombongan dan hura-hura karena merasa mampu mencukupi kebutuhan sendiri, maka lihatlah Zainab binti Jahsy. Bukankah ia yang dikatakan Rasulullah sebagai wanita yang paling panjang tangannya?

Aisyah berkata, “Aku tidak melihat seorang pun yang lebih baik dien-nya dari Zainab, lebih bertakwa kepada Allah, dan paling jujur perkataannya, paling banyak menyambung silaturrahim, dan paling banyak sedekah, paling sungguh-sungguh dalam beramal dengan jalan sedekah dan taqarrub kepada Allah.”

Rasulullah bersabda kepada para istrinya, “Orang yang paling cepat menyusulku di antara kalian adalah yang paling panjang tangannya.”

“Maka apabila kami berkumpul, sepeninggal beliau kami mengukur tangan kami di dinding, untuk mengetahui siapakah yang paling panjang tangannya di antara kami. Hal itu kami lakukan terus hingga wafatnya Zainab binti Jahsy, kami tidak mendapatkan yang paling panjang tangannya di antara kami. Maka ketika itu barulah kami mengetahui bahwa yang dimaksud dengan panjang tangan adalah banyak sedekah. Adapun Zainab bekerja dengan tangannya menyamak kulit kemudian dia sedekahkan di jalan Allah.”

***
Maka kupintakan setiap penjagaan atasmu. Banyak wanita yang kehilangan jati diri. Harga diri mereka tinggikan dengan cara menggugat Al Qur’an dan hadits. Sedangkan kehebatan, mereka ukur dengan kepuasan-kepuasan semu atas nama pemberdayaan perempuan dan hak-hak reproduksi perempuan.

Jika kemuliaan yang mereka harapkan, maka kemuliaan yang manakah yang mereka usahakan saat ini? Setarakah usaha mereka menggugat Al-Qur`an dan hadits dengan perjuangan perempuan-perempuan di Palestina itu? Sebandingkah keringat mereka dengan keringat Asma yang mempersembahkan cucurannya menjadi pendukung suaminya? Dan semuliakah harta mereka dibanding harta Zainab yang dengan tangannya menyamak kulit untuk disedekahkan di jalan Allah?

Ya, engkau lahir perempuan, dini hari, tatkala zaman telah makin akhir. Fitnah-fitnahnya semakin nyata. Kukenang kegagahan Asma binti Abu Bakar. Kukenang pula pengayoman Khadijah atas suaminya. Kukenang keberanian para syahidah. Sungguh, kita butuh banyak perempuan tangguh yang siap mendukung para laki-laki beriman berjuang di jalan-Nya.

Zaman menunggumu, anakku. Islam memuliakanmu sebagai wanita. Karena itu, tak ada alasan bagimu menggugatnya.

Engkau hanya perlu mempersembahkan dirimu untuk mendukung penuh setiap geliat perjuangannya. Engkau boleh bangga dengan ke-Islamanmu. Tapi apakah Islam pasti bangga dengan dirimu? Itu yang harus engkau persiapkan.

Cinta butuh bukti. Iman butuh amal. Karena itu, jadilah Muslimah yang membanggakan Islam. Jadilah engkau, pendukung dakwah yang gagah. Semoga engkau bisa turut menjadi penolong agama Nabi Muhammad. Amin.*/Tulus Kurniawati 

Sumber : http://hidayatullah.com/read/22248/17/04/2012/wahai-muslimah,-jadilah-pendukung-dakwah-yang-gagah.html

Lengkapnya Klik DISINI

PKS, Harapan Sejak 14 Tahun Silam

Hari ini, 20 April 2012, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memasuki usianya ke-14. Saat didirikan, ia bernama Partai Keadilan (PK). Dan sejak didirikan ia telah menjadi harapan. Diantara harapan itu, dituangkan Dahlan Iskan (direktur Jawa Pos saat itu) dalam sebuah tulisan di surat kabar harian Suara Indonesia, tanggal 21 September 1998. Tulisan itu berjudul: "Massa Santun di Dunia yang Bergetah."

