Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Khutbah Jum’at: 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang

Khutbah Jum’at: 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang | Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain adalah saudara.

Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin. Sebagai pengingat agar kita semakin meneguhkan kasih sayang sesama Muslim ini, khutbah Jum'at edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan 20 Januari 2012 bertemakan 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang.

***

KHUTBAH PERTAMA

إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Segala puji bagi Allah yang senantiasa melimpahkan karunianya kepada kita. Segala puji hanya milik-Nya yang telah menganugerahkan kenikmatan yang tak terhitung bagi kita semua. Dan diantara semua kenikmatan itu, nikmat Islam dan Iman adalah yang paling utama. Dengan nikmat itu, nikmat yang lain menjadi bernilai di hadapan Allah. Atas dasar nikmat itu, nikmat yang lain menjadi berharga di sisi Allah. Hanya dengan adanya nikmat itu, nikmat yang lain bermakna bagi kita, dalam pandangan Allah SWT.

Salawat dan salam atas Rasulullah SAW, yang telah mengajarkan ukhuwah dan memancangkan keteladanan dalam memenuhi hak ukhuwah sesama muslim. Maka para sahabat beliau pun menjadi generasi terbaik yang luar biasa kasih sayangnya kepada sesama Muslim.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.


مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS. Al-Fath : 29)

Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin (QS. Al-maidah : 54)

Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :

1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. (QS. Ali Imran : 159)

2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka


فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ
Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (QS. Ali Imran : 159)

3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim


وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ
Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain. (HR. Muslim).

4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka

Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,


يَا رَ سُوْ لَ الله ِدُ لَّنِي عَلَى عَمَلٍ أَ نْتَفِعُ بِهِ قَالَ:اِعْزِلْ الْأَ ذَى عَنْ طَرِ يْقِ الْمُسْلِمِيْنَ
“Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.r. Muslim dan Ibnu Majah)

5. Senyum, Salam dan Sapa


تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah (HR. Tirmidzi)


أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ وَصَلُّوا وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ
Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan tenang. (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")

6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya


مَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat. (Muttafaq 'alaih)

7. Menutupi aib sesama Muslim


وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat. (Muttafaq 'alaih)

8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim


لا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya (HR. Bukhari)

9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya


حَقُّ الْمُسْلِمُ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمُ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وِإِذَا إِسْتَنْصَحَكَ فَأَنْصِحْهُ, وإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتهُ, وَإِذَا مَرَضَ فَعِدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَأَتْبِعْهُ
Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia mati maka iringilah jenazahnya. (H.R. Muslim)

Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)

10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya


مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ
Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)

وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at 10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang edisi 26 Shafar 1433 H bertepatan dengan 20 Januari 2012 M; Bersama Dakwah]
Lengkapnya Klik DISINI

Dilema PKS

Buku Dilema PKS karya Burhanuddin Muhtadi segera mengambil perhatian publik seketika buku itu beredar. Mungkin Anda adalah termasuk orang yang penasaran dengan buku itu, berikut ini adalah kulwit dari Aang Kunaifi (Praktisi Kepemimpinan dan Direktur LMT Trustco Palembang) mengenai buku tersebut :

1. tadi pagi saya menyimak dialog yang konstruktif di tvone tentang #DilemaPKS antara Suara dan Syari'ah :)

2. #DilemaPKS itu merupakan judul sebuah buku yang ditulis oleh Pengamat Politik @BurhanMuhtadi yang merupakan tesis S2 beliau di ANU, Aussy

3. Dialog pagi tadi langsung menghadirkan beliau selaku penulis, juga tokoh PKS, yaitu Bapak Sekjend @anismatta

4. menurut @BurhanMuhtadi tema sentral buku #DilemaPKS ini mendasarkan tentang PKS yang mencoba memadukan antara islam dan demokrasi.

5. PKS yang coba memadukan antara islam dan demokrasi dalam satu tarikan nafas :), lalu pada saat yang sama menggabungkan 2 gerakan

6. Dua gerakan sekaligus, yaitu gerakan sosial ddan politik #DilemaPKS

7. maka dilema seperti inilah yang menurut penulis - berdasarkan teori politik yang beliau pelajari - sedang dirasakan oleh PKS

8. karena menurut beberapa ilmuwan politik internasional, agak sulit membayangkan tentang bersatunya antara islam dan demokrasi

9. Huntington merupakan satu dari prototype ilmuwan sosial dan politik yang mengamini pendapat tentang dilema itu

10. berdasarkan social movement theory juga agak sulit membayangkan gerakan sosial dan politik yang bersatu padu dalam satu lembaga

11. gerakan sosial adalah milik ormas atau organisasi sosial lainnya, sedangkan partai politik berkiprah dalam sebuah gerakan politik.

12. karena PKS sebagai sebuah partai, adalah parpol yang paling sering (data kompas dan republika) melakukan aksi2 sosial

13. sebut saja aksi2 demonstrasi, penanggulangan bencana alam, kerja2 baksi sosial, dsb

14. dua tema besar ini yang menurut @BurhanMuhtadi dalam dialog pagi tadi coba dia teliti dalam tesis yang sekarang sudah berbentuk buku :)

15. Nah, Pak @anismatta mencoba menjawab atau lebih tepatnya menjelaskan tentang PKS dengan semua keunikan (baca : keistimewaan).

16. terlalu singkat memang penjelasan beliau (karena waktunya juga singkat), tapi saya coba untuk menjelaskan tentang apa yang disampaikan

17. sebenarnya PKS menyelesaikan tema2 tentang suara dan syari'ah, gerakan sosial dan gerakan politik

18. Pada titik itu (Ideologis, Idealisme, Filosofis), PKS (kader2 utamanya) sudah tidak ada masalah lagi, sudah final

19. PKS menjadikan Islam sebagai ideologi bagi partai. karena itu, partai ini mendasarkan kerja2 politiknya kepada agama ini

20. itulah yang menyebabkan partai ini tidak mengalami kegalauan, atau dilema yang disinyalir oleh beberapa ilmuwan politik.

21. saya tidak meragukan analisa2 ilmuwan politik itu, dan bahkan beberapa saya nilai objektif, seperti analisa @BurhanMuhtadi

22. cuma maaf kalau yang saya ragukan adalah pisau analisa yang mereka gunakan dalam membedah PKS, yaitu teori2 sosial dan politik barat

23. karena teori2 itu memang bersumber pada konteks yang sifatnya sekular, memisahkan antara agama dan kehidupan, terutama politik

24. sehingga idealisme yang bersumber dari agama rasanya tidak mungkin bisa bersanding dengan kerja2 politik

25. kerja2 politik yang selalu identik dengan opportunistik, pragmatis, tipu daya, dan statemen2 negatif lainnya. Sehingga wajar jika....

26. jika mereka meragukan kemampuan PKS dalam mengusung nilai2 agama (islam) dalam kerja2 politik, menyandingkan haq dan batil :)

27. wajar karena mereka membedah PKS dengan pisau analisa yang berbeda dengan yang digunakan oleh kader2 PKS.

