Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Cara Menjauhkan Anak dari TV dan Bermain Game

Sahabat Ummi, dimasa sekarang ini telah terjadi pergeseran perilaku akibat perkembangan teknologi. Salah satunya adalah kecenderungan anak-anak bahkan termasuk balita yang lebih banyak duduk di depan TV atau barang elektronik lainnya (HP, Komputer, Laptop) sehingga anak menjadi kurang gerak dan hal ini bisa terbawa menjadi kebiasaan sampai mereka menjadi dewasa. 

Dampak negatif dari kebiasaan anak yang terlalu lama menonton TV dan bermain game di HP atau komputer adalah:
1. kurang berkembangnya motorik halus maupun motorik kasarnya
2. daya kreasi anak juga kurang terasah
3. kecenderungan memiliki berat badan berlebih karena kurang bergerak 
4. terpapar efek negatif dari tayangan televisi yang kurang edukatif
5. terpapar efek negatif dari jenis game yang sarat kekerasan
6. anak tidak belajar bersosialisasi. 

Karena itu sebaiknya orangtua dapat mengalihkan perhatian anak dari TV dan HP/komputer.
Dan berikut ini adalah hal yang dapat orang tua upayakan untuk menjauhkan anak dari TV dan bermain game: 

1. Ajak anak untuk bermain   

Anak terutama balita sebenarnya sangat menyukai berbagai permainan bersama orangtuanya. Ajak anak untuk bermain, misalnya: petak umpet, kejar-kejaran, atau perang bantal. Sudah pasti seru. Lihatlah berbagai ekspresi gembira anak: tertawa lepas, melompat dan berteriak kegirangan. 

2. Ajak pula anak untuk mencari ide permainan yang seru 

Misalnya: memasukkan bola ke ember atau keranjang yang besar. Selain mengasah motorik anak, juga akan menstimulasi kecerdasannya untuk berfikir mencari ide-ide yang menarik. Saat anak menikmati bermain, maka akan lebih mudah bagi ibu untuk mengalihkan perhatiannya dari TV dan game. 

3. Mengajak berolahraga 

Terdapat berbagai jenis olahraga yang bisa dilakukan sesuai keterampilan dan umur anak. Untuk anak balita: dapat diajarkan cara menendang dan menangkap bola. Jenis olahraga yang tak kalah menarik adalah: berenang atau bersepeda. 

4. Menamkan kebiasaan membaca buku 

Tumbuhkan kecintaan membaca buku kepada anak sejak dini. Untuk balita, dapat diajarkan dengan mengenal buku dan melihat buku cerita bergambar dan menceritakan kisahnya kepada anak. 

5. Membuat agenda kegiatan positif bagi anak 

Terkadang anak terlalu sering menonton TV dan bermain game dikarenakan dia tidak paham harus melakukan apa untuk mengisi waktunya. Karena itu,  sebaiknya orangtua membuat agenda kegiatan positif bagi anak, sehingga anak tidak terpaku pada TV dan game saja. Misalnya: pagi: mewarnai, siang: menempel gambar dari potongan majalah, sore: dibacakan cerita. Sampaikan agenda tersebut kepada anak dan jangan lupa, ibu harus konsisten menjalankan agenda yang telah disusun. 

6. Jelaskan dampak negatif menonton TV dan bermain game 

Berikan pengertian kepada anak akan dampak negatif menonton TV dan bermain game. Saat anak memahaminya, maka akan lebih mudah bagi orangtua untuk membatasi kegiatan ini. 

Pada intinya, buatlah anak untuk dapat melihat bahwa terdapat banyak kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat selain menonton TV dan bermain game. Dan juga bahwa terdapat banyak dampak negatif dari tayangan TV dan game. Sebaiknya orangtua juga  tidak terlalu longgar dalam menegakkan peraturan di rumah untuk menumbuhkan rasa disiplin dan tanggung jawab pada anak. Semoga bermanfaat.

Foto ilustrasi: google

Profil Penulis:
Nama pena: Artisha Hasna Kamila ( Nama asli: Artis Hardiyati )
~ Menulis untuk menebar semangat kebaikan, amar ma’ruf nahi mungkar ~ 

Fb: artis hardiyati
Blog: myshalihah.blogspot.com

Lengkapnya Klik DISINI

JANGAN ASAL MEMILIH SEKOLAH JANGAN MEMILIH SEKOLAH ASAL

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

 

CARA SEDERHANA MEMILIH SEKOLAH YANG BAIK UNTUK ANAK KITA.

Tidak perlu banyak teori yang berbelit-belit, tidak perlu harus ada label unggulan, favorit atau akreditasi A

Tapi perhatikanlah baik-baik hal-hal sebagai berikut:

1. Perhatikan baik2 mulai kita datang dan bertanya informasi apakah disambut dengan baik, ramah, di jelaskan dengan sabar; atau malah sebaliknya tidak ada yang menyapa, tidak ramah, tidak paham info dan di pimpong kesana kemari.

Jika ke kita saja tidak ramah apa lagi nanti ke anak-anak kita ?

Itu artinya secara sistem dan kesiapan sekolah dan sumber dayanya masih berantakan dan tidak terkoordinasi dengan baik; itu akan sangat berdampak pada anak saat proses belajar mengajar berlangsung. Jika gurunya tidak ramah pada kita saat itu Bisa dipastikan banyak guru yang tidak ramah, tidak sabar pada saat mengajar anak kita di sekolah.

2. Pada saat kita bertanya tentang sekolah, apakah sekolah meminta komitmen pada orang tua, jika perlu dalam bentuk resmi di tanda tangani untuk mengajak orang tua bekerjasama dalam menyelesaikan masalah anak secara tuntas hingga ke rumah, atau lebih banyak membahas syarat-syarat administrasi pendaftaran dan biaya2 yang harus di bayarkan ?

Itu artinya sekolahnya lebih fokus pada administratif dan keuangan daripada ke anak didiknya dan proses pendidikannya.

