Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

8 Rakaat atau 20?

Setidaknya ada lima pendapat dari ulama kita mengenai jumlah rakaat Tarawih. Pertama 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Kedua 10 rakaat ditambah 3. Ketiga 20 rakaat dan 3 witir. Keempat 36 ditambah 3, 5 atau 7 witir. Terakhir adalah 40 rakaat Tarawih ditambah 3 atau 7 rakaat witir.

Jumlah 8 rakaat berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah, istri Rasulullah.

Menurutnya Rasulullah selalu melaksanakan Qiyamullail sebanyak 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir baik di Ramadhan maupun di luar Ramadhan. Jumlah 8 rakaat ini juga memiliki dua versi. Versi pertama jumlah 8 rakaat itu dibagi ke dalam dua-dua rakaat. Versi kedua dibagi menjadi empat-empat rakaat.

Adapun 13 rakaat bersama witir adalah saat Rasulullah salat di rumah bibinya Maimunah. Dalam riwayat Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah salat 13 rakaat di waktu malam kemudian tidur. Setelah azan Subuh berkumandang, ia salat dua rakaat yang ringan lalu salat Subuh. Terhadap jumlah 13 rakaat ini, sebagian Ulama seperti Imam Bukhari dalam riwayat yang lain mengatakan bahwa maksudnya adalah 11 rakaat Tarawih dan witir ditambah 2 rakaat Sunnah sebelum salat Subuh. Pendapat Bukhari ini pula yang dipilih oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Selanjutnya Imam Malik yang meriwayatkan dari Yazid bin Ruman bahwa masyarakat muslim di zaman Umar bin Khattab melaksanakan salat Tarawih sebanyak 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Menurut Imam Malik, Umar melaksanakan Salat Tarawih ini ketika para sahabat dari golongan Muhajirin dan Anshar masih banyak yang hidup. Mereka tidak membantah apa yang dilakukan oleh Umar sehingga bisa dikatakan jumlah 20 rakaat disunnahkan berdasarkan ijma para sahabat. Dalam riwayat Yazid bin Hushaifah di Kitab Sunan Baihaqi juga disebutkan jumlah rakaat yang sama.

Saat Umar bin Abdul Azis menjadi Khalifah, jumlahnya semakin bertambah. Tarawih mencapai angka 36 rakaat sementara witirnya bisa 3, 5 atau 7 rakaat. Imam Syafi'i mengatakan bahwa ia melihat umat Islam di zamannya melaksanakan salat Tarawih di Madinah sebanyak 36 rakaat sementara di mekkah sebanyak 20 rakaat. Imam Syafi'i lalu menambahkan bahwa tidak ada masalah terkait dengan jumlah rakaat Tarawih. Sebab pada intinya salat Tarawih itu adalah sunnah yang tidak ada batasan jumlah rakaatnya. Imam Malik juga sependapat dengan Imam Syafi'i. Menurut Imam Malik jumlah 36 rakaat itu adalah kebiasaan yang dilakukan oleh penduduk Madinah.

Dalam kitab Fathul Bary (Syarah Kitab Sahih Bukhari) Imam Ibnu Hajar bahkan menyebut bahwa sebagian generasi salaf ada yang melaksanakan salat Tarawih sebanyak 40 rakaat. Lalu bagaimana kita bersikap terhadap jumlah rakaat yang bervariasi ini? 

Mari kita tanya kepada Imam Ibnu Taimiyah, seorang ulama yang sangat ketat terhadap bid'ah dan selalu berorientasi sunnah. Menurutnya semua rakaat tarawih tetap baik. Tidak ada jumlah yang pasti mengenai Tarawih di bulan Ramadhan. Karena Rasulullah juga tidak membatasinya.

Maka memilih jumlah yang terbaik adalah disesuaikan dengan kondisi makmum. Bila mereka kuat berdiri maka dipilih 8 rakaat sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah. Bila mereka tidak kuat maka dilaksanakan 20 rakaat. Ubay bin Ka'ab di zaman Umar juga melaksanakan 20 rakaat karena makmum tidak mampu berdiri terlalu lama. Melaksanakan 40 rakaat Tarawih juga dibolehkan. Sebab Tarawih adalah salat sunat yang tidak dibatasi jumlahnya.

