Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Pengertian Hadits Dha’if dan Pembagiannya

Pengertian Hadits Dha’if dan Pembagiannya
Definisi

Hadits dha’if adalah:
مَا لَمْ يَجْمَعْ صِفَاتُ الْقُبُوْلِ بِفَقْدِ شَرْطٍ مِنْ شُرُوْطِهِ

“Apabila tidak terkumpul sifat-sifat (yang menjadikannya dapat) diterima (shahih), karena hilangnya salah satu dari syarat-syarat (hadits shahih).”

Penjelasan Definisi
Tidak terkumpul sifat-sifat yang menjadikannya dapat diterima; syarat diterima suatu hadits, sebaimana yang telah dibahas, antara lain;
  1. Memiliki sanad hingga kepada Nabi saw
  2. Sanadnya bersambung
  3. Rawinya ‘adil dan dhabith
  4. Tidak mengandung syadz
  5. Tidak ada illah
Hilangnya salah satu syarat diterimanya hadits; Apabila hilang syarat yang pertama, maka hadits itu tidak bisa dinisbahkan kepada nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, melainkan disandarkan kepada shahabat, tabi’in atau tabi’ tabi’in, sesuai dengan nama yang tercantum di dalam sanad tersebut.

Apabila tidak terpenuhi syarat kedua, maka hadits itu dinamakan mursal.
Apabila tidak terpenuhi bagian pertama dari syarat yang ketiga, yaitu sifat ‘adil, maka hadits itu termasuk matruk atau maudhu’, dan jika tidak ada syarat ketiga bagian yang kedua yaitu dhabth maka hadits tersebut disebut dha’if, matruk, atau bahkan maudhu’ yang disebabkan oleh kelemahan rawi.
Apabila hilang syarat yang keempat, maka hadits itu dinamakan syadz atau matruk.
Dan apabila tidak memenuhi syarat yang kelima, maka hadits itu dinamakan mu’allal.

Pembagian Hadits Dha’if
Hadits dha’if menurut derajat kedha’ifannya dapat dibagi menjadi dua bagian;
  1. Hadits yang kedha’ifannya ringan, tidak berat, dimana apabila didukung dengan hadits yang setingkat dengannya akan hilang dha’ifnya, dan meningkat menjadi hasan lighairihi. Seperti karena rawinya adalah seorang yang dha’if yang masih ditulis haditsnya, tetapi tidak bisa menjadi argumen apabila hanya diriwayatkan-nya seorang diri, atau karena di dalam sanadnya terdapat inqitha’ (keterputusan) karena mursal, atau tadhis.
  2. Apabila tingkat kedha’ifannya berat, maka tak ada artinya banyaknya tabi’ (pendukung), yaitu apabila rawinya pendusta atau tertuduh pendusta, matruk karena buruknya hafalan atau karena banyaknya kesalahan, atau majhul ‘ain yang tak diketahui sama sekali identitasnya.
Contoh Hadits Dha’if berat, dengan sebab kedha’ifan dalam hal ‘adalah (keadilan) adalah; Hadits yang dikeluarkan oleh Al Khathib Al Baghdadi  di dalam Iqtidha’ Al Ilmi Al ‘Amali (69) dengan jalan;

عَنْ أَبِي دَاوُدَ النَّخَعِي، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عُبَيْدِ اللهِ الْغَطْفَانِي، عَنْ سَلِيْكٍ، قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: إِذَا عَلِمَ الْعَالِمُ وَلَمْ يَعْمَلْ، كَانَ كَالْمِصْبَاحِ يُضِيْءُ لِلنَّاسِ، وَيَحْرُقُ نَفْسَهُ

Dari Abu Dawud an-Nakha’i, telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Ubaidilah Al Ghathfani, dari Salik, ia berkata; Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; Apabila seorang berilmu mengetahui tetapi tidak mengamalkan, maka ia seperti lampu yang menyinari orang lain tetapi membakar dirinya sendiri
Di dalam sanad ini, nama Abu Dawud an-Nakha’iy adalah Sulaiman bin Amr. Tentang rijal ini Imam Ahmad berkata, “Dia pernah memalsukan hadits”. Ibnu Ma’in berkata, “Dia orang yang paling dusta”. Murrah berkata, “Dia dikenal telah memalsukan hadits”. Al Bukhari berkata, “Dia ditinggalkan haditsnya, Qutaibah dan Ishaq menuduhnya sebagai pendusta”.

Dengan demikian hadits tersebut melalui sanad ini adalah maudhu’, karena kedha’ifan periwayatnya dalam hal ‘adalah (keadilannya).