28. maka itulah statement @anismatta dalam dialog pagi. bahwa mereka sudah selesai dengan perdebatan suara dan syariah, partai terbuka, dsb

29. sudah selesai pada titik ideologi yang melahirkan nilai2 idealisme, filosofis dalam perjuangan

30. sudah relatif selesai juga dalam titik strategis, walau tetap dalam korelasi positif terhadap waktu dan faktor eksternal lainnya

31. tapi mungkin memang harus lebih banyak dan melakukan akselerasi dalam tataran teknis. sebuah kesadaran, atau sikap mental

32. sikap mental untuk menjadikan nilai2 islam yang syumul, sempuna, dan komprehensif, sehingga menjadi laku secara kolektifitas

33. inilah sebenarnya yang sering sekali disampaikan Sekjend PKS, yaitu @anismatta dalam tulisan2 dan taujih2nya

34. bahwa kemuliaan, kebesaran, serta keagungan islam tidak lengkap kalau tidak bertemu dengan manusia2 yang juga mulia, besar dan agung

35. dan inilah sebenarnya yang menjadi tantang islam di dunia dewasa ini, yaitu mempertemukan islam yang agung dengan pahlawan2nya.

36. undur diri dulu tweps, nanti kultwitnya saya lanjutkan ada agenda mendesak harus diselesaikan :)

37. baiklah, kita lanjut bincang tentang dialog pagi tadi bersama @anismatta & @BurhanMuhtadi membahas buku #DilemaPKS

38. sebelumnya saya bilang kalau @anismatta mengatakan dalam dialog pagi tadi dan dipengantar buku #DilemaPKS bahwa PKS sudah selesai dengan

39. PKS sudah selesain dengan ideologinya, yaitu islam. sedang islam sudah jauh2 hari mendeklarasikan diri sebagai agama sempurna (QS 4 : 3)

40. Maka Anis mengatakan bahwa yang paling penting sekarang bagi kader2 PKS adalah menyadari sepenuhnya tentang islam itu sendiri

41. tentang Islam yang sempurna, dan kemampuannya (Islam) untuk hadir dalam semua konteks kehidupan, kapan dan dimanapun.

42. termasuk kemampuan islam dalam menghadapi dan survive dalam kehidupan berdemokrasi

43. pesimisme tentang perpaduan antara islam dan demokrasi mungkin saja berasal dari keraguan (bersumber dari ketidakpahaman) ttg islam

44. Anis mengakui bahwa partai yang mengusung ideologi tertentu (apapun ideologinya) pasti akan menemukan fakta bahwa dilemanya....

45. bahwa dilemanya selalu terletak antara idealisme dan kapasitasnya, termasuk PKS. Sebab, ideologi membutuhkan pembuktian di lapangan

46. ideologi dan manusia ibarat dua sisi mata uang, tidak bisa dipisahkan. ideologi besar pasti membutuhkan manusia yang besar pula

47. maka debat2 yang membincangkan keraguan islam sebagai sebuah ideologi dengan turunannya, seperti partai terbuka, mampukah islam survive

48. mampukah islam survive dalam demokrasi, apakah PKS nantinya akan bisa menjadi partai besar, adalah debat yang harus diminimalisir

49. jauh lebih produktif berbicara dan bekerja untuk menjadi manusia muslim yang diinginkan oleh islam (tentang ini dikupas lengkap oleh..

50. ....... oleh @anismatta dalam bukunya #ModelManusiaMuslim)

51. meningkatkan kemampuan kader secara kolektif agar benar2 pantas untuk menjadi 2 sisi mata uang bagi islam. agama dan manusia agung

52. pertumbuhan kapasitas itu menurut Anis adalah tentang dialektika antara tantangan dan respon. Dinamika sejarah selalu tercipta begitu

53. apa yang dihadapi PKS sebagai sebuah partai hari ini adalah cara Allah untuk membuat partai ini menjadi lebih besar, tidak selesai....

54. membuat PKS menjadi lebih besar, tidak hanya selesai sekedar menjadi pertai menengah saja. apalagi PKS tidk terbntuk untk Indonesia saja

55. tentunya tergantung dengan respon yang diambil oleh PKS secara kolektif, memilih respon belajar untuk menghadapi tantangan2 itu

56. belajar dengan tidak hanya ada pada individu saja tapi juga dalam skala organisasi, dan kepemimpinan (leadership)

57. maka belajar menjadi usaha untuk mendekatkan jarak antara sebuah ideologi dan kapasitas organisasi yang mengusungnya

58. belajar adalah usaha untuk mendekatkan jarak antara islam dan PKS sebagai pertai pengusung

59. pembelajaran selalu merupakan rahasia di balik semua fenomena pertumbuhan jangka panjang dalam sejarah masy di dunia ini (Anis Matta)

60. maka itulah yang menurut Anis penting dilakukan oleh kader2 PKS, yaitu belajar dan seterusnya begitu

61. menurut saya, pertama sekali yang harus dipelajari adalah tentang islam itu sendiri, karena PKS berjuang untuk dan bersama islam

62. pemahaman yang menyeluruh, lengkap, komprehensif tentang islam itu akan menghasilkan kerja2 yang efektif dan produktif

63. ingat, pemahaman itu sendiri tidak hanya kerja akal, walau memang akal itu sendiri berpengaruh besar. pemahaman itu tntang akal dan hati

64. Hasan Albanna (Pendiri IM) sendiri mengatakan bahwa Pemahaman tentang Islam (Alfahm) adalah rukun bai'at yang pertama bagi para ikhwan

65. pemahaman yang baik tentang islam itulah yang membuat kader2 PKS mempunyai sikap mental, kesadaran yang laik sebagai pemimpin

66. itulah, saya optimis PKS akan bisa memimpin dan bekerja untuk Indonesia dan bahkan dunia, waktu yang akan menjawab

67. tapi memang perlu untuk melakukan akselerasi dalam belajar, agar waktu yang dinanti tidak terlalu panjang dan lama

68. sesegera mungkin PKS memang harus menyelesaikan permasalahan dalam negeri, karena dunia sudah rindu menanti :)

69. PKS tidak hanya bekerja untuk Indonesia tapi juga bagi seluruh dunia. Bukankah kita memang terlahir untuk menjadi pemimpin bagi dunia?

70. Sekian tweps bincang tentang #DilemaPKS, mohon RT jika berkenan, salam untuk semua:)

Demikian kulwit tentang buku Dilema PKS dari Aang Kunaifi, semoga bisa menjawab sebagian rasa penasaran mengenai buku karya Burhanuddin Muhtadi tersebut. []

Lengkapnya Klik DISINI

Rindu dari Negeri Perantauan

Kepada yang tersayang
Ibundaku tercinta
Semoga sehat selalu


Ilustrasi (inet)
Ibu, bagaimana keadaan ibu sekarang, aku harap ALLAH senantiasa memberikan kesehatan dan yang terbaik buat ibu. Ibu, hari ini tepat tanggal 22 Desember, di mana banyak orang mengumandangkan “Hari Ibu”. Sebenarnya bagi aku, tidak hanya tanggal 22 Desember yang pantas untuk ibu. Tapi setiap hari, jam, menit dan detik adalah waktu yang sepatutnya aku persembahkan untuk ibu.

Ibu, maafkan anakmu yang jarang pulang. Maafkan anakmu yang jarang menanyakan kabar ibu. Maafkan anakmu yang bisanya hanya meminta. Ibu, aku berada di perantauan demi engkau. Aku berdiri di sini untuk esok melihat senyum di wajahmu sambil berkata “itulah anakku yang telah sukses dengan segala usahanya”.

Memang aku terlalu egois kalau hanya mengejar mimpi tanpa peduli bagaimana kondisi ibu. Tapi percayalah bu, ini semua tak lepas dari doa- doamu untukku. Aku tahu, di setiap sujudmu, engkau pasti mengucap namaku. Maafkan aku ibu, yang sering kali membantah akan perintahmu. Yang tidak mempercayai segala ucapanmu, yang selalu meremehkan petuahmu tentang kehidupan.