Massa Santun di Dunia yang Bergetah
Menyaksikan deklarasi Partai Keadilan di Gelora Pancasila Surabaya Minggu kemarin, bulu kuduk saya merinding. Susana religius yang teduh lebih mendominasi daripada suasana hingar-bingar yang biasa tampak di sebuah forum rapat besar partai.

Dari massa yang hadir saja sudah pemberikan warna yang khas. Hampir semuanya anak muda, umur sekitar 20 sampai 30 tahun. Yang wanita semuanya berjilbab putih, bersih dan kelihatan dari bahan yang menunjukkan mereka dari golongan menengah ke atas.

Wajah-wajah mereka juga tampak sangat bersih, cerah dan kelihatan benar wajah intelektualnya. Lihat, begitu banyak yang mengenakan kaca mata putih dari jenis yang juga menunjukkan kelas sosialnya. Rasanya saya seperti berada di sebuah paroki dengan gambaran para biarawatinya.

Di antara para wanita belia itu tidak sedikit yang datang sambil menimang bayi. Cara menimangnya pun bisa menunjukkan bahwa mereka memperlakukan bayinya dengan penuh kasih sayang. Mereka membawa bayinya ke acara tersebut bukan untuk demonstratif, melainkan seperti mengandung misi bahwa kesibukan seperti apa pun -apalagi sekedar partai- tidak boleh mengabaikan anak, ditinggal di rumah saja, misalnya. Secara lahiriah umumnya penampilan mereka cocok untuk sebuah gambaran apa yang disebut keluarga sakinah.

Yang pria pun juga tampil amat ramah, santun dan sangat intelektual. Mereka umumnya mengenakan baju taqwa lengan panjang berwarna putih. Atau warna lain yang sangat kalem. Baju mereka juga rapi, bersih dan dari bahan yang berkelas. Wajah mereka lebih banyak senyum dan di dahi mereka umumnya membayang tanda hitam yang menunjukkan betapa khusyuk mereka bersujud.

Waktu mereka tiba maupun waktu mereka bubar tidak terjadi kegaduhan atau hiruk pikuk. Semuanya berlangsung rapi dan tertib. Acaranya pun dimulai tepat waktu, suatu yang langka terjadi dalam acara seperti itu.

Selesainya pun juga tepat memasuki waktu Dzuhur sehingga tidak perlu ada yang tidak sempat menunaikan kewajiban.

Dari jalannya acara terlihat mereka adalah kelompok yang sangat terorganisasi. Misalnya saja bagaimana acara seperti itu sekaligus dimanfaatkan untuk mendapatkan daftar anggota lengkap dengan riwayat hidup mereka. Formulir dibagi dengan sistematis dan dikumpulkan dengan cara yang sistematis pula.

Seorang wartawan ‘nyeletuk’ bahwa mereka inilah kelompok reformis sejati.

Maksudnya barangkali, karena usia mereka umumnya masih muda, maka mereka bukanlah kelompok yang pernah terkena getah pemerintahan Orde Baru. Mereka memang para aktivis masjid kampus, yang selama Orde Baru bertekad tidak mau ke mana-mana, karena melihat di mana-mana sudah penuh dengan getah. Yang kita tunggu, bagaimana ketika mereka bertekad untuk berkiprah di panggung politik, yang bukan hanya banyak getah lama tapi juga akan muncul getah-getah baru… []

sumber : bersamadakwah.com
Lengkapnya Klik DISINI

Ketulusan

Bisakah Bapak turun?”
Dan kami pun tegang.

Basyir, seorang pemuda 20-an tahun, buta, meminta presiden salah satu partai Islam terbesar di Indonesia itu turun dari tempatnya dan menghampiri tepat ke hadapannya. Hal yang lazim sebetulnya dalam dunia Islam yang egaliter, dimana pemimpin dan rakyat dianggap sama. Hanya kita, masyarakat timur yang serba sungkan dan pemalu menganggap itu tak lazim. Tetapi Basyir tetap memintanya.

Maka pak Luthfi pun turun dari meja lesehan yang disediakan sedikit lebih tinggi dari peserta seniman. Malam itu, Jumat 9 Maret 2012 di Dapur Desa, seniman dari berbagai aliran berkumpul : reog, barongsay, pecaksilat, penulis, kritikus, budayawan, geng motor, MIRAI – janapnese lovers, KLOSS – korean lovers, dll.