Contoh hadits Dha’if berat yang disebabkan oleh kelemahan rawinya dalam dhabth, yaitu hadits yang dikeluarkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyatu Al Auliya’ (8/252) dengan jalan;

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ خُبَيْقٍ، حَدَّثَنَا يُوْسُفُ بْنُ أَسْبَاطٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللهِ الْعُرْزُمِيّ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ سَلِيْمٍ، عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ الْكَيَّ وَالطَّعَامَ الْحَارَّ، وَيَقُوْلُ: عَلَيْكُمْ بِالْبَارِدِ، فَإِنَّهُ ذُوْ بَرَكَةٍ، أَلاَ وَإِنَّ الْحَارَّ لاَ بَرَكَةَ فِيْهِ

Dari Abdillah bin Khubaiq, telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Asbath, dari Muhammad bin ‘Ubaidillah Al Urmuzi, dari Shofwan bin Salim, dari Anas bin Malik, ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membenci cos dan makanan panas, dan beliau bersabda; Hendaklah kalian (memakan makanan) yang dingin, karena padanya terdapat berkah. Ketahuilah bahwa (makanan) yang panas tidak ada berkahnya.

Di dalam sanad hadits ini, Muhammad bin Ubaidullah Al ‘Urzumiy adalah rijal yang matruk (ditinggalkan haditsnya) karena buruk hafalannya. Pada mulanya ia adalah seorang yang shalih tetapi kemudian kitabnya hilang, sehingga dia mengajarkan hadits dari hafalannya. Dari itulah ia mengajarkan hadits tidak seperti yang tidak diajarkan oleh orang-orang yang siqah, sehingga ahli hadits meninggalkan haditsnya.

Amru Abdul Mun’im Salim
Lengkapnya Klik DISINI

3 Manfaat Jima’ Bagi Istri, Hasil Riset Terkini

Kamar suami istri - ilustrasiSungguh, Islam adalah agama yang sempurna dan sesuai dengan fitrah manusia. Islam mensyariatkan pernikahan, yang dengannya seorang suami dan seorang istri saling berbagi menunaikan kewajiban dan mendapatkan haknya. Salah satu diantara hal yang paling penting adalah hubungan suami istri (jima’).

Jima’ ternyata memiliki banyak manfaat, bukan hanya semata memenuhi kebutuhan biologis. Beberapa penelitian terbaru mengungkapkan tiga manfaat jima’ bagi istri.

1. Membuat istri lebih berbahagia

Survei yang dilakukan majalah Top Sant di Inggris mengungkapkan, 22 persen wanita yang ‘bercinta’ lebih dari dua kali sepekan mengaku sangat bahagia, dibandingkan hanya 15 persen yang ‘bercinta’ setiap dua sampai tiga bulan.

"Berhubungan suami istri bukan barang mewah, tapi ini sangat penting. Hubungan suami istri membantu mengurangi stres, meningkatkan daya tahan tubuh dan memberi rasa kebahagiaan," jelas pakar seks Tracey Cox, dikutip dari Dailymail, Jum’at (6/9).

2. Membuat istri lebih cerdas

Sebuah penelitian yang dipublikasikan telegraph.co.uk bulan lalu menunjukkan hasil bahwa orgasme yang dialami wanita tidak hanya memberikan kepuasan, tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan. Seorang ilmuwan bernama profesor Barry Komisaruk menemukan bahwa orgasme pada wanita dapat mengaktifkan beberapa daerah di otak. Selain itu, orgasme dapat mengurangi rasa sakit.

Peningkatan kecerdasan karena orgasme ini bahkan lebih baik dibandingkan bermain teka-teki atau permainan yang mengasah pikiran. Saat mengasah otak dengan game, hanya sebagian kecil bagian otak yang aktif. Sedangkan saat orgasme, semua bagian otak aktif.

3. Membuat istri lebih nyaman dan sayang suami

Riset lain yang juga dipublikasikan pada bulan Agustus mengungkapkan bahwa berhubungan suami istri membuat wanita merasa lebih dekat dengan suaminya.

Jima' yang Bagaimana
Lalu jima’ seperti apakah yang mendatangkan tiga manfaat tersebut? Poin dua agaknya cukup jelas menyebut syaratnya: orgasme. Sedangkan poin tiga, selain tidak mengabaikan itu juga menekankan kelembutan dan keharmonian. Keduanya, perlu didahului dengan pemanasan, atau ar rasuul, atau mubasyarah, yang dalam istilah populernya disebut foreplay.

Dalam hadits dijelaskan pentingnya ar rasuul atau foreplay ini:
“Janganlah salah seorang dari kalian menjima’ istrinya seperti binatang ternak mendatangi pasangannya. Tetapi hendaklah ada ar rasuul antara keduanya.” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah ar rasuul itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ciuman dan kalimat-kalimat obrolan (mesra)” (HR. Ad Dailami)

Jika start awalnya adalah ar rasuul, suami perlu memastikan istrinya sampai ke finish. Minimal satu kali finish. Dan finishnya adalah inzaal/orgasme.