Aku sadar, aku tidak mungkin seperti ini tanpa ibu. Aku sadar tanpa kasih saying ibu, aku tak mampu menjadi apapun. Dengan sabar ibu merawatku, dengan sabar ibu membimbingku dan dengan sabar ibu menemaniku menjalani binar-binar kehidupan. Terkadang aku merasa terlalu dianggap anak kecil, terkadang aku merasa ibu terlalu mengekang aku, terkadang aku merasa ibu jahat. Padahal aku tahu, ibu melakukan itu untuk kebaikanku.

Betapa teganya anakmu ini, jarang pulang untuk bersua denganmu, jarang pulang karena terlalu menyibukkan diri, jarang pulang karena berbagai alasan yang sebenarnya hanya alasan. Tapi percayalah ibu, semua itu aku lakukan demi ibu, satu permintaanku, aku ingin melihat senyum di wajah ibu. Walaupun senyum ibu terkadang tersembunyi di guratan wajah yang semakin lama semakin sayu. Aku selalu menangis jika membaca atau mendengar kisah seorang ibu, banyak motivator yang memotivasi orang lain adalah dengan cara berkisah tentang ibu. Aku ingin bercerita bu, saat di kampus ada acara ESQ seperti motivasi tentang spiritual, mereka mampu bercerita sampai aku menangis tersedu- sedu. Tak lain adalah bercerita tentang IBU. Aku ga’ mau ibu pergi terlalu cepat. Aku ga’ mau cepat kehilangan senyum di wajah ibu. Aku masih ingin membahagiakan ibu.

Marahi aku bu, pukul aku kalau aku nakal. Asal jangan biarkan aku sendiri menjalani kehidupan ini. Aku rindu tangan lembut ibu membelai rambutku. Aku rindu tangan ibu menyuapiku, aku rindu wejangan-wejangan ibu saat aku berbuat salah. Aku rindu didongeng’i kisah pangeran dan putri salju. Aku kangen masakan ibu, aku kangen ibu mengajariku mengerjakan PR, aku kangen ibu menyisir dan mengikat rambutku. Andai, ibu selalu di sampingku, menemaniku setiap tidur. Mendengar keluh kesahku. Mendengar bagaimana aku menuntut ilmu, bagaimana aku bentrok dengan para sahabatku sampai bagaimana sakitnya aku ketika harus mengakhiri hubungan dengan orang yang begitu dekat denganku.

Ibu, sekarang aku belum bekerja. Aku belum mampu menghasilkan uang yang banyak. Aku hanya punya beberapa usaha sambilan sambil kuliah. Itupun untuk modal masa depanku. Maafkan aku ibu, kalau aku belum bisa member ibu baju yang bagus, membangunkan rumah ataupun membelikan perhiasan. Aku tahu, ibu tak akan meminta hal seperti itu. Tapi aku ingin membahagiakan ibu dengan memenuhi kebutuhan itu.
Ibu, aku ingin sedikit berkeluh kesah. Maafkan anakmu yang terlalu menyalahgunakan kebebasan yang ibu berikan. Aku ikut organisasi mahasiswa dimana hal itu sangat menguras waktuku, maafkan aku, yang semester ini nilaiku harus jatuh. Maaf ibu, Maaf….

Aku janji, semester ke depan aku akan memperbaikinya. Doakan anakmu ini bu, agar selalu diberi kemudahan dalam menjalani kehidupan dan diberikan yang terbaik. Maafkan anakmu, karena ikut organisasi ini- itu, malah jadi jarang pulang, jarang melihat kondisi ibu, jarang tahu ibu sudah makan apa belum. Bu, aku memang belum bisa memberikan apa- apa. Aku hanya bisa membuat ibu susah. Pulang- pulang bawa tagihan SPP (uang pembayaran semester). Pulang- pulang malah minta uang untuk inilah- itulah. Padahal, untuk mencari uang, ibu harus kerja mati- matian. Aku janji bu, aku tidak akan menghambur- hamburkan semua pemberian ibu. Semua amanat ibu akan aku laksanakan sebaik- baiknya. Satu kata dari ibu yang selalu aku ingin dan sampai saat ini selalu aku terapkan adalah

“Berbuat baik dan sopan di negeri orang, kalau kamu hidup sebagai orang perantauan dan senantiasa berbuat baik pada sesame, niscaya hidup kamu di sana juga akan mudah”, jangan takut mencoba kalau kamu ingin sukses, raih impianmu sampai engkau lelah untuk merengkuhnya.

Ibu, maafkan anakmu. Di hari ulang tahunmu, aku malah sibuk dengan tugas- tugas kuliah. Moment hari ibu pun, aku lewatkan tanpa ucapan kepadamu. Dengan surat ini, aku ingin menyampaikan “SELAMAT ULANG TAHUN BU, SEMOGA ALLAH Senantiasa memberikan yang terbaik untuk ibu”

Satu kata yang mampu aku ucapkan…
AKU SAYANG IBU
AKU CINTA IBU walaupun tak pernah terucap langsung dari bibirku.
AKU ingin ibu menemaniku sampai aku benar- benar bisa hidup sendiri.
CEPAT SEMBUH BU…
AKU RINDU BERCANDA GURAU DENGAN IBU…
Terima kasih untuk kemutannya datang ke kosanku tanpa mengatakan sebelumnya.
I LOVE MOM :)
AKU AKAN SEGERA PULANG

Malang, 22 Desember 2011
Rindu terdalam untuk keluarga di Jombang

Lengkapnya Klik DISINI

Diantara Sebab Suksesnya Kebangkitan… Melawan Berbagai Rintangan dan Berusaha Mengalahkanya


Risalah dari Prof. DR. Muhammad Badi’, Mursyim Am Ikhwanul Muslimin, 23-02-2012

Penerjemah:
Abu ANaS MA
___________

Apakah Target Revolusi Arab Terealisir??

Berbagai peristiwa revolusi secara tiba-tiba telah kita lewati, di seantero dunia menegaskan secara detail akan kemenangan kehendak bangsa dan cita-cita mereka yang telah terealisasir dengan menumbangkan penguasa tiran dan sistem pemerintahan yang diktator. Peristiwa tersebut telah menelan korban -dan hingga sekarangpun masih terjadi- baik yang syahid atau yang terluka, demi meraih hak-hak mereka yang terampas, kehormatan yang terabaikan, kebebasan yang hilang. Dan pada saat yang bersamaan banyak orang yang bertanya-tanya tentang sebab terjadinya revolusi?!! Padahal hakikat ini menunjukkan bahwa bangsa ini tumbuh dengan peradaban yang agung seperti yang diketahui oleh seluruh umat manusia, umat yang telah dimuliakan Allah dengan Islam yang menaungi umat lain dalam waktu yang singkat; baik di bagian timur maupun bagian barat dunia, dengan kehidupan yang mulia dan sejahtera. Sementara itu, pada saat ini, setelah Allah menganugerahkan kemenangan melalui revolusi dan runtuhnya rezim diktator, dengan sendirinya mampu mengembalikan hak-haknya dan menentukan pilihannya;

Pertama adalah meraih kemerdekaan dan kebebasan manusia, kemuliaannya, jati dirinya, dan akhlak masyarakatnya; untuk memformulasi kebangkitannya.

Kedua adalah keberhasilannya merobohkan berhala penyembahan kepada seseorang sehingga menjadi penentu dalam kehidupan manusia sampai mati.

Dan terakhir adalah menghadirkan undang-undang yang ditentukan oleh rakyat bukan menjadi tekanan atasnya, mengikuti prinsip pemisahan kekuasaan dan pengelola kekuasaan.. Karena itu bukanlah sebagai target memberikan regulasi kekuasaan, melanggengkan kehancuran yang membuat keropos tulang-tulang.