Ketika perbicangan hangat berkisar seputar politik, dunia kesenian Jawa Timur, kritik terhadap pemerintah dan sorotan terhadap kebijakan-kebijakan partai; permintaan Basyir terasa asing dan tak masuk akal. Ketika lontaran pertanyaan yang diajukan demikian berbobot dan membutuhkan penjelasan panjang, permintaan sederhana Basyir sungguh tak terduga. Kami menyangka ia akan mengajukan permintaan agar orang-orang sepertinya mendapatkan tempat dan perhatian di tengah masyarakat; entah dukungan fasilitas atau dana.

Tetapi permintaan Basyir sangat istimewa.
Pak Luthfi mendatangi Basyir.
Mereka berhadapan , kemudian terdiam sejenak. Meski pak Luthfi tersenyum, tetap saja, kami penonton yang melihat kejadian itu tegang.

”Tahukah Bapak kenapa saya minta Bapak turun?”

Suasana hening. Seluruh mata tertuju pada dua sosok yang berdiri berhadapan.

”Sebab saya tidak bisa lihat Bapak…saya buta!!”

Basyir berusaha meraba lengan pak Luthfi, meraba bahu dan kepalanya, lalu mencium kening dan rambutnya sebagai bentuk penghormatan kepada beliau.

Ini bukanlah skenario yang disiapkan panitia. Saya mengenal Basyir sebagai pemuda yang tulus. Basyir datang demi ikatan silaturrahim. Ketika malam itu saya hadir sebagai salah satu panitia, pertama yang ditanyakan Basyir adalah, ” Mbak Sinta, dimana tempat wudhu? Saya mau sholat Isya…” Basyir yang buta tertatih menuju kamar mandi, meraba jalan. Dan ia sholat di depanku.
Basyir, tanpa sungkan, meminta presiden partai datang..

Maka, meledaklah tangis kami.
Mereka berdua berpelukan.
Seorang presiden.
Seorang rakyat.
Saling bersentuhan, menangis, memeluk, membiarkan pundak yang satu sebagai tumpuan beban.

Pasti banyak yang ingin dikisahkan Basyir.
Kepedihannya harus berjuang kuliah dengan sepasang mata yang buta. Keinginannya untuk menikah yang tertunda. Tetapi seseorang , seperti pak Luthfi yang memeluk dan mendekapnya, meski sesaat, pasti akan memiliki makna kehangatan yang membuat tanah ibarat langit. Perhatian tulus seorang pemimpin, meski sesaat, menggugurkan daun-daun prasangka.

Semoga, kisah ini pun kelak akan terjadi berulang ketika presiden Indonesia yang amanah memimpin negeri ini. Ia tidak hanya berdiri di atas panggung, tetapi seperti Umar bin Khattab ra. yang selalu turun ke jalan-jalan, menjadikan telinga untuk mendengar, hati sebagai tempat berkeluh kesah dan sepasang bahu sebagai tempat bersandar bagi orang-orang lemah.

Basyir...
Seiring mata kami rinai malam itu, sebuah semangat terjalin.
Kau, aku, kita, meski berbeda, insyaAllah…akan bersama berangkat dalam kapal yang menghantarkan negeri ini menuju kejayaan.

Mari kita do'akan para pemimpin kita agar senantiasa peduli, amanah, dan kuat dalam melayani kepentingan Ummat..

sumber : Sintayudisia Blog
   
from. Rumah Murabbi Sulteng
Lengkapnya Klik DISINI

Hadits : Islam itu Mudah

Imam Bukhari memberi judul باب الدِّينُ يُسْرٌ (Agama itu Mudah) untuk hadits ini. Senada dengan itu, pembahasan hadits ini kita beri judul: "Islam itu Mudah"

Berikut ini matan (redaksi) hadits Shahih Bukhari

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ ، فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya agama itu mudah. Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan. Oleh karena itu kerjakanlah dengan semestinya, atau mendekati semestinya dan bergembiralah (dengan pahala Allah) dan mohonlah pertolongan di waktu pagi, petang dan sebagian malam"

Penjelasan Hadits

إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ
Sesungguhnya agama itu mudah

Inilah karakter agama Islam sebagai agama yang telah diridhai Allah dan diturunkan dalam kesempurnaan kepada umat terakhir.