Sekolah semacam ini biasanya terlihat mentereng dan keren tapi muridnya banyak mengalami masalah dan tertekan.

3. Apakah banyak tukang jualan makanan yang tidak jelas di depan sekolah? atau memiliki kantin sendiri atau anak malah di anjurkan membawa bekal dari rumah.

Jika sekolah membiarkan banyak tukang jualan maknan dan anak dibolehkan membelinya berarti sekolah tersebut tidak peduli pada kesehatan anak kita terutama pada makanan yang berpotensi mengandung racun atau bahkan narkoba (zaman sekarang banyak gula2 yang disisipi narkoba - seperti berita2 investigasi di tv).

4. Pergilah ke kantin sekolah tersebut saat anak2 istirahat dan makan disana; perhatikan apa obrolan mereka, apakah mereka menggunakan kata yang halus dan sopan atau sebaliknya; dan bagaimana mereka bergaul disana apakah lebih banyak memuji atau mengejek atau malah "nge gank" dan tidak membaur saat makan;

jika anak membicarakan hal-hal negatif dan melakukan hal-hal negatif itu artinya prilaku itulah yang nanti akan ditularkan pada anak kita dan dibawa pulang kerumah. Artinya sekolah kurang peduli pada perkembangan akhlak anak.

5. Pergilah ke Toiletnya setelah lihat kelasnya ; apa bila toiletnya kotor, jorok dan bau; jelas bahwa sekolah tersebut tidak peduli pada kebersihan dan kesehatan anak kita. Karena Toilet adalah ukuran kebersihan sekaligus barometer kepedulian dari pihak pengelola terhadap institusi yang dipimpinnya.

www.ayahkita.blogspot.com
by ayah edy

Lengkapnya Klik DISINI

Kemenangan Kaum Muslimin Atas Persia di bawah Pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

sirahKemenangan kaum muslimin atas Persia berawal dari pertempuran di Qadisiyyah, sebuah desa di sebelah barat sungai Eufrat (barat daya Hillah dan Kufah). Saat itu pasukan muslim berada di bawah pimpinan sahabat nabi, Sa’ad bin Abi Waqqash. Namun saat itu Sa’ad sendiri tidak bisa memimpin langsung pasukannya dikarenakan sakit bisul yang parah. Tetapi dia tetap memonitor jalannya pertempuran.

Pertempuran berjalan empat hari. Pada pertempuran hari pertama dan kedua kemenangan berada di pihak Persia karena tidak imbangnya jumlah pasukan muslim dengan pasukan Persia yang jauh lebih besar. Pasukan muslim terdesak oleh pasukan bergajah dan merasa bingung bagaimana mengalahkan gajah-gajah tersebut.

Memasuki hari ketiga, datanglah bala bantuan muslim dari Syria (setelah memenangkan pertempuran Yarmuk). Mereka menggunakan taktik yang cerdik untuk menakut-nakuti gajah Persia yaitu dengan memberi kostum pada kuda-kuda perang. Taktik ini menuai sukses sehingga gajah-gajah Persia ketakutan, akhirnya mereka bisa membunuh pemimpin pasukan gajah ini dan sisanya melarikan diri kebelakang menabrak dan membunuh pasukan mereka sendiri. Pasukan muslim terus menyerang sampai dengan malam hari.

Pada saat fajar hari keempat, terjadilah badai pasir yang mengarah dan menerpa pasukan Persia sehingga dengan cepat membuat lemah barisan mereka. Kesempatan emas ini dengan segera dimanfaatkan pihak muslim, menggempur bagian tengah barisan Persia dengan menghujamkan ratusan anak panah. Setelah jebolnya barisan tengah pasukan Persia, panglima perang mereka Rustam terlihat melarikan diri dengan menceburkan diri dan berenang menyeberangi sungai, tetapi hal ini diketahui oleh pasukan muslim yang dengan segera menawan dan memenggal kepalanya.

Melihat kepala panglima perangnya ditangan pasukan muslim, pasukan Persia menjadi hancur semangatnya dan kalang kabut melarikan diri dari pertempuran. Sebagian besar pasukan Persia ini berhasil dibunuh dan hanya sebagian kecil saja yang mau memeluk agama Islam.

Setelah pertempuran ini, pasukan muslim terus mendesak masuk dengan cepat sampai dengan ibukota Persia, Ctesiphon atau Mada’in. setelah itu mereka melanjutkan ke arah timur dan mematahkan dua kali serangan balasan dari pasukan Persia yang pada akhirnya berhasil menghancurkan kekaisaran Persia dan menjadikannya daerah muslim sampai dengan saat ini.sumber

Lengkapnya Klik DISINI

Kata-Kata Nasehat Dari Ustadz Rahmat Abdullah

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!


nasehat rahmat abdullah tentang ukhuwah islamiyahMungkin terjadi seseorang yang dahulunya saling mencintai akhirnya saling memusuhi dan sebaliknya yang sebelumnya saling bermusuhan akhirnya saling berkasih sayang. Sangat dalam pesan yang disampaikan Kanjeng Nabi SAW : "Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi orang yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai." (HSR Tirmidzi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Ibn Adi, Bukhari). Ini dalam kaitan interpersonal. Dalam hubungan kejamaahan, jangan ada reserve kecuali reserve syar'i yang menggariskan aqidah "La tha'ata limakhluqin fi ma'shiati'l Khaliq". Tidak boleh ada ketaatan kepada makhluq dalam berma'siat kepada Alkhaliq. (HR Bukhari, Muslim, Ahmad dan Hakim).

Doktrin ukhuwah dengan bingkai yang jelas telah menjadikan dirinya pengikat dalam senang dan susah, dalam rela dan marah. Bingkai itu adalah : "Level terendah ukhuwah (lower), jangan sampai merosot ke bawah garis rahabatus' shadr (lapang hati) dan batas tertinggi tidak (upper) tidak melampaui batas itsar (memprioritaskan saudara diatas kepentingan diri).