Pertanyaannya adalah: Apakah setelah umat meraih kembali legalitasnya yang hilang dalam beberapa dekade sebelumnya. Apakah mampu mewujudkan kembali jati dirinya rakyat adalah sumber kekuasaan?

Karena itulah, yang menjadi pertanyaan hari ini adalah -khususnya dihadapan berbagai rintangan yang sedang mengepung revolusi Arab-: Bagaimana cara menyempurnakan hasil kebangkitan dan mewujudkan cita-cita-nya, cara menghadapi berbagai rintangan yang berusaha ditabur oleh musuh-musuhnya di jalan-jalan, yang niscaya akan dihancurkan oleh Allah  SWT melalui kerja keras umat dan pertolongan Allah SWT yang tidak pernah memberikan peluang kepada orang-orang yang melakukan kerusakan?!!

الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ
“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan”. (Al-Hajj:41), maksudnya adalah memotivasi kebaikan dan membersihkan kerusakan.

Bagaimana Memelihara Hasil Revolusi Arab?

Untuk memelihara hasil revalolusi yang telah dicapai, bagi umat hendaknya memelihara hal-hal berikut:
Pertama: lembaga-lembaga kenegaraan; karena rakyat adalah pemiliknya, mengokohkan diri  untuk bisa meninggikan kedudukannya lalu mengembangkannya. Dan mengembalikan jati diri adalah agenda utama bangsa, yang sesuai dengan kondisi kekinian dan masa yang akan datang, yaitu dengan mengikutsertakan semua komponen; laki-laki dan wanita, muslim dan non muslim, pejabat dan rakyat, tanpa perbedaan diantara mereka baik dari sisi simbol politik, kedudukan sosialnya dan ilmu mereka; karena orientasinya adalah satu, dan jalan menuju negeri yang stabil dan konstrukstif adalah tujuan bersama; saling berkomunikasi dan berpegangan secara bersama untuk mewujudkannya, mengokohkan pilar-pilarnya, menyempurnakan bangunannya, khususnya dihadapan invasi peragu-raguan yang tidak akan pernah berhenti ditebarkan terhadap bentuk revolusi yang cemerlang, secara terus menerus dan berulang memberikan gambaran yang beraneka ragam seperti yang banyak disaksikan umat seperti peristiwa perpecahan dan perbedaan pendapat untuk menjauhkan para revolusioner dari ruh persatuan, menggagalkan hasil yang telah diraihnya, menghalang-halangi berbagai sikap positif untuk mewujudkan target revolusi, seperti menyebarkan kegaduhan dan polutan-polutan dari sisi keamanan, melakukan konspirasi terencana sehingga terjadi pertumpahan darah dan bertambahnnya para syuhada dan yang terluka serta keluarga yang tercerai berai, seruan-seruan keji dalam bentuk tekanan atas kehidupan bangsa, mempersempit gerak dan beban berat oleh kondisi yang carut marut, dengan seruan mereka berupa kekacauan dan ketidak pastian sehingga berkeinginan untuk keluar dari krisis walau harus kembali kepada kondisi pemerintahan sebelumnya.

Agar kita bisa memelihara hasil revolusi arab dan kita sedang berada di jalan menuju kebangkitan umat, maka kita semua harus bersatu dan bersepakat pada target yang jelas dan tertentu; sehingga kita bisa mewujudkan sisa dari target revolusi dan tuntutan-tuntutannya. Allah SWT berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai”. (Ali Imran:103)

Dan firman Allah:
وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu”. (Al-Anfal:46)

Marilah kita bersepakat untuk menghadirkan kemaslahatan yang lebih tinggi bagi negeri dan mengesampingkan kepentingan pribadi dan tujuan-tujuan partai yang sempit, memberikan perasaan kepada  umat bahwa cita-cita dan impiannya tidak akan terealisasir kecuali dengan peran serta dan sikap positif dari semua bangsa dan menjaga lembaga-lembaga kenegaraan; itulah target hakiki revolusi, guna menegaskan legalitas undang-undang dan berusaha menghentikan berbagai usaha yang ingin menebarkan kegaduhan di tengah umat.

Dengan Berkorban Kita Akan Mampu Melawan Berbagai Rintangan

Bahwa melawan berbagai rintangan adalah salah satu cara menuju keberhasilan yang kita raih dalam revolusi, yang tentunya membutuhkan kekuatan kehendak, ketegaran dan usaha yang keras untuk memelihara hasil dari revolusi, karena hal tersebut tidak akan mampu direalisasikan kecuali dengan menyatukan kekuatan bangsa. Dan oleh karena itulah, Ikhwan senantiasa berusaha untuk menyeru kepada anak-anak bangsa untuk berkumpul dan bersatu, menyatukan persepsi seputar pelayanan negeri; berkumpul dalam bentuk kesadaran pada konsep-konsep yang ingin meraih kemuliaan dari revolusi kebangsaan ini, melawan rencana makar dalam rangka menghancurkan kehendak bangsa atau mengaburkan bentuknya atau mencerai beraikan kesatuannya, atau mengalihkan targetnya, dan ketika kita bersatu maka target kita yang merupakan simbol-simbolnya kepada kerja nyata untuk melangkah pada tahapan transisi saat ini, yang mana ini merupakan tahapan awal, yang tidak akan berlangsung kecuali dengan bersabar dan tetap tegar secara bersamaan dalam menghadapi berbagai rintangan, memiliki perasaan pada setiap jiwa kita akan tanggungjawab dalam meraih revolusi, dan kebangkitan umat di berbagai lini dan sisinya; keamanan, politik, ekonomi dan sosial; khususnya para pemuda, karena mereka memliki potensi yang besar dan semangat membara dan jiwa yang bersih di tengah masyarakat dan memiliki pemahaman yang detail terhadap problematikanya; begitu pula para wanita, karena memiliki peran yang signigfikan dalam menghadirkan kesadaran dan membentuk generasi yang sudi berpartisipasi aktif dalam membangun dan melakukan kebangkitan.

Bahwa bangsa yang memiliki kesadaran penuh akan selalu menghadirkan pengorbanan dari darah anak bangsanya, harus senantiasa melakukan berbagai inisiatif dalam rangka menghadirkan kembali potensi dan kekuatannya dalam meraih hari esok yang cerah dan penuh kemuliaan, karena hal tersebut tidak akan terealisir dengan angan-angan belaka, namun dengan kerja keras dan sungguh-sungguh serta berkesinambungan, melakukan persiapan dan penyiapan yang kontinyu dan konstan untuk meraih kebangkitan, meninggikan jati diri, memuliakan potensi anak bangsa dan melewati berbagai rintangan yang menghadang.