Ada pendapat yang mengatakan Islam dikatakan mudah karena ia berbeda dengan agama-agama sebelumnya, di mana Allah telah menghilangkan kesulitan-kesulitan yang dibebankan kepada umat terdahulu. Dicontohkan oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani, dalam hal taubat misalnya. Untuk diterima taubatnya, umat terdahulu ada yang diharuskan bunuh diri. Sedangkan bagi kaum muslimin cukup dengan menyesali dosanya, berjanji tidak mengulangi dan memperbanyak kebaikan.

Pada dasarnya, Islam adalah agama yang mudah karena ia diturunkan oleh Allah SWT yang Maha Tahu karakter dan kemampuan manusia. Manusia adalah ciptaan Allah dan Dialah yang paling tahu apa yang tepat serta mudah bagi ciptaan-Nya itu. Dia tidak memberikan beban atau kewajiban yang tidak sanggup ditanggung oleh hamba-Nya.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS. Al-Baqarah : 286)

Dalam hal aqidah, aqidah Islam yang pokoknya adalah tauhid merupakan keyakinan yang sejalan dengan fitrah, menenangkan hati dan memuaskan akal. Sehingga sangat mudah bagi manusia yang mau berfikir untuk mengikuti aqidah ini, tanpa kesulitan. Tidak seperti filsafat yang rumit dan juga tidak seperti politheisme yang membingungkan.

Dalam hal ibadah, ibadah Islam adalah ibadah yang mudah. Shalatnya lima waktu dalam sehari semalam merupakan ibadah yang pertengahan. Ia tidak seperti shalat umat terdahulu yang sampai puluhan kali dalam sehari dengan jangka waktu lama. Tidak pula terlalu jarang seperti peribadatan pekanan dalam agama selain Islam. Shalat bisa dilakukan di bumi mana saja, dengan baju yang mana saja asalkan menutupi aurat dan tidak melanggar syariah, dan dengan imam siapa saja dari kaum muslimin.

Puasa juga mudah. Ia hanya terbentang dari fajar hingga matahari terbenam. Satu bulan dalam satu tahun. Tidak seberat puasa kaum terdahulu. Selain mendekatkan kepada Allah, puasa juga menyehatkan pencernaan dan melatih kepekaan sosial.

Zakat dan haji juga demikian. Kedua ibadah yang sangat memerlukan harta ini hanya diwajibkan bagi kaum muslimin yang mampu. Mampu menunaikan zakat karena memiliki harta yang telah mencapai nishab dan haul, mampu menunaikan haji karena memiliki biaya serta aman dan kondusif dalam melaksanakannya.

Taubat bisa dilakukan siapa saja dengan cara yang juga mudah. Ia tidak seperti dipraktikkan agama lainnya yang mengharuskan seseorang yang berdosa untuk mengumumkan aibnya di depan orang lain dan membayar dengan sejumlah uang. Taubat dalam Islam bisa dilakukan oleh masing-masing orang hanya kepada Allah. Taubat dalam Islam berhak didapatkan oleh siapapun tanpa membedakan ia miskin atau kaya, banyak harta atau tidak memilikinya.

Muamalah dalam Islam juga sesuatu yang mudah. Ia sejalan dengan fitrah manusia dan tidak pernah memberatkan. Mulai dari jual beli dan berbagai bentuk interaksi sesama yang bertumpu pada prinsip keadilan, kasih sayang dan saling menguntungkan. Menikah juga mudah dilakukan. Islam tidak memberatkan mahar, namun menyerahkannya kepada kesepakatan antara kedua belah pihak calon suami dan istri sehingga mudah dipenuhi.