Bagi kesejatian ukhuwah berlaku pesan mulia yang tak asing di telinga dan hati setiap ikhwah : "Innahu in lam takun bihim falan yakuna bighoirihim, wa in lam yakunu bihi fasayakununa bighoirihi" (Jika ia tidak bersama mereka, ia tak akan bersama selain mereka. Dan mereka bila tidak bersamanya, akan bersama selain dia). Karenanya itu semua akan terpenuhi bila `hati saling bertaut dalam ikatan aqidah', ikatan yang paling kokoh dan mahal. Dan ukhuwah adalah saudara iman sedang perpecahan adalah saudara kekafiran (Risalah Ta'lim, rukun Ukhuwah).

Gairah Cinta dan Kelesuan Ukhuwah

Karena bersaudara di jalan ALLAH telah menjadi kepentingan dakwah-Nya, maka "kerugian apapun" yang diderita saudara-saudara dalam iman dan da'wah, yang ditimbulkan oleh kelesuan, permusuhan ataupun pengkhianatan oleh mereka yang tak tahan beramal jama'i, akan mendapatkan ganti yang lebih baik. "Dan jika kamu berpaling, maka ALLAH akan gantikan dengan kaum yang lain dan mereka tidak akan jadi seperti kamu" (Qs. 47: 38).

Masing-masing kita punya pengalaman pribadi dalam da'wah ini. Ada yang sejak 20 tahun terakhir dalam kesibukan yang tinggi, tidak pernah terganggu oleh kunjungan yang berbenturan dengan jadwal da'wah atau oleh urusan yang merugikan da'wah. Mengapa ? Karena sejak awal yang bersangkutan telah tegar dalam mengutamakan kepentingan da'-wah dan menepiskan kepentingan lainnya. Ini jauh dari fikiran nekad yang membuat seorang melarikan diri dari tanggungjawab keluarga.

Ada seorang ikhwah sekarang sudah masuk jajaran masyaikh. Dia bercerita, ketika menikah langsung berpisah dari kedua orang tua masing-masing, untuk belajar hidup mandiri atau alasan lain, seperti mencari suasana yang kondusif bagi pemeliharaan iman menurut persepsi mereka waktu itu. Mereka mengontrak rumah petak sederhana. "Begitu harus berangkat (berdakwah-red) mendung menggantung di wajah pengantinku tercinta", tuturnya. Dia tidak keluar melepas sang suami tetapi menangis sedih dan bingung, seakan doktrin da'wah telah mengelupas. Kala itu jarang da'i dan murabbi yang pulang malam apalagi petang hari, karena mereka biasa pulang pagi hari. Perangpun mulai berkecamuk dihati, seperti Juraij sang abid yang kebingungan karena kekhususan ibadah (sunnah) nya terusik panggilan ibu. "Ummi au shalati : Ibuku atau shalatku?" Sekarang yang membingungkan justru "Zauji au da'wati" : Isteriku atau da'wahku ?".

Dia mulai gundah, kalau berangkat istri cemberut, padahal sudah tahu nikah dengannya risikonya tidak dapat pulang malam tapi biasanya pulang pagi, menurut bahasa Indonesia kontemporer untuk jam diatas 24.00. Dia katakan pada istrinya : "Kita ini dipertemukan oleh Allah dan kita menemukan cinta dalam da'wah. Apa pantas sesudah da'wah mempertemukan kita lalu kita meninggalkan da'wah. Saya cinta kamu dan kamu cinta saya tapi kita pun cinta Allah". Dia pergi menerobos segala hambatan dan pulang masih menemukan sang permaisuri dengan wajah masih mendung, namun membaik setelah beberapa hari. Beberapa tahun kemudian setelah beranak tiga atau empat, saat kelesuan menerpanya, justru istri dan anak-anaknyalah yang mengingatkan, mengapa tidak berangkat dan tetap tinggal dirumah? Sekarang ini keluarga da'wah tersebut sudah menikmati berkah da'wah.

Lain lagi kisah sepasang suami istri yang juga dari masyarakat da'wah. Kisahnya mirip, penyikapannya yang berbeda. Pengantinnya tidak siap ditinggalkan untuk da'wah. Perang bathin terjadi dan malam itu ia absen dalam pertemuan kader (liqa'). Dilakukan muhasabah terhadapnya sampai menangis-menangis, ia sudah kalah oleh penyakit "syaghalatna amwaluna waahluna : kami telah dilalaikan oleh harta dan keluarga" (Qs. 48:11). Ia berjanji pada dirinya : "Meskipun terjadi hujan, petir dan gempa saya harus hadir dalam tugas-tugas da'wah". Pada giliran berangkat keesokan harinya ada ketukan kecil dipintu, ternyata mertua datang. "Wah ia yang sudah memberikan putrinya kepadaku, bagaimana mungkin kutinggalkan?". Maka ia pun absen lagi dan dimuhasabah lagi sampai dan menangis-nangis lagi. Saat tugas da'wah besok apapun yang terjadi, mau hujan, badai, mertua datang dll pokoknya saya harus datang. Dan begitu pula ketika harus berangkat ternyata ujian dan cobaan datang kembali dan iapun tak hadir lagi dalam tugas-tugas dak-wah. Sampai hari ini pun saya melihat jenis akh tersebut belum memiliki komitmen dan disiplin yang baik. Tidak pernah merasakan memiliki kelezatan duduk cukup lama dalam forum da'wah, baik halaqah atau pun musyawarah yang keseluruhannya penuh berkah. Sebenarnya adakah pertemuan-pertemuan yang lebih lezat selain pertemuan-pertemuan yang dihadiri oleh ikhwah berwajah jernih berhati ikhlas ? Saya tak tahu apakah mereka menemukan sesuatu yang lain, "in lam takun bihim falan takuna bighoirihim".