Wahai Ikhwan dan Umat Manusia seluruhnya…

Marilah kita renungkan ungkapan Imam Syahid Hasan Al-Banna dalam menyiapkan generasi kebangkitan, ungkapan yang seakan disampaikan hari ini dihadapan para pemuda pembawa kebangkitan. Beliau berkata:

ولكن الأمم المجاهدة التي تواجه نهضةً جديدةً وتجتاز دور انتقال خطير، وتريد أن تبني حياتها المستقبلة على أساس متين يضمن للجيل الناشئ الرفاهية والهناء، وتطالب بحق مسلوب وعز مغصوب؛ في حاجة إلى بناء آخر غير هذه الأمنية.. إنها في مسيس الحاجة إلى بناء النفوس وتشييد الأخلاق وطبع أبنائها على خلق الرجولة الصحيحة؛ حتى يصمدوا لما يقف في طريقهم من عقبات، ويتغلَّبوا على ما يعترضهم من مصاعب.. إن الرجل سرُّ حياة الأمم ومصدر نهضتها، وإن قوة الأمم تقاس بخصوبتها في إنتاج الرجال الذين تتوافر فيهم شرائط الرجولة، وإني أعتقد أن الرجل الواحد في وسعه أن يبني أمة إن صحَّت رجولته، وفي وسعه أن يهدمها كذلك إذا توجهت هذه الرجولة إلى ناحية الهدم لا ناحية البناء
“Akan tetapi umat yang memiliki kesungguhan yang sedang melakukan kebangkitan baru dan menghadapi masa transisi  yang genting, serta ingin membangun kehidupan masa depan  yang lebih cerah diatas pondasi yang kokoh  untuk menjamin generasi yang tumbuh sejahtera dan cerah, menuntut kembalinya hak yang terampas dan harga diri yang terabaikan;  pasti membutuhkan pembinaan lain bukan hanya dengan angan-angan… namun sangat membutuhkan pada pembangunan jiwa, pengokohan akhlak, pencetakan anak bangsa yang memiliki akhlak kepahlawanan yang benar; sehingga mereka memiliki ketegaran jiwa dalam melintasi jalan yang penuh dengan rintangan dan hambatan, dan mampu mengalahkan berbagai kesulitan yang mereka hadapi.. bahwa jiwa pejuang adalah rahasia kehidupan suatu bangsa dan sumber kebangkitannya, dan kekuatan umat diukur dari kesuburannya dalam memproduksi para generasi yang memiliki syarat-syarat kepahlawanan, dan saya yakin bahwa satu orang pahlawan jika benar kepahlawanannya akan mampu membangun umat dengan baik, dan dengan juga akan mampu menghancurkan suatu bangsa jika orientasinya adalah destruktif bukan konstruktif”.

Salawat dan salam atas Rasulullah saw beserta keluarga dan para sahabatya.

Allahu Akbar wa lillahilhamdu.

http://www.al-ikhwan.net/2012/03/5347/diantara-sebab-suksesnya-kebangkitan-melawan-berbagai-rintangan-dan-berusaha-mengalahkanya/
Lengkapnya Klik DISINI

Dosa Pemimpin

Sungguh mengherankan jika seorang pemimpin hanya mengkhawatirkan keselamatan diri dan keluarganya dari rongrongan rakyat atau lawan-lawan politiknya, sementara ia menelantarkan rakyatnya dalam jeratan kemiskinan.


Oleh Ahmad Syahirul Alim*

Suatu hari sahabat Abu Dzar al-Ghiffari memohon kepada Rasulullah SAW untuk mengabdikan diri sebagai pemimpin di daerah seperti sahabat lainnya. Abu Dzar berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau hendak menggunakan (jasa)-ku?“ Namun, Rasulullah SAW yang mengetahui karakter para sahabatnya mengetahui bahwa Abu Dzar tidak cocok untuk menjadi seorang pemimpin. “Wahai Abu Dzar, engkau itu lemah (dalam kepemimpinan), dan kepemimpinan itu ialah amanah dan akan menjadi kehinaan serta penyesalan pada Hari Kiamat.“

Rasul SAW tidak meragukan kesalehan dan ketakwaan Abu Dzar al-Ghiffari, tetapi ia hendak mengingatkan akan bahaya menjadi pemimpin tanpa mampu menjalankan amanah yang diembannya. Karena, pemimpin tidak hanya bertanggung jawab kepada rakyatnya, tapi kepada Allah.

Jika seorang pemimpin mampu menunaikan amanah dengan baik, memberikan hak-hak bagi orang yang dipimpinnya, dan berbuat adil kepada diri, keluarga, dan rakyatnya, ia termasuk orang yang dicintai Allah dan mendapatkan naungan dari sisi-Nya pada Hari Kiamat. “Sehari menjadi pemimpin yang adil, lebih baik daripada beribadah selama 60 tahun.“ (HR Ahmad).

Sebaliknya, jika seorang pemimpin tidak adil, mengabaikan tanggung jawabnya terhadap rakyat, dan hanya berpihak kepada diri, keluarga, dan kelompoknya, ia akan menyesalinya pada Hari Kiamat.

“Barang siapa yang menjadi pemimpin (hanya) bagi 10 orang atau lebih, Allah akan mendatangkannya dengan tangan terbelenggu pada lehernya pada Hari Kiamat, ia akan dibebaskan oleh kebaikannya atau dikencangkan dosanya, awalannya ialah kesalahan, pertengahannya penyesalan, dan akhirannya kehinaan pada Hari Kiamat.“ (HR Ahmad).

Dosa seorang pemimpin tidak bisa disamakan dengan manusia biasa, karena dosa pemimpin berdampak luas dan merugikan orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang menyalahgunakan wewenang, membiarkan kezaliman, dan menelantarkan orang-orang yang tidak mampu, akan dibalas dengan kehinaan.

Karena itu, pemimpin umat Islam terdahulu selalu memikirkan tentang penderitaan rakyatnya karena merasa takut akan perbuatan dosa yang akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah.

Sungguh mengherankan jika seorang pemimpin hanya mengkhawatirkan keselamatan diri dan keluarganya dari rongrongan rakyat atau lawan-lawan politiknya, sementara ia menelantarkan rakyatnya dalam jeratan kemiskinan.

Umar bin Khattab RA merinding ketakutan akan posisinya pada Hari Kiamat hanya karena mengkhawatirkan seekor keledai yang tak bisa makan. “Andaikan seekor keledai terjerembap di daerah Irak, niscaya Allah kelak akan menanyakan pertanggungjawabanku“.

Seandainya setiap pemimpin lebih mengkhawatirkan kedudukannya di sisi Allah dibanding jabatan dan kekuasaannya saat ini, ia akan senantiasa mendengarkan dan memperhatikan kebutuhan rakyatnya. Sekecil apa pun kesalahan pemimpin terhadap rakyatnya, akan menjadi penyesalan, kehinaan, dan azab baginya pada Hari Kiamat. Wallahu `alam.


*REPUBLIKA (3/4/12)
from. http://www.pkspiyungan.org/2012/04/dosa-pemimpin.html
Lengkapnya Klik DISINI

Para Pemain Muslim yg pernah main Di Piala Dunia 2010

Piala Dunia 2010 udah lama lewat, namun tidak ada salahnya kalau postingan ini di muat lagi... hitung2 kita bernostalgia atas apa yang pernah terjadi dan para aktor di lapangan hijau..... 

Karena saya seorang muslim, alangkah baiknya kita melihat tentang keikut sertaan pemain-pemain yang beragama islam di piala dunia . Piala dunia ini hanya di ikuti satu Negara yang rata-rata beragama islam yaitu Aljazair. Biasanya negara-negara Timur Tengah yang notabene mayoritas muslim seperti Arab Saudi dan Iran yang tidak pernah absen dari perhelatan piala dunia harus menerima kenyataan tidak bisa lolos pada kualifikasi piala dunia, dan membuat berkurangnya pemain muslim yang berlaga di piala dunia ini. Tapi bukan berarti tidak ada muslim yang ikut ambil bagian.Salah satu pengisi soundtrack resmi Piala Dunia 2010, Wavin’ Flag, adalah seorang muslim yang bernama K’naan, Ia lahir di Somalia dengan nama asli Keinan Abdi Warsame. Dalam bahasa Somalia, K’naan, berarti pengembara. Menghindari perang di Somalia, ia bersama keluarganya pindah ke Toronto, Kanada.