Di akhir fatwanya tentang Tarawih, Ibnu Taimiyah mengatakan, "Barangsiapa yang mengira bahwa Tarawih itu ada jumlah rakaat tertentu dari Nabi Muhammad Saw maka sesungguhnya ia telah salah."

Lengkapnya Klik DISINI

Tujuh Karakter Kader dalam Menghadapi Realitas Medan Dakwah

Disarikan dari berbagai taujih, oleh Cahyadi Takariawan

gambar : Google
gambar : Google
Dakwah di tengah kehidupan masyarakat pasti akan berhadapan dengan sejumlah kendala, tantangan, hambatan dan bahkan ancaman. Apalagi ketika dakwah sudah memasuki wilayah kelembagaan politik dan kenegaraan, akan lebih banyak lagi tantangan yang harus dihadapi. Para kader dakwah harus memiliki karakter yang kuat agar bisa mensikapi berbagai tantangan tersebut dengan tegar.

Paling tidak, kader dakwah diharapkan memiliki tujuh karakter berikut ini, agar bisa tegar menghadapi realitas medan dakwah yang kadang terasa sangat keras perbenturannya.

Pertama, atsbatu mauqifan, kader dakwah harus menjadi orang yang paling teguh pendirian dan paling kokoh sikapnya. At-Tsabat (keteguhan) adalah tsamratus shabr (buah dari kesabaran). Sebagaimana firman Allah, “Famaa wahanuu lima ashabahum fii sabiilillahi wamaa dha’ufu wamastakanu”. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak pula menyerah, dan Allah menyukai orang-orang yang sabar. Keteguhan itu membuat tenang, rasional, obyektif dan mendatangkan kepercayaan Allah untuk memberikan kemenangan.

Kedua, arhabu shadran, kader dakwah harus menjadi orang yang paling berlapang dada. Medan dakwah sering kali membuat hati sempit. Banyak kata-kata ejekan, cemoohan, caci maki, sumpah serapah yang terlontar begitu saja dari banyak kalangan. Kader dakwah tidak boleh bersempit hati dan sesak dada karena caci maki orang dan karena berita-berita di media massa yang sering kali mendiskreditkan tanpa konfirmasi dan pertanggungjawaban.

Ketiga, a’maqu fikran, kader dakwah harus menjadi orang yang memiliki pemikiran paling mendalam. Kader haru selalu berusaha mendalami apa yang terjadi, tidak terlarut pada fenomena permukaan, tetapi lihatlah ada apa hakikat di balik fenomena tersebut. Jika pemikiran kader bisa mendalam, ketika merespon pun akan lebih obyektif, terukur, dan seimbang.

Keempat, ausa’u nazharan, kader dakwah harus menjadi orang yang memiliki pandangan luas. Cakrawala pandangan kader dakwah harus terus menerus diperluas, agar tidak mengalami gejala kesempitan cara pandang. Membaca realitas dengan pandangan yang luas akan membawa kader kepada sikap adil dan moderat. Todak terjebak kepada sikap-sikap ekstrim dan berlebih-lebihan.

Kelima, ansyathu amalan, kader dakwah harus menjadi orang yang orang yang paling giat dalam bekerja. Kader dakwah tidak boleh disibukkan dengan membantah isu-isu, atau mengcounter suara-suara negatif, karena itu tidak banyak membawa produktivitas. Yang lebih produktif adalah selalu bekerja di tengah masyarakat. Tunjukkan kerja nyata. Jika ada yang perlu direspon, boleh direspon sesuai kebutuhan, namun tetap harus giat bekerja untuk kebaikan masyarakat, bangsa dan negara.

Keenam, ashlabu tanzhiman kader dakwah harus memiliki gerakan yang paling kokoh strukturnya. Sebagai jama’ah kumpulan manusia, pasti ada kekurangan dan kesalahan. Namun kewajiban kita adalah terus berusaha menghindarkan diri dari kesalahan dan kelemahan, sambil terus berbenah. Struktru dakwah harus terus menerus dikokohkan dari pusat, wilayah, daerah, cabang hingga ke ranting. Jangan biarkan ada celah yang bisa digunakan untuk melemahkan struktur dakwah.