Di Titik Lemah Ujian Datang

Akhirnya dari beberapa kisah ini saya temukan jawabannya dalam satu simpul. Simpul ini ada dalam kajian tematik ayat QS Al-A'raf Ayat 163 : "Tanyakan pada mereka tentang negeri di tepi pantai, ketika mereka melampaui batas aturan Allah di (tentang) hari Sabtu, ketika ikan-ikan buruan mereka datang melimpah-limpah pada Sabtu dan di hari mereka tidak bersabtu ikan-ikan itu tiada datang. Demikianlah kami uji mereka karena kefasikan mereka". Secara langsung tema ayat tentang sikap dan kewajiban amar ma'ruf nahyi munkar. Tetapi ada nuansa lain yang menambah kekayaan wawasan kita. Ini terkait dengan ujian.

Waktu ujian itu tidak pernah lebih panjang daripada waktu hari belajar, tetapi banyak orang tak sabar menghadapi ujian, seakan sepanjang hanya ujian dan sedikit hari untuk belajar. Ujian kesabaran, keikhlasan, keteguhan dalam berda'wah lebih sedikit waktunya dibanding berbagai kenikmatan hidup yang kita rasakan. Kalau ada sekolah yang waktu ujiannya lebih banyak dari hari belajarnya, maka sekolah tersebut dianggap sekolah gila. Selebih dari ujian-ujian kesulitan, kenikmatan itu sendiri adalah ujian. Bahkan, alhamdulillah rata-rata kader da'wah sekarang secara ekonomi semakin lebih baik. Ini tidak menafikan (sedikit) mereka yang roda ekonominya sedang dibawah.

Seorang masyaikh da'wah ketika selesai menamatkan pendidikannya di Madinah, mengajak rekannya untuk mulai aktif berda'wah. Diajak menolak, dengan alasan ingin kaya dulu, karena orang kaya suaranya didengar orang dan kalau berda'wah, da'wahnya diterima. Beberapa tahun kemudian mereka bertemu. "Ternyata kayanya kaya begitu saja", ujar Syaikh tersebut.

Ternyata kita temukan kuncinya, "Demikianlah kami uji mereka karena sebab kefasikan mereka". Nampaknya Allah hanya menguji kita mulai pada titik yang paling lemah. Mereka malas karena pada hari Sabtu yang seharusnya dipakai ibadah justru ikan datang, pada hari Jum'at jam 11.50 datang pelanggan ke toko. Pada saat-saat jam da'wah datang orang menyibukkan mereka dengan berbagai cara. Tapi kalau mereka bisa melewatinya dengan azam yang kuat, akan seperti kapal pemecah es. Bila diam salju itu tak akan me-nyingkir, tetapi ketika kapal itu maju, sang salju membiarkannya berlalu. Kita harus menerobos segala hal yang pahit seperti anak kecil yang belajar puasa, mau minum tahan dulu sampai maghrib. Kelezatan, kesenangan dan kepuasan yang tiada tara, karena sudah berhasil melewati ujian dan cobaan sepanjang hari.

Iman dan Pengendalian Kesadaran Ma'iyatullah

Aqidah kita mengajarkan, tak satupun terjadi di langit dan di bumi tanpa kehendak ALLAH. ALLAH berkuasa menahan keinginan datangnya tamu-tamu yang akan menghalangi kewajiban da'wah. Apa mereka fikir orang-orang itu bergerak sendiri dan ALLAH lemah untuk mencegah mereka dan mengalihkan mereka ke waktu lain yang tidak menghalangi aktifitas utama dalam da'wah? Tanyakan kepada pakarnya, aqidah macam apa yang dianut seseorang yang tidak meyakini ALLAH menguasai segalanya? Mengapa mereka yang melalaikan tugas da'wahnya tidak berfikir perasaan sang isteri yang keberatan ditinggalkan beberapa saat, juga sebenarnya batu ujian yang dikirim ALLAH, apakah ia akan mengutamakan tugas da'wahnya atau keluarganya yang sudah punya alokasi waktu ? Yang ia beri mereka makanan dari kekayaan ALLAH ?

Karena itu mari melihat dimana titik lemah kita. Yang lemah dalam berukhuwah, yang gerah dan segera ingin pergi meninggalkan kewajiban liqa', syuro atau jaulah. Bila mereka bersabar melawan rasa gerah itu, pertarungan mungkin hanya satu dua kali, sesudah itu tinggal hari-hari kenikmatan yang luar biasa yang tak tergantikan. Bahkan orang-orang salih dimasa dahulu mengatakan "Seandainya para raja dan anak-anak raja mengetahui kelezatan yang kita rasakan dalam dzikir dan majlis ilmu, niscaya mereka akan merampasnya dan memerangi kita dengan pedang". Sayang hal ini tidak bisa dirampas, melainkan diikuti, dihayati dan diperjuangkan. Berda'wah adalah nikmat, berukhuwah adalah nikmat, saling menopang dan memecahkan problematika da'wah bersama ikhwah adalah nikmat, andai saja bisa dikhayalkan oleh mereka menelantarkan modal usia yang ALLAH berikan dalam kemilau dunia yang menipu dan impian yang tak kunjung putus.

Ayat ini mengajarkan kita, ujian datang di titik lemah. Siapa yang lemah di bidang lawan jenis, seks dan segala yang sensual tidak diuji di bidang keuangan, kecuali ia juga lemah disitu. Yang lemah dibidang keuangan, jangan berani-berani memegang amanah keuangan kalau kamu lemah di uang hati-hati dengan uang. Yang lemah dalam gengsi, hobi popularitas, riya' mungkin– dimasa ujian – akan menemukan orang yang terkesan tidak menghormatinya. Yang lidahnya tajam dan berbisa mungkin diuji dengan jebakan-jebakan berkomentar sebelum tabayun.Yang lemah dalam kejujuran mungkin selalu terjebak perkara yang membuat dia hanya `selamat' dengan berdusta lagi. Dan itu arti pembesaran bencana.