Tidak sengaja saya search di google tentang pemain-pemain sepakbola muslim yang bermain di eropa,ternyata banyak juga pemain muslim yang bermain di eropa dan rata-rata bermain di klub-klub elite eropa. Tidak usah jauh-jauh pada final liga champion yang mempertemukan Bayern munchen dan inter Milan ada beberapa pemain yang beragama islam, Sebut saja Franck “Bilal” Ribéry yang mengantarkan bayern munchen di final liga champion biarpun dia tidak bermain di final tapi kontribusinya sangat besar untuk Bayern muchen. Tidak adanya ribery membuat lini tengah Bayern kurang bertaji dan harus mengakui keunggulan inter Milan dengan skor 2-0 selain itu ada pemain asal turki yaitu Hamid Altintop,. Sedangkan di kubu lawan ada nama Sulleyman Ali “Sulley” Muntari atau yang di kenal dengan nama Sulley muntari. Pemain berkembangsaan Ghana ini menggantikan Goran pandev pada menit 78 pada final liga champion itu adalah juga seorang muslim.

Pada piala dunia 2010,pemain muslim tidak ketinggalan ikut berpartisipasi seperti:

ALJAZAIR

Tidak usah di tanyakan lagi,aljazair yang rata-rata pemainnya adalah keturanan arab ini merupakan satu-satunya peserta piala dunia dengan mayoritas pemainnya beragama islam. Aljazair mengakhiri prestasi di jajaran elite sepakbola dunia dengan keikutsertaannya Piala Dunia 2010 Afrika Selatan . Setelah terakhir mengikuti tahun 1986,selain itu Aljazair juga pernah menjuarai piala Afrika 1990. Bermodal pengalaman bermain di tanah airnya dan Prancis, 'Sheikh' Rabah Saadane mencoba peruntungannya sebagai pelatih untuk piala dunia ini.


PRANCIS

Franck "Bilal" Ribéry(Bayern munchen)
Franck Ribery memeluk Islam setelah bermain di klub asal Turki, Galatasaray, pada 2005.Sebelum masuk lapangan, ia selalu berdoa. Istrinya seorang muslimah dan memiliki dua orang putri, Hiziya dan Shahin. Ia pernah mengatakan, “Islamlah yang memberikan saya kekuatan dalam dan luar lapangan.”.

Pada awal tahun 2009, setelah babak pertama pertandingan persahabatan di Jeddah, Arab Saudi, Franck Ribéry dan teman satu timnya di Bayern Munchen, Hamid Altıntop bertangkat ke Mekkah untuk umrah. Kembali ke hotel malam hari untuk bergabung bersama timnya dan melanjutkan Bundesliga.




Éric "Bilal" Abidal(Barcelona)


Sejak masuk Islam, Abidal berusaha menjadi Muslim yang taat. Kariernya di lapangan hijau kian moncer. Penggemar La Liga Spanyol pasti mengenal sosok Eric Abidal. Ia dikenal sebagai bek andal yang memperkuat FC Barcelona dan Timnas Prancis.




Nicolas Sebastien Anelka” Abdul Salam Bilal Anelka”(chelsea)
Nicolas Anelka termasuk sebagai pesepakbola papan atas dunia. Memperkuat Chelsea, dia menjadi salah satu pemain utama jika tidak sedang dibebat cedera. Anelka menganut agama islam sajak umur 16 tahun.

Thierry Henry (Barcelona)

Henry kerap mendorong agar setiap orang membaca al-Quran dan membaca lebih banyak lagi tentang agama Islam agar lebih mengenal agama.Tapi ,Banyak yang menganggap Henry memeluk agama Islam hanya isapan jempol belaka, banyak juga yang menilai mantan striker Arsenal ini masih memeluk agamanya lamanya. Tapi bukan untuk menjadi perdebatan, marilah kita kembalikan sendiri pada Henry dan Yang Di Atas.
ketika melawan Blackburn Rovers, Henry mendapatkan tendangan penalti, dan usai membobol gawang Blackburn, Henry bersujud mencium tanah sebagai tanda syukur.


Diaby Abou( arsenal))







Bakari Sagna(arsenal)

BELANDA

Robin van Persie(Arsenal)

Van Persie adalah pemain kelahiran negeri Kincir Angin Belanda yang berdarah Maroko. Akan tetapi, sebelumnya dia bukanlah seorang muslim. Dia mulai masuk Islam setelah menikah dengan perempuan keturunan Belanda-Maroko, Bouchra. Menikah dengan istrinya, Bauchra yang beragama Islam, van Persie dikarunia seorang anak. Mereka tinggal di London, mereka kini menanti kelahiran anak keduanya.

Ibrahim Afellay(PSV Eeindhoven)
Ibrahim Afellay menjadi salah satu pemain yang dianggap berbakat dalam persepakbolaan Belanda. Permainannya telah matang bersama PSV Eindhoven, bahkan mendapatkan penghargaan Eredivisie sebagai pemain terbaik 2007/08. Ibrahim Afellay terpilih sebagai "Moslim van het jaar" atau Muslim Tauladan di belanda.

Khalid Boulahrouz(Stuttgart)

Dalam sebuah wawancara ia mengatakan, “Saya berusaha sebisa mungkin untuk mengembangkan pengetahuan saya tentang Islam. Saya salat lima waktu setiap hari dan saya mengaji Al Quran. Saya belajar bahasa Arab, jadi saya bisa memahami lebih baik.”
“Mengaji Alquran, memberi saya kedamaian dan membuang stres yang ada. Saya berusaha untuk menjalaninya dalam kehidupan sehari-hari. Kesabaran sangat penting di situasi yang sulit, saya harus bisa mengatasinya. Kesabaran banyak manfaatnya.”





GHANA


Sulleyman Ali “Sulley” Muntari(Inter Milan)


Sulley Muntari merupakan muslim yang taat,dia tetap menjalankan puasa saat kompetisi seria-A berlangsung. Ada yang beda dalam selebrasi setelah dia mencetak gol ke gawang, Sulley Muntari segera sujud sebagai wujud rasa syukur; hal ini membuat banyak muslim Italia memujinya. Begitu juga ketika dia melakukan selebrasi dengan membuat huruf “C” di jarinya. Ada yang mengatakan itu inisial pacarnya, ada juga yang menyebutnya sebagai simbol bulan sabit yang identik dengan Islam.




Stephen Appiah(Bologna),
sempat bingung di awal karirnya di Italia karena sulit menemukan makanan yang halal.







Abdul Rahim Ayew (el zamalek )

SWISS

Hakan Yakin(Lucerne)



Hakan Yakin lahir di Bassel, Swiss, dari orang tua berkebangsaan Turki. Di besar di Münchenstein, perbatasan Jerman dan Perancis. Namanya memang sudah menunjukkan jati-dirinya, Yakın (i tanpa titik), yang berarti “dekat” atau “berdampingan”.






Blerim Dzemaili (Torino)
Valon Behrami (West Ham)
Gökhan Inler (Udinese)










JERMAN

Mesut Ozil(Werder Bremen)Oezil tak pernah lupa berdoa sesuai ajaran Islam jika akan memasuki lapangan. Di sela waktu luangnya, dia pun selalu belajar al-Qur’an dan ilmu agama Islam.

Serdar Tasci(Vfb Stuttgart)
Pemain belakang dari klub Stuttgart ini selalu berdoa di pinggir lapangan seperti muslim pada umumnya. Tak jarang pula, dia selalu bersujud kalau klubnya mendapat kemenangan. “Aku berdoa karena ingin tetap sehat dalam bermain dan timku bisa menghadapi tantangan dengan sukses,” kata Tasci.