Demikian pentingnya istri mendapatkan hal ini, sehingga dinasehatkan dalam hadits:

“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

Wallahu a’lam bish shawab. [Abu Nida]
http://www.bersamadakwah.com/2013/09/3-manfaat-jima-bagi-istri-hasil-riset.html
Lengkapnya Klik DISINI

Siapa Dr. Warsito?



DR. WARSITO tengah menjadi pembicaraan hangat sekarang ini. Sejak beberapa tahun yang lalu, ia sudah membuat terobosan soal penanganan terhadap kanker. Namun Warsito Purwo Taruno, nama lengkapnya, ramai menghiasi media sekarang ini, karena tidak diizinkan untuk menjadi pembicara dalam seminar deteksi dini kanker di Hotel Sahid Jakarta, Kamis, 23 Oktober 2013. Rencana presentasi penemu rompi antikanker itu mendapat protes dari asosiasi dokter. Siapa Dr Warsito?

Dr. Warsito adalah salah satu dari “50 Tokoh” Revolusi Kaum Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003), “10 yang Mengubah Indonesia” versi majalah Tempo (Edisi Khusus Akhir Tahun 2006) dan juga terpilih menjadi salah satu dari “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia” Versi Majalah Gatra (Mei 2008).

Di dunia akademisi Internasional, Dr. Warsito dikenal sebagai pioneer dalam teknologi tomografi, yaitu teknologi untuk memindai berbagai macam objek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan, reactor nuklir hinga perut bumi.

Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi temuannya telah digunakan oleh NASA (Lembaga Antarikas Amerika Serikat) untuk memindai obyek dielektrika pada pesawat ulang-alik selama misi ke antariksa.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Chemistry Society, teknologi temuan Dr. Warsito diperkirakan akan mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran hingga nano teknologi.

Saat ini Dr. Warsito telah membangun pusat riset dan produksi system tomografi 4D yang pertama didunia yang berpusat di Tangerang, banten. Produk institusinya 100% diproduksi didalam negeri dengan melibatkan ilmuwan lokal dan telah mulai di pasarkan di Amerika Serikat (Baca “Produk Tangerang di Ohio, Koran Tempo, Oktober 2008)

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia (MITI).

Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Dr. Warsito telah membangun jaringan MITI diseluruh Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di kurang lebih 50 kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia. Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa Indonesia.

Dr. Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan menyusun Platform Pembangunan PKS Bidang Perekonomian. Ekonomi adalah bidang kedua yang digelutinya sejak tahun 1994 secara otodidak. [pkscibitung]
Lengkapnya Klik DISINI

Ucapkanlah Terima Kasih

 
Kita semua senang bila orang menghargai kita dan pekerjaan yang kita lakukan, kita sering melihat orang-orang memamerkan kartu ucapan terima kasih dari pimpinan mereka, sepucuk surat khusus dari konsumen, atau selembar sertifikat penghargaan (yang mungkin umurnya sudah sangat tua). Hargailah pekerjaan!

Ucapkan terima kasih pada anggota tim anda. Berikan penghargaan atas keberhasilan dan prestasi mereka. Sampaikan terima kasih bila mereka berhasil melakukan kemajuan. Anda bisa melakukannya secara empat mata, secara terbuka, dalam bentuk tertulis, atau dengan cara-cara yang begitu kreatif. Orang-orang yang hasil kerjanya dihargai kemungkinan besar kerjanya akan semakin baik juga.

Memperlihatkan sikap menghargai berarti menunjukkan apa yang anda inginkan dan apa yang menurut anda penting dilakukan. Tanpa umpan balik semacam itu, karyawan anda mungkin akan keliru menafsirkan apa yang bisa diterima atau dinilai tinggi.

Riset menunjukkan bahwa manusia haus akan penghargaan. Jika menerima pujian tulus atau apa yang berhasil dilakukan dengan baik, mereka tidak hanya merasa dihargai secara batiniah, tetapi juga membuahkan kebanggan tersendiri di kalangan keluarga dan teman-temannya. Hal ini akan meningkatkan penghargaan mereka pada anda sebagai pemimpin atau sebagai teman, sebagai suami/istri terhadap pasangannya atau bahkan orang tua terhadap anaknya. Siklus itu lalu akan terus-menerus mempertahankan semangat. Sekali suatu tingkat penghargaan atas prestasi diberikan, maka orang-orang di sekeliling kita akan bertindak dan berusaha mempertahankan citra yang telah berhasil mereka ciptakan.

  • Kapankah Anda terakhir kali mengucapkan terima kasih pada seseorang dalam jajaran staff Anda?
  • Kapankah Anda terakhir kali memuji seseorang dengan tulus atas keberhasilannya menyelesaikan pekerjaan dengan sangat baik?
  •  Kapan terakhir kali anda ucapkan terima kasih pada pasangan anda ? 
  • Hari ini siapakah yang menurut Anda harus mendapat pujian?
 
Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......