Ketujuh, aktsaru naf’an, kader dakwah harus menjadi orang yang paling banyak manfaatnya. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Kader dakwah harus membuktikan bahwa keberadaan mereka di tengah kehidupan masyarakat memberikan banyak kontribusi kebikan. Tidak  merugikan atau membuat keonaran, namun justru memberikan banyak kemanfaatan dan kebaikan.
Jika tujuh karakter itu dimiliki oleh para kader dakwah, niscaya lebih ringan dan mudah menghadapi tantangan dan hambatan di sepanjang jalan dakwah. Kader dakwah dan seluruh aktivitas dakwah akan semakin kokoh dan diterima masyarakat, dalam menghadirkan berbagai kebajikan yang diharapkan oleh umat, bangsa dan negara.
Lengkapnya Klik DISINI

Inilah Sesungguhnya Yang Terjadi di Masyarakat Zionis

Kalau kita mencermati kondisi masyarakat Zionis dari dalam akan terlihat bahwa kriminalitas yang terjadi di tengah-tengah mereka telah menjadi ancaman yang sangat menakutkan. Negara Israel menjadi sangat menakutkan dan sadis. Seidaknya inilah yang diakui sejumlah koresponden dan kolomnis Israel.

Beberapa tahun sebelumnya, ketua parlemen Knesset Ronen Reflin secara tegas menyatakan, prosentasi kejahatan rasisme di Israel sangat tinggi. Bentuk kejahatan ini bukan yang biasa terjadi, namun terdiri dari sejumlah aksi gangster yang terorganisir yang menguasai sejumlah kota besar di Israel. Hal ini diakui sendiri oleh ketua parlemen Knesset ketika mengoemntari kasus yang menimpa salah seorang anggoat parlemen. Ia mengatakan, apakah kalian tahu, orang-orang membayar sejumlah uang untuk sekedar memperoleh perlindungan, sungguh potret kehidupan yang sangat miris.

Tentu peristiwa ini bukanlah pertama kali terjadi, tetapi kali ini, mereka mendapatkan tempat yang subur untuk menghabisi karis politik seseorang bersamaan dengan kepentingan-kepentingan rendahan yang dilakukan sebuah geng kejahatan secara sistematis.

Ada yang berpendapat, bahwa pokok pangkal kejahatan di masyarakat Israel tidak bisa dipisahkan dari tabiat masyarakat Israel itu sendiri, karena memang entitas Israel dibangun diatas pembunuhan dan perampasan serta pengusiran yang hingga kini masih terus terjadi, dengan berbagai bentuknya.

Data terbaru yang diilansir lembaga keamanan Israel menunjukan, bangsa Israel yang suka melakukan penyiksaan terhadap bangsa Palestina atau membunuhnya, ternyata mereka juga melakukan ahl serupa kepada sesamanya.

Seperti apa yang terjadi di kalangan yahudi radikal keturunan Barat, Savardeem yang berseteru dengan Israel asal Asia, Eskanazi. Selain itu, Israel asal keturunan Amerika dan eropa berseteru dengan mereka yang berasal yahudi Timur.

Sementara itu, Israel asal keturunan Afrika terutama dari Negara-negara Arab satu sama lain. Adapun isyarat kebangkrutan masyarakat Israel secara moral tergambar dalam laporan yang disebarkan harian Jerusalem Post dalam beberapa tahun terakhir mengungkapkan, pengadilan tinggi Israel DoritBeinisch mengatakan, kita hidup ditengah kejahatan dan perseteruan antar lapisan masyarakat, ditengah kemiskinan dan ketidak percayaan public terhadap Negara. Namun kita masih berharap hal ini belum terlambat, ungkapnya.

Di tingkat kejahatan public seperti korupsi, pada tahun 2011 Israel berada di tingkat 36 paling buruk Negara terkorup. Padahal pada tahun 2010, Israel berada di tingkat ke 30. Naik 6 tingkat lebih buruk dari sebelumnya. Sementara Negara terbersih atau yang berada di tingkat pertama adalah New Zeland. (infopalestina/asy)
Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......