Allah SWT berfirman :

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ
Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan (QS. Al-Hajj : 78)

وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلاَّ غَلَبَهُ
Tidaklah seseorang mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agama melainkan ia akan dikalahkan

Siapa yang menentang Islam, ia akan kalah sendiri. Karena karakter agama Islam itu mudah, maka siapa yang menyulitkan diri sendiri ia akan kalah. Siapa yang berlebih-lebihan dalam agama ini ia akan kalah. Artinya, ia takkan mampu menjalankan agama ini dengan sempurna. Justru akan futur, jatuh dan tenggelam di tengah jalan.

Misalnya dicontohkan dalam sebuah hadits di mana ada tiga orang yang bertanya kepada Aisyah mengenai amal Rasulullah. Lalu mereka menyimpulkan bahwa mereka harus berusaha lebih karena Rasulullah telah diampuni dosanya. Maka orang pertama bertekad untuk qiyamullail sepanjang malam tanpa tidur. Orang kedua bertekad akan berpuasa setiap hari tanpa kecuali. Dan orang ketiga bertekad membujang selamanya, tanpa menikah.

Rasulullah SAW yang kemudian mengetahui perkara ini meluruskan mereka agar mengikuti sunnah Rasulullah. Bahwa qiyamullail dijalankan tetapi ada waktu untuk istirahat. Puasa tidak setiap hari, tetapi maksimalnya adalah puasa Dawud (sehari puasa sehari tidak). Dan seorang muslim hendaklah menikah, tidak membujang.

Apa yang diingatkan Rasulullah SAW itu tidak lain adalah mengikuti karakter agama ini. Bahwa Islam itu mudah. Dan seorang muslim tidak boleh berlebihan, memaksakan diri, atau memperberat yang akhirnya justru ia cepat bosan lalu berhenti, atau terhalang dari kewajiban dan keutamaan lain dari agama ini.

فَسَدِّدُوا
Oleh karena itu kerjakanlah dengan semestinya,

Yaitu amalkanlah Islam itu sebagaimana mestinya, dengan baik dan benar, tanpa berlebihan dan tanpa menguranginya

وَقَارِبُوا
atau mendekati semestinya

Jika tidak mampu, berusahalah mendekati mestinya. Senantiasa berusaha mendekati kesempurnaan sebagaimana yang telah ditunjukkan Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur'an dan hadits

وَأَبْشِرُوا
dan bergembiralah (dengan pahala Allah)

Bergembiralah, karena dengan mengamalkan Islam sebagaimana adanya itu engkau akan mendapatkan pahala dari Rabbmu. Bergembiralah, sebab dengan menjalankan Islam yang mudah itu engkau akan mendapatkan ganjaran dan kebaikan dari Tuhanmu. Dan amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun ia sedikit. Ketidakmampuan seseorang dalam menjalankan perintah Allah tanpa kesengajaan tidaklah mengurangi pahalanya, dan sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada banyak amalan tetapi bid'ah.

وَاسْتَعِينُوا بِالْغَدْوَةِ وَالرَّوْحَةِ وَشَىْءٍ مِنَ الدُّلْجَةِ
dan mohonlah pertolongan di waktu pagi, petang dan sebagian malam

Al-Ghadwah (الْغَدْوَةِ) artinya permulaan siang. Ar-Rauhah (الرَّوْحَة) artinya setelah terbenamnya matahari. Ad-Duljah (الدُّلْجَةِ) artinya akhir malam.

Maksudnya adalah, mintalah pertolongan kepada Allah SWT dengan beribadah pada waktu-waktu yang telah ditentukan, utamanya adalah permulaan siang (Dzuhur), Maghrib dan waktu-waktu qiyamullail. Mintalah pertolongan kepada Allah dalam segala hal, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, khususnya dalam bab ini adalah agar diisitiqamahkan dalam menjalankan Islam yang mudah, yang sesuai sunnah. Tanpa berlebih-lebihan sekaligus tanpa pengurangan.

Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa hadits ini memiliki korelasi yang erat dengan hadits-hadits sebelumnya. Yakni jika hadits sebelumnya menunjukkan bahwa shalat, puasa dan jihad merupakan bagian dari iman dan memiliki keutamaan besar, hadits ini mengingatkan agar dalam menjalankan ketiganya kita tetap berada dalam koridor sunnah, sesuai dengan karakter Islam yang mudah. Tidak mempersulit diri dan berlebih-lebihan.