Kalau saja Abdullah bin Ubay bin Salul, nominator pemimpin Madinah (d/h Yatsrib) ikhlas menerima Islam sepenuh hati dan realistis bahwa dia tidak sekaliber Rasulullah SAW, niscaya tidak semalang itu nasibnya. Bukankah tokoh-tokoh Madinah makin tinggi dan terhormat, dunia dan akhirat dengan meletakkan diri mereka dibawah kepemimpinan Rasulullah SAW ? Ternyata banyak orang yang bukan hanya bakhil dengan harta yang ALLAH berikan, tetapi juga bakhil dengan ilmu, waktu, gagasan dan kesehatan yang seluruhnya akan menjadi beban tanggungjawab dan penyesalan.

Seni Membuat Alasan

Perlu kehati-hatian – sesudah syukur – karena kita hidup di masyarakat Da'wah dengan tingkat husnuzzhan yang sangat tinggi. Mereka yang cerdas tidak akan membodohi diri mereka sendiri dengan percaya kepada sangkaan baik orang kepada dirinya, sementara sang diri sangat faham bahwa ia tak berhak atas kemuliaan itu. Gemetar tubuh Abu Bakar RA bila disanjung. "Ya ALLAH, jadikan daku lebih baik dari yang mereka sangka, jangan hukum daku lantaran ucapan mereka dan ampuni daku karena ketidaktahuan mereka", demikian ujarnya lirih. Dimana posisi kita dari kebajikan Abu Bakr Shiddiq RA ? "Alangkah bodoh kamu, percaya kepada sangka baik orang kepadamu, padahal engkau tahu betapa diri jauh dari kebaikan itu", demikian kecaman Syaikh Harits Almuhasibi dan Ibnu Athai'Llah.

Diantara nikmat ALLAH ialah sitr (penutup) yang ALLAH berikan para hamba-Nya, sehingga aibnya tak dilihat orang. Namun pelamun selalu mengkhayal tanpa mau merubah diri. Demikian mereka yang memanfaatkan lapang hati komunitas da'wah tumbuh dan menjadi tua sebagai seniman maaf, "Afwan ya Akhi".

Tetapi ALLAH-lah Yang Memberi Mereka Karunia Besar

Kelengkapan Amal Jama'i tempat kita `menyumbangkan' karya kecil kita, memberikan arti bagi eksistensi ini. Kebersamaan ini telah melahirkan kebesaran bersama. Jangan kecilkan makna kesertaan amal jama'i kita, tanpa harus mengklaim telah berjasa kepada Islam dan da'wah. "Mereka membangkit-bangkitkan (jasa) keislaman mereka kepadamu. Katakan : `Janganlah bangkit-bangkitkan keislamanmu (sebagai sumbangan bagi kekuatan Islam, (sebaliknya hayatilah) bahwa ALLAH telah memberi kamu karunia besar dengan membimbing kamu ke arah Iman, jika kamu memang jujur" (Qs. 49;17).

ALLAH telah menggiring kita kepada keimanan dan da'wah. Ini adalah karunia besar. Sebaliknya, mereka yang merasa telah berjasa, lalu – karena ketidakpuasan yang lahir dari konsekwensi bergaul dengan manusia yang tidak maksum dan sempurna – menunggu musibah dan kegagalan, untuk kemudian mengatakan : "Nah, rasain !" Sepantasnya bayangkan, bagaimana rasanya bila saya tidak bersama kafilah kebahagiaan ini?.

Saling mendo'akan sesama ikhwah telah menjadi ciri kemuliaan pribadi mereka, terlebih doa dari jauh. Selain ikhlas dan cinta tak nampak motivasi lain bagi saudara yang berdoa itu. ALLAH akan mengabulkannya dan malaikat akan mengamininya, seraya berkata : "Untukmu pun hak seperti itu", seperti pesan Rasulullah SAW. Cukuplah kemuliaan ukhuwah dan jamaah bahwa para nabi dan syuhada iri kepada mereka yang saling mencintai, bukan didasari hubungan kekerabatan, semata-mata iman dan cinta fi'Llah.
Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu. sumber
Lengkapnya Klik DISINI

KISAH HIDUP CHOW YUN FAT ( Sangat Inspiratif !!! )

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Saat usianya 15 tahun, ayahnya sakit keras tak kunjung sembuh. Dia harus bekerja sebagai bellboy di sebuah hotel mewah. Tugasnya angkat tas dan barang tamu.

Seorang beri dia tips $1 dan terlihat oleh pimpinan. Dia pun dipanggil dan dipecat. Dia mengemis untuk tetap dipekerjakan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, tapi ditolak.

Hal tersebut membuatnya terpukul. Dia tidak mau pulang karena takut ibunya tahu. Saat itu ayahnya sudah meninggal. Kenangan saat menjadi bellboy terus diingatnya.
Dia melihat Rolls-Royce hitam terparkir di depan sebuah dealer. Dia mendatanginya dan ingin tahu apa yang ada di dalamnya. Lalu ia membuka pintu tersebut untuk mencoba duduk dan membayangkan sedang mengendarai mobil tersebut.
"Apa Yang Kamu Lakukan" Bentak Bos dealer tersebut.

"Tutup kembali pintu mobil itu. Orang seperti kamu tidak akan pernah merasakan duduk di dalam Rolls-Royce."

Hinaan tersebut sangat membekas dalam hatinya. Dia selalu mengingatnya. Benarkah dia tidak akan pernah dapat duduk di dalam Rolls-Royce? Setelah beberapa kali mencoba pekerjaan lain, dia akhirnya diterima di TVB.

Ia berperan utama di film The Bund pada tahun 1980an. Film ini sukses luar biasa dan karirnya melesat sebagai salah satu bintang paling sukses di Hongkong. Setelah itu film demi film pun dibintanginya.

Bahkan terakhir dia juga bermain di film-film Hollywood. Dia adalah Chow Yun Fat. Kini dia menjadi sangat kaya dan telah membeli 5 mobil mewah.