Sami Khedira(VfB Stuttgart)


Muslim di Skuad Jerman ini adalah warga keturunan Tunisia yang terus dipromosikan sebagai 'pengganti peran' kapten skuad timnas Jerman Michael Ballack yang absen karena cedera,Sami khedira pernah membawa jerman menjuarai piala eropa 2009 U-21,saat itu dia menjadi kapten.






PANTAI GADING


Yaya Toure (Barcelona) dan Kolo Toure (Manchester City)


Keluarga Touré ini akan membela timnas Pantai Gading. Dalam Eurosport 2005, yaya Toure dinobatkan sebagai pemain sepak bola muda terbaik di dunia. Keislaman Yaya di buktikan dengan seringnya mengirimkan donasinya untuk anak-anak miskin di Pantai Gading, negara dia berasal.sedangkan Kolo Habib Touré Saat masih membela Arsenal, dia tidak lupa mengajarkan anak-anak kecil mengaji di sebuah masjid kota London.






Salomon Kalou (Chelsea)

Emanuel Eboue (Arsenal)








KAMERUN


Carlos Idriss Kameni (espanyol)












Aboubakar Paté dan Mohamadou Idrissou


NIGERIA
Ayila Yussuf dan Lukman Haruna

KOREA SELATAN
Jangan terkejut sobat....

Lee Woon-Jae (Suwon Samsung Bluewings),Dia adalah kiper nomor satu Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 dan Piala Asia 2007 lalu. Tak banyak yang tahu kalau dia satu-satunya pemain muslim di dalam skuad Korsel yang kebanyakan beragama Budha dan Kristen. Pemain kelahiran 26 April 1973 ini kini bermain di klub Suwon Samsung, Korea.





SLOVENIA
Samir Handanovic (Udinese),Penjaga gawang Udinese ini dinilai sebagai salah satu kiper terbaik yang ada di kompetisi Serie A Italia. Banyak Klub elite dunia yang ingin mengunakan jasanya seperti tottenhan hostpur dan bayern munchen.

 




SERBIA
Miralem Sulejmani(AjaxAmsterdam), kelahiran Belgrade,Serbia 5 Desember 1988 ini, berasal dari suku Gorani, yaitu suku Islam Minoritas di daerah Balkan. Ayahnya berasal dari Kosovo. Pemain muda berbakat ini berhasil memboyong piala Johan Crujff tahun 2008 sebagai best talent of Holland 2008. Dia pemain termahal di Belanda. Dibeli Ajax dari SC Heerenveen dengan bandrol 16,25 juta euro.

Ternyata pemain-pemain muslim yang berlaga pada piala dunia di afrika begitu banyak,Kita bisa menyusun sebuah skuad luar biasa dengan seluruh pemain Muslim. Berikut ini adalah skuad pemain-pemain Muslim dengan formasi 4-4-2:

Goalkeeper:Samir Handanovic(Udinese)
Defender:Eric Abidal(Barcelona), Kolo Toure(Manchester City), Khalid Boulahrouz(VfB Stuttgart), Bakari Sagna(Arsenal)
Midfielder:Franck Ribéry(Bayern munchen), Ibrahim Afellay(PSV Enidhoven),
Mesut Ozil(Werder Bremen), Yaya Toure (Barcelona)
Striker:Nicholas Anelka(Chelsea), Robin van Persie(Arsenal)

Pelatih:Sheikh' Rabah Saadane(AlJazair)
Cadangan:Diaby Abou(arsenal), Sulley Muntari(Inter Milan), Diaby Abou(arsenal), Stephen Appiah(Houston Dynamo), Abdul Rahim Ayew(elzamalek), Hakan Yakin(Lucerne), Blerim Dzemaili(Torino), Valon Behrami(West Ham), Gökhan Inler(Udinese), Salomon Kalou(Chelsea), Emanuel Eboue(Arsenal), Carlos Idriss Kameni(espanyol), Sami Khedira(VfB Stuttgart),Lee Woon-Jae(Suwon Samsung Bluewings),Samir Handanovic(Udinese), Miralem Sulejmani(AjaxAmsterdam),Serdar Tasci(Vfb Stuttgart).

Selain pemain-pemain muslim di atas, ternyata masih banyak selebritis lapangan hijau yang absen di piala dunia,baik karena negaranya tidak lolos kualifikasi,maupun pemain yang lagi cidera atau pelatih tidak memanggilnya.

pemain-pemain tersebut seperti Kedua Bintang Muda Prancis:
Samir Nasri(Arsenal) dan Karim Benzema(Real Madrid)


Samir nasri tidak di panggil di piala dunia ,menjadi tanda tanya buat pengamat sepakbola dunia. Penampilan apiknya bersama Arsenal, membuat orang bertanya-tanya kenapa samir nasri tidak di panggil timnas Prancis. Begitu Halnya Samir nasri,yang menutut penjelasan Raymond Domenech. "Saya menghargai pilihan pelatih, tetapi ingin mengetahui alasannya. Saya dengar ini semua karena perilaku saya. Saya menghormati keputusan pelatih." sebutnya.

Begitu halnya dengan Bintang Real madrid Karim Benzema yang juga tidak di panggil di Piala dunia ,tapi Raymond Domenech punya alasan kenapa Karim Benzeama Tidak Di panggil.Performa Benzema di Real Madrid kurang mengesankan.Benzema banyak duduk di bangku cadangan sepanjang musim pertamanya di Santiago Bernabeu. Ia hanya mencetak delapan gol. Performanya yang tidak mengesankan dengan pemain berharaga $44.4 juta ini, menjadi alasan Domenech tidak memanggil dirinya.

Selain kedua bintang Prancis, Pemain yang juga tidak di panggil Pada piala dunia Adalah Fred asal Brazil,Pemain yang sempat bergabung dengan lyon ini adalah seorang muslim.

Selain kedua bintang Prancis, Pemain yang juga tidak di panggil Pada piala dunia Adalah Fred asal Brazil,Pemain yang sempat bergabung dengan lyon ini adalah seorang muslim.
Kiranya hanya itu yang dapat di sampaikan, semoga suatu saat nanti mereka dipertemukan dalam satu team agar dapat memberi warna berbeda di lapangan hijau..... Harapanku,  untuk para pengusaha Arab yang saat ini menginfestasikan dananya di klub-klub besar dunia, mendingan buat satu klub untuk berhimpunnya para pemain muslim.... gi mna ?


Makasih bro, I-One Makaudis... yang ngasih tau blog ini
 
Lengkapnya Klik DISINI

Belajar dari Umar: Mengerti Tanpa Henti

Oleh: Cahyadi Takariawan.

Umar bin Khattab dilahirkan 12 tahun setelah kelahiran Rasulullah saw. Ayahnya bernama Khattab dan ibunya bernama Khatmah. Perawakannya tinggi besar dan tegap dengan otot-otot yang menonjol pada kaki dan tangannya, berjenggot lebat, berwajah tampan, dengan warna kulit yang coklat kemerah-merahan. Umar dibesarkan di lingkungan Bani Adi, salah satu kabilah Quraisy. Nasabnya adalah Umar bin Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qarth bin Razah bin Adiy bin Ka’ab binLu’ay bin Ghalib.