Pelajaran Hadits
Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini diantaranya adalah:
1. Islam itu agama yang mudah. Ia diturunkan dengan sempurna sesuai dengan fitrah dan kemampuan manusia;
2. Seorang muslim harus menjalankan Islam sesuai karakternya yang mudah, tidak mempersulit diri atau berlebih-lebihan;
3. Orang yang berlebih-lebihan dan mempersulit diri dalam beragama cenderung akan jatuh dalam kekalahan, baik itu bosan, futur atau terjebak pada ghuluw dan bid'ah;
4. Seorang muslim harus berusaha menjalankan Islam sebagaimana ia diperintahkan, jika tidak mampu hendaklah berusaha mendekatinya;
5. Seorang muslim harus optimis dengan pahala dan kebaikan yang akan diberikan kepadanya sebagai balasan atas komitmennya terhadap Islam dan sunnah;
6. Seorang muslim hendaklah senantiasa memohon kepada Allah dengan terus beribadah kepada-Nya;
7. Seorang muslim hendaklah memanfaatkan waktu-waktu utama dan memperhatikan kesempatannya untuk meraih momentum terbaik dalam beribadah dan beramal.

Demikian hadits Shahih Bukhari dan penjelasannya. Semoga kita mendapatkan taufiq dari Allah SWT sehingga kita mampu menetapi Islam yang pada hakikatnya mudah ini. Semoga Allah menjadikan kita istoqmah, tanpa sikap berlebihan dan pengurangan. Karena, Islam itu Mudah. Wallaahu a'lam bish shawab.[]
* Bersama Dakwah
Lengkapnya Klik DISINI

Kultwit @MahfudzSiddiq : "Pengkhianatan Koalisi PKS"

Mahfudz Siddiq
Wakil Sekjen PKS
@MahfudzSiddiq
 
 
 
 
  1. Nih "Pengkhianatan Koalisi PKS" versi Setgab: 1. Dukung angket Century, 2. Dukung angket mafia pajak dan 3. Tolak naik harga BBM.

  2. Apakah untuk 3 kasus tsb koalisi satu suara? Tidak. Bbrp partai koalisi beda dgn pemerintah. Tp label "pengkhianat" ditujukan hanya ke PKS.

  3. PKS dukung angket Century jelas krn perampokan Bank yg kemudian ditutup uang negara hrs diusut dan tdk boleh jadi pola berulang!

  4. PKS dukung angket mafia pajak jelas krn rugikan potensi penerimaan keuangan negara puluhan bahkan ratusan trilyun per-tahun. Kasus Gayus??

  5. PKS tolak harga BBM naik jelas krn masih ada solusi lain dan masy tdk siap dan tdk mampu. Faktanya skrg harga minyak dunia terus turun!

  6. Sekarang media ributkan "kejanggalan" APBNP yg diduga ada "barter" soal uang negara tuk gantirugi korban "Lapindo". Ada kaitan dgn isu BBM??

  7. Jika ada yg paham hebatnya mafia BBM di Indonesia, siapa paling diuntungkan jika BBM subsidi jadi naik 1 april lalu? Pastinya bukan PKS!

  8. PKS koalisi dgn Pres SBY krn mau bantu negara dan rakyat. Bukan bantu seorang SBY dan PD.

  9. Koalisi pernah disebut pengamat sbg "kerumunan politik yg sarat kepentingan". Jadi wajar kalo ada intrik, saling incar, belah bambu, etc!

  10. Saya tdk kaget jika seorang Ketum partai besar tiba2 jadi jubir istana tuk katakan bhw "PKS tlah berkhianat". Kami tdk akan komen ttg Anda!

  11. Saya jg tdk kaget ktk bbrp partai Islam minta PKS tdk dukung PT tinggi yg diusul 3 parpol besar dlm UU Pemilu. Kami setuju. Lalu Anda skrg??

  12. Banyak pihak nilai pemerintah asyik dgn pencitraan. Aneh saat PKS tolak harga BBM naik, buru2 mereka tuding PKS cari pencitraan. Haha..?!