Dia berkata "Saya selalu mengajak ibu saya jalan-jalan keliling Hongkong dengan Rolls-royce itu"
Namun mobilnya satu per satu dijual karena merasa tidak nyaman memiliki banyak mobil.

"Pemborosan" katanya. "Saya sebenarnya lebih suka naik bis" ujarnya. Dia mewarisi sifat ibunya yang sedarhana dan tak mau bermewah mewah.

Ambisi membeli mobil itu, hanyalah karena ingin membuktikan pada bos dealer mobil yang mengatakan bahwa dia tidak bisa memiliki Rolls-Royce.

"Dulu saya rendah diri. Sekarang saya bisa katakan, kemewahan apa yang orang lain miliki pernah saya miliki" Katanya.

Moral Cerita : Perlakuan orang lain yang menyakitkan jangan jadikan dendam tapi motivasi untuk meraih sukses dan tidak menjadi sombong

"Indahnya Berbagi"

Share Artikel ini bila menurut anda bisa menginspirasi untuk orang lain !!!
----------------------------------------------------------------------------------------------

Lengkapnya Klik DISINI

TENTANG WAKTU !

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

 
Hal terpenting dari waktu adalah efek akumulasi dan Konsep Penggandaan
Setiap kali ada pergantian tahun seperti sekarang, saya selalu membangunkan kembali kesadaran saya tentang waktu dan cara merasakannya. Cara setiap orang merasakan waktu berbeda karena "satuan waktu" yang mereka gunakan juga berbeda. Itu lahir dari falsafah hidup yang juga berbeda. Jika kita memaknai hidup sebagai pertanggungjawaban, maka waktu adalah masa kerja. Waktu adalah kehidupan itu sendiri.

Orang-orang beriman membagi waktu - seperti juga hidup – ke dalam waktu dunia dan waktu akhirat. Itu 2 sistem waktu yang sama sekali berbeda. Waktu dunia adalah waktu kerja. Waktu akhirat adalah waktu pertanggungjawaban dan pembalasan atas nilai waktu kerja di dunia. Waktu kerja di dunia mengharuskan kita memaknai setiap satuan waktu sebagai satuan kerja. 1 unit waktu harus sama dengan 1 unit amal. Persamaan itu, 1 unit waktu sama dengan 1 unit kerja, membuat hidup kita jadi padat sepadat-padatnya, nilai waktu terletak pd isinya, kerja!

Tidak ada hal yang paling tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam hidup orang beriman selain waktu luang. Itu hidup yang tidak terencana. Waktu luang lahir dari pikiran dan jiwa yang kosong, yang tidak punya daftar pekerjaan yang harus dieksekusi. Hidup mereka longgar tak bernas. Mereka yang punya daftar pekerjaan utk dieksekusi menempatkan waktu sebagai sumber daya tak tergantikan. Karena itu tidak boleh lewat tanpa nilai.

Efek waktu adalah akumulasi

Menyadari waktu adalah menyadari efeknya dan efek terpenting dari waktu adalah efek akumulasi. Sesuatu tidak terjadi seketika tapi bertahap. Akumulasi dari tindakan yang sama yang kita lakukan secara berulang2 akan menjadi karakter pada skala individu. Akumulasi dari karakter individu selanjutnya menjadi budaya dalam skala masyarakat. Akumulasi itu terjadi dalam rentang waktu tertentu. Akumulasi budaya dari berbagai kelompok masyarakat dalam rentang waktu tertentu itulah yang berkembang menjadi peradaban. Karena efek akumulasi sebuah peradaban tidak bisa bangkit seketika atau runtuh seketika. Ada faktor-faktor yang mempengaruhinya secara akumlatif.

Masyarakat bangkit melalui akumulasi kontribusi. Produktivitas individu-individu di dalamnya berupa karakter dan ide yang membentuk budaya mereka. Begitu juga keruntuhan sebuah masyarakat, itu akumulasi karakter dan ide destruktif individu-individunya yang membentuk budaya keruntuhannya.

Contoh lain adalah kesehatan. Kualitas kesehatan fisik dan mental kita di atas usia 40 tahun adalah akumulasi dari pola hidup sehari-hari kita. Sebagian besar penyakit yang kita alami di atas usia 40 tahun itu adalah akumulasi ketidakseimbangan pola hidup yang berlangsung lama. Begitu juga dengan struktur pengetahuan kita, itu adalah akumulasi ilmu yang kita peroleh sehari-hari melalui bacaan dan media belajar lain.

Usia membuat orang lebih arif karena ia mengalami akumulasi pengetahuan. Tehnologi hari ini adalah akumulasi tehnologi kemarin. Karena itu Nabi Muhammad saw mengatakan "Jangan pernah meremehkan kebajikan sekecil apa pun itu". Itu karena sifat akumulasinya. Beliau juga mengatakan "Amal yang paling baik dan paling dicintai Allah adalah yang berkelanjutan walaupun hanya sedikit". Itu akumulasi. Kebajikan kecil-kecil yang kita lakukan secara terus-menerus menunjukkan perhatian dan konsistensi serta keterlibatan emosi yang dalam. Nilai-nilai emosi yang menyertai amal itu hanya bisa dilihat dalam rentang waktu. Karena itu, waktu jadi alat uji iman dan karakter yang efektif.

Sisi negatif manusia juga akumulatif. Dosa yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi karakter dan selanjutnya memenuhi ruang hati manusia. Dosa yang telah jadi karakter tidak akan menyisakan ruang bagi dorongan kebajikan dalam diri seseorang. Allah akhirnya mengunci hatinya. Akumulasi dosa yang menjadi karakter menutup mata hati seseorang. Ada tabir yang menghalagi mata dan telinganya utk melihat kebenaran. Akumulasi itulah yang sebenarnya banyak menipu manusia pendosa karena terjadi secara perlahan dan tidak disadari oleh pelaku. Terlalu halus.

Karena efek akumulasi itu, maka sifat-sifat terpuji yang paling banyak berhubungan dengan waktu adalah kesabaran dan ketekunan. Tidak ada prestasi besar yang bisa kita raih dalam hidup tanpa kesabaran dan ketekunan yang panjang, sebab semua perlu waktu yang lama. Kecerdasan yang tidak disertai kesabaran dan ketekunan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Itu ciri orang cerdas yang tidak produktif. Itu sebabnya mengapa di antara semua sifat yang paling terulang dalam Qur'an adalah sabar. Termasuk hubungan dengan waktu dalam surat Al 'Ashr.

Kesabaran dan ketekunan adalah sifat utama yang melekat pada orang-orang besar, baik dalam dunia militer, bisnis, ekademik atau politik. Kesabaran dan ketekunan juga merupakan sifat dasar kepemimpinan, karena mereka harus memikul beban berat dalam jangka waktu yang lama. Kesabaran dan ketekunan adalah indikator kekuatan kepribadian seseorang. Artinya ia punya tekad yang takkan terkalahkan oleh rintangan.

Efek akumulasi juga mengajarkan kita untuk berpikir secaraO sekuensial. Berurut mengikuti deret ukur waktu. Itu strategic thinking. Kemampuan berpikir sekuensial adalah bagian dari kemampuan berpikir strategis yang diajarkan oleh kesadaran akan waktu. Efeknya besar! Kemampuan berpikir sekuensial terutama diperlukan saat kita membaca sejarah dan berbagai fenomena sosial politik. Juga dalam perencanaan.

Konsep Penggandaan

Sebagai sumber daya waktu sangat terbatas, orang-orang produktif pasti selalu merasa bahwa waktu mereka terlalu sedikit dibanding rencana amal mereka. Umat Muhammad saw juga mempunyai umur masa kerja yang jauh lebih pendek dari umat-umat terdahulu, untuk sebuah hikmah Ilahiyah yang kita tidak tahu. Jadi harus ada cara mengatasi keterbatasan itu. Untuk itulah Islam memperkenalkan makna efesiensi melalui konsep penggandaan.

Kita menggunakan waktu yang sama untuk sholat 5 waktu secara jamaah atau sendiri, tapi mendapatkan pahala yang berbeda. Waktu sama pahala beda. Waktu yang sama dengan pahala yang berbeda adalah inti dari konsep penggandaan. Ini menciptakan perbedaan mencolok dan mengatasi keterbatasan. Konsep penggandaan ini bisa mengubah persamaan dari sblmnya 1 unit waktu sama dengan 1 unit amal menjadi 1 unit waktu sama dengan beberapa unit amal. Ajaran tentang amal jariah, sedekah jariyah, ilmu yang diajarkan, anak sholeh yang terus mendoakan, juga penerapan lain dari konsep penggandaan.

Konsep penggandaan bukan saja mengajarkan bagaimana mengatasi keterbatasan sumber daya tapi juga bagaimana memaksimalkan sumber daya yang terbatas itu. Konsep penggandaan bukan saja mengajar bagaimana mengatasi keterbatasan sumberdaya, tapi juga bagaimana melipatgandakan hasil dari sedikit sumber daya. Seseorang bisa hidup lebih lama dari umurnya dengan konsep penggandaan itu. Caranya dengan menciptakan amal yang dampaknya lebih lama dari umur kita.

Seperti individu, masyarakat juga punya umur. Peradaban juga punya umur. Umur masyarakat ditentukan oleh akumulasi umur individu. Umur sosial menjadi panjang jika banyak individunya melakukan kerja-kerja penggandaan. Salah satunya adalah pewarisan ilmu pengetahuan.

Umur peradaban juga begitu. Peradaban barat moderen dibangun pertama kali oleh spanyol dan portugis, lalu inggris dan prancis, lalu AS. Epicentrum sebuah peradaban berpindah dari 1 masyarakat ke yang lain, begitu umur sosial masyarakat itu habis. Walaupun secara fisik tetap ada. Seperti Barat, peradaban Islam juga dipikul banyak suku bangsa. Mulanya Arab, lalu Persia, lalu Afrika, lalu Turki, lalu Mongol dst. Akumulasi umur sosial dari suku bangsa itu menentukan panjang pendeknya umur peradaban. Makin banyak yang memikulnya makin panjang umurnya.

Muhammad Anis Matta

Lengkapnya Klik DISINI

IRAN (SYIAH) DITELANJANGI HABIS OLEH WARGANYA SENDIRI,,,,,,,,,

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

INDONESIAKU BELAJARLAH TENTANG SIAPA NEGARA IRAN. SYIAH DIPERMALUKAN OLEH SEORANG PENYAIR. Selamatkanlah Indonesiaku dari BAHAYA LATEN SYIAH LAKNATULLAH,,,,

Harap dibaca sampai selesai :
إعدام الشاعر الشيعي العراقي أحمد النعيمي صاحب قصيدة "نحن شعب لا يستحي". قصيدة التي أحدثت ضجة كبيرة وزلزالاً في إران. حنان عبد الهادي نشر في فيتو يوم
27 - 12 – 2015
 
Eksekusi Penyair Syi’ah Irak ternama Ahmad Nu’aimi, pemilik Sya’ir yang berjudul

“KITA BANGSA YANG TAK PUNYA MALU”

Sya’ir yang berhasil membuat heboh bangsa iran.
Reporter Hanan Abdul Hadi baru baru ini (27-12-2015) melaporkan.
Berikut kami sajikan sya’ir bersama terjemahannya :
نحن شعب لا يستحي Kita bangsa yang tak punya malu
حقائق تاريخية يجب أن لا تنسى Fakta-fakta sejarah yang tak boleh di lupakan
من الذي فتح الشام والعراق وفارس؟ عمر بن الخطاب (سني)
Siapakah yang menaklukkan Syam, Irak dan Persia? Umar bin Khattab (Sunny)
من الذي فتح بلاد السند والهند وما وراء النهرين؟ محمد بن القاسم (سني)
Siapakah yang telah membuka negeri sindi, india dan negeri-negeri di sekitar sungai oxus (Uzbekistan, Kazakhstan, Tajikistan dan Turkmenistan.)? Muhammad bin Al-Qasim (Sunny)
من الذي فتح شمال إفريقيا؟
قتيبة بن مسلم الباهلي (سني)
Siapakah yang mengekspansi Afrika Utara? Qutaibah bin Muslim Al-Bahily (Sunny)
من الذي فتح الأندلس؟ طارق بن زياد (سني) وموسى بن نصير (سني)
Siapakah yang membuka Andalusia? Thariq bin Ziyad (Sunny) dan Musa bin Nushair (Sunny)
من الذي فتح القسطنطينية؟ محمد الفاتح (سني)
Siapa penakluk Konstantinovel? Muhammad Al-Fatih (Sunny)
من الذي فتح صقلية؟ أسد بن الفرات (سني)
Siapakah yang menaklukkan Sisilia? Asad bin Al-Furaat (Sunny)
من الذي أنشأ حضارة الأندلس وجعلها منارة علم؟ حكام الخلافة الأموية الثانية (أهل السنة)
Siapakah yang menciptakan peradaban di Andalusia dan menjadikannya pusat ilmu? Para khalifah umawiyyah yang ke dua (Sunny)
من الذي قاد المسلمين في حطين؟ صلاح الدين الأيوبي (سني)
Siapakah Panglima perang Kaum Muslimin pada peperangan Hittin? Shalahuddin Al-Ayyuby (Sunny)
من الذي قاد المسلمين في عين جالوت وهزم التتار؟ سيف الدين قطز (سني) وركن الدين بيبرس (سني)
Siapakah yang memimpin kaum muslimin pada peperangan A’in Jalut dan mengalahkan bangsa Tatar? Saifuddin Qutz (Sunny) dan Ruknuddin Baibars (Sunny)
من الذي كسر غرور إسبانيا بالريف المغربي؟ عبد الكريم الخطابي (سني)
Siapakah yang berhasil mematahkan kesombongan Spanyol di Negara Maroko? Abdul Karim Al-Khattaby (Sunny)
من الذي أجبر إيطاليا على إعادة حساباتها في ليبيا؟ عمر المختار (سني)
Siapakah yang memaksa Italia untuk memperhitungkan bangsa Libya? Umar Al-Mukhtar (Sunny)
وحديثا..
Dan terkini
من الذي قهر الروس في الشيشان وفتح مدينة غروزني؟ خطاب (سني)
Siapa yang mengusir Rusia dari bumi chechnya dan menaklukkan kota Grozny? Khattab (Sunny)
من الذي مرغ وجه الناتو في التراب بأفغانستان؟ (أهل السنة)
Siapa yang telah membungkamkan wajah NATO di Afghanistan? Ahlu Sunnah
من الذي أجبر الأمريكان على الخروج من العراق؟ (أهل السنة)
Siapa yang memaksa amerika untuk keluar meninggalkan Irak? Ahlu Sunnah
من الذي أقض مضاجع اليهود في فلسطين؟ أحمد ياسين (سني)
Siapa yang telah mengganggu tidurnya kaum yahudi di Palestina? Ahmad Yasin (Sunny)
لكن، ماذا نحن تركنا لأبنائنا من الشيعة في المقابل..؟؟!!!
Lalu, Jasa apa yang telah kita tinggalkan bagi anak cucu kita dari syi’ah sebagai imbalan??!!!
من الذي غدر بالحسين حين أخرجه ثم تخلى عنه في كربلاءة؟ المختار الثقفي (شيعي)
Siapa yang telah mengkhiyanati Al-Husein, membujuknya untuk keluar menuju kufah kemudian membelot darinya di karbala? Al-Mukhtar Ats-Tsaqafy (Syi’ah)
من الذي غدر بالخليفة العباسي الراضي بالله؟ البويهيون (شيعة)
Siapa yang mengkhiyanati khalifah Abbasiyah Al-Radhi billah? Kaum Buwaihy (syi’ah)
من الذي مكن للتتار دخول بغداد؟ ابن العلقمي (شيعي)
Siapa yang membuka jalan bagi bangsa Tatar masuk ke Baghdad? Ibnu Al-Alqamy (Syi’ah)
من الذي كان يزين لهولاكو سوء أعماله؟ نصير الطوسي (شيعي)
Siapa yang menganggap baik tindakan Hulagu Khan? Naseer Ath-Thusy (Syi’ah)
من الذي أعان التتار في هجومهم على الشام؟ (الشيعة)
Siapa yang membantu Tatar dalam penyerbuannya ke Syam? (Syi’ah)
من الذي حالف الفرنجة ضد المسلمين؟ الفاطميون (شيعة)
Siapakah yang bersekutu dengan prancis melawan kaum muslimin? Negara Fathimiyyah (Syi’ah)
من الذي غدر بالسلطان السلجوقي؟ طغرل بك البساسيري (شيعي)
Siapa yang mengkhianati kesulthanan Seljuk Raya (Syi’ah)
من الذي أعان الصليبيين على الاستيلاء على بيت المقدس؟ أحمد بن عطاء (شيعي)
Siapa yang membantu kaum salib menguasai Baitul Maqdis? Ahmad bin Atha’ (Syi’ah)
من الذي دبر لقتل صلاح الدين؟ كنز الدولة (شيعي)
Siapa yang mendalangi pembunuhan Sulthan Shalahuddin Al-Ayyuby? Kanzud daulah (Syi’ah)
من الذي استقبل هولاكو بالشام؟ كمال الدين بن بدر التفليسي(شيعي)
Siapa yang menyambut kedatangan Hulagu Khan di Syam? Kamaluddin bin badr Ath-Taflisy (Syi’ah)
من الذي سرق الحجر الأسود وقتل الحجيج في