Umar adalah sosok yang tegas, pemberani, visioner, namun sekaligus sederhana,. bijaksana dan lembut. Ketika Umar menjadi khalifah kedua setelah wafatnya Abubakar Ash Shidiq, wilayah kekhalifahan berkembang sangat luas. Itu karena kerja keras yang dilakukan untuk menyebarkan nilai Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Ia berhasil membawa Islam ke Persia, Mesir, Syam, Irak, Burqah, Tripoli bagian barat, Azerbaijan, Jurjan, Basrah, Kufah dan Kairo.

Khalifah yang Sederhana

Suatu hari, seorang utusan Romawi tengah mencari Khalifah Umar bin Khattab. Setelah beberapa saat tak menemukan istana Khalifah, ia bertanya kepada orang yang dijumpainya. “Dimanakah istana Khalifah Umar?” Orang itu menjawab, “Ia tidak punya istana.” Utusan Romawi bertanya lagi, “Lalu, dimana benteng Khalifah Umar?” Orang itu menjawab, “Tidak ada.”

Orang itu menunjukkan rumah Sang Khalifah yang terlihat seperti rumah orang biasa. Segera didatanginya rumah tersebut dan utusan Romawi menanyakan keberadaan Amirul Mukminin. Alangkah terkejutnya saat mendengar jawaban dari keluarga Umar: “Itu Umar di sana, sedang tertidur di bawah pohon.”

Karakter yang sangat pantas diteladani dari Umar adalah kesederhanaan hidup, dan kebersahajaan dalam penampilan. Betapa mahal kesederhanaan pada zaman kita sekarang. Umar adalah sosok yang sangat sederhana dan memperhatikan kepentingan rakyatnya. Ia istirahat siang sejenak di depan rumahnya, di bawah sebuah pohon, tanpa pengawal. Agar selalu bisa dilihat oleh rakyatnya bahwa ia ada di rumah, sehingga bisa ditemui untuk berbagai urusan mereka.

Suatu saat Umar bin Khathab pernah berkata, “Sesungguhnya seorang pemimpin itu diangkat dari antara kalian bukan dari bangsa lain. Pemimpin itu harus berbuat untuk kepentingan kalian, bukan untuk kepentingan dirinya, golongannya, dan bukan untuk menindas kaum lemah. Demi Allah, apabila ada di antara pemimpin dari kamu sekalian menindas yang lemah, maka kepada orang yang ditindas itu diberikan haknya untuk membalas pemimpin itu. Begitu pula jika seorang pemimpin di antara kamu sekalian menghina seseorang di hadapan umum, maka kepada orang itu harus diberikan haknya untuk membalas hal yang setimpal”.

Umar selalu berusaha untuk mengerti dan memenuhi kebutuhan rakyatnya. Qatadah pernah berkata, ”Pada suatu hari Umar bin Khattab memakai jubah yang terbuat dari bulu domba yang sebagiannnya dipenuhi dengan tambalan dari kulit, padahal waktu itu beliau adalah seorang khalifah. Sambil memikul jagung ia berjalan mendatangi pasar untuk menjamu orang-orang.”

Abdullah bin Umar, putera sang Khalifah menceritakan bahwa Umar bin Khattab pernah berkata : “Seandainya ada anak kambing yang mati di tepian sungai Eufrat, maka umar merasa takut diminta pertanggung jawaban oleh Allah SWT.”

Umar adalah sosok pemimpin yang mendahulukan kepentingan rakyat, maka ia buktikan bahwa ia adalah orang yang lebih dahulu lapar dan yang paling terakhir kenyang, Umar pernah berjanji tidak akan makan minyak samin dan daging hingga seluruh rakyat kenyang memakannya.

Habish yang Membuat Murka

Suatu ketika Utbah bin Farqad, Gubernur Azerbaijan, disuguhi makanan oleh rakyatnya. Dengan senang hati gubernur menerimanya.

“Apa nama makanan ini?”. tanya Gubernur.

“Namanya Habish, terbuat dari minyak samin dan kurma”, jawab salah seorang dari mereka.

Utbah segera mencicipi makanan itu. “Subhanallah, betapa manis dan enak makanan ini. Jika makanan ini kita kirim kepada Amirul Mukminin Umar bin Khattab di Madinah dia akan senang”,, ujar Utbah.

Segera ia memerintahkan rakyatnya untuk berangkat ke Madinah dengan membawa Habish bagi Khalifah Umar. Khalifah segera membuka dan mencicipinya.

“Makanan apa ini?” tanya Umar.

“Makanan ini namanya Habish. Makanan paling lezat di Azerbaijan,” jawab salah seorang utusan.

“Apakah seluruh rakyat Azerbaijan bia menikmati makanan ini?”, tanya Umar lagi.

“Oh, tidak semua rakyat bisa menikmatinya”, jawab utusan itu.

Wajah Khalifah langsung memerah karena marah. Ia segera memerintahkan kedua utusan itu untuk membawa kembali habish ke negrinya. Kepada Gubernur ia menulis surat: “Makanan semanis dan selezat ini tidak dibuat dari uang ayah dan ibumu. Kenyangkan dulu perut rakyatmu dengan makanan ini sebelum engkau mengenyangkan perutmu”.

Itulah Khalifah Umar bin Khathab, yang selalu mengerti kondisi rakyatnya. Ia tidak mau menyakiti hati rakyat yang dipimpinnya. Ia sangat menjaga dan merawat perasaan rakyat. Betapa rindu kita dengan sosok yang sangat kuat visi kenegaraannya, namun sekaligus memberikan keteladanan dalam kesederhanaan bagi masyarakat.


*http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=2276
Lengkapnya Klik DISINI

Matematika Wudhu, Sama dengan Anatomi Manusia & Hitungan Hari

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTjXjGufvqwevsHHfSNodDaS9P3IzyJfoeZ-BqZhRRpU9vJ1FS2EchR0pmSxB1t5FaeH73F36waN0bYSvzIUA92bkf20Mn4LW2YeCiAfSgPO_I48igNdIcqxlHtWmNcirltHv-d_8vp_8/s1600/wudu.png

Seorang dokter ahli bedah yang berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh manusia khususnya tulang.
Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi, akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.

Kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan seorang dokter sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906). Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey, 1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan hari dalam satu tahun.

Dalam kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3 kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Coba kita perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat wudhu;

A. Lengan dan tangan (30 buah)
1 buah tulang lengan atas
2 buah tulang lengan bawah
8 buah tulang pergelangan tangan
19 buah tulang telapak dan jari-jari

B. Tungkai dan kaki (31 buah)
2 tungkai bawah
8 buah tulang pergelangan kaki
21 buah tulang telapak dan jari-jari

C. Wajah (12 buah)
1 buah tulang dahi
1 buah tulang baji
1 buah rahang atas
1 buah rahang bawah
1 buah tulang air mata
1 buah tulang pelipis
2 buah tulang hidung
2 buah tulang pipi

D. Rongga mulut dan hidung (41 buah)
32 gigi geligi
1 buah tulang langit-langit
1 buah rahang
7 buah sekat dan karang hidung

E. Kepala dan telinga (12 buah)
2 buah tulang pelipis
2 buah tulang ubun-ubun
1 buah tulang
1 buah tulang baji
1 buah tulang dahi
1 buah tulang belakang kepala
6 buah tulang pendengaran

Bagian tubuh poin A - D dijumlahkan : 30+31+12+41= 114.

Angka tersebut dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi : 114 x 3= 342.

Poin E tidak dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali. Angka 342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.

Angka ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian membasuh anggota tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh.Apakah ini suatu kebetulan??
Tentu tidak...... sekali lagi T I D A K. Maha suci Allah yang telah mengatur semua dengan begitu sempurna.


Sumber di sini
Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......