  13. 2 periode, PKS tahu persis bgm manajemen koalisi dijalankan. Yakinkah bhw proses pengambilan keputusan baik jika style leadership sprt ini?

  14. Amar ma'ruf - Nahi munkar: prinsip PKS dlm berpolitik, baik di dalam ataupun di luar pemerintahan. Katakan kebenaran meski pahit (resikonya)

  15. PKS tdk punya media besar tuk bangun opini. Media kami adl nurani & akal sehat rakyat ini yg paham soal century, mafia pajak & kisruh BBM!

  16. PKS mmg partai seumur jagung tp pelajaran sejarah menyambung umur perjuangan kami tuk sadar dan paham bertindak. Meski banyak yg blm sadari.

  17. Kepada kader PKS trus arungi gelombang samudera dgn sampan kecil kalian! Kelak kapal2 besar yg akan karam akan butuh "tangan" kalian!

  18. Kader PKS: Trus pelajari sejarah, firasati keadaan dan bertindak tanpa pamrih untuk kebaikan sebanyak2nya orang di sekeliling kalian!

  19. Selamat berhari libur, tp jgn sekali2 liburkan nurani & akal kita! Rakyat negeri ini sdh lama lelah dgn keadaan, tp mrk msh simpan harapan!
 
sumber info 
Lengkapnya Klik DISINI

Klub Sepak Bola Terkaya

Klub sepak bola adalah sebuah manajemen yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan tim sepak bola itu sendiri. Di luar negeri, khususnya klub sepak bola yang namanya sudah tidak asing bagi pecinta sepak bola, biasanya klub sepak bola dimiliki oleh perseorangan yang kemudian pengelolaannya dilakukan oleh sebuah tim manajemen. Tidak heran bila dengan pengelolaan yang baik serta tim manajemen yang berpengalaman membuat sebuah klub sepak bola menjadi kaya dan secara otomatis kesejahteraan pemain menjadi terjamin.
 
 
Berikut ini adalah daftar klub sepak bola terkaya:
 
MANCHESTER UNITED
 
 
Manchester United atau yang lebih populer dengan sebutan MU adalah klub sepak bola profesional yang berasal dari Inggris dan bermarkas di Old Trafford, Greater Manchester. Saat ini Manchester United memiliki nilai sebesar USD 1,86 Milyar sehingga pada Juli 2011 yang lalu, majalah Forbes menempatkan klub MU sebagai klub sepak bola terkaya di dunia.  
 
REAL MADRID 
 
 
Klub sepak bola yang bermarkas di Madrid, Spanyol ini memiliki nilai sebesar USD 1,4 Milyar. Tidak seperti sebagian besar klub sepak bola di Eropa, anggota dari Real Madrid atau yang lebih dikenal dengan Socios sudah mengelola dan mengoperasikan klub sepak bola ini sejak Real Madrid berdiri.
 
 
ARSENAL
 
 
Arsenal adalak klub sepak bola profesional yang berasal dari Inggris dan bermarkas di Holloway, London. Klub ini memiliki nilai sebesar USD 1,2 Milyar. Klub sepak bola Arsenal ini berdiri pada tahun 1886 dan pernah memegang rekor sebagai klub sepak bola yang namanya terpasang di baris paling atas karena merupakan satu - satunya tim sepak bola yang telah tak terkalahkan di Liga Premier pada musim 2003 - 2004
 
 
BARCELONA
 
 
Klub sepak bola yang terkenal dengan Barca ini merupakan klub sepak bola yang berasal dari Barcelona dan bermarkas di Catalonia - Spanyol. Klub yang bernilai sebesar USD 1 Milyar ini merupakan klub sepak bola pertama dari Spanyol yang yang memenangkan La Liga, Copa del rey dan Liga Champion.
 
BAYERN MUNICH
 
 
Bayern Munich merupakan klub sepak bola yang berasal dari Jerman dan bermarkas di Munich - Bavaria. Klub sepak bola yang bernilai sebesar USD 990 Juta ini telah menang sebanyak 22 kali pada kejuaraan Bundesliga, sebuah liga utama sepak bola Jerman
 
 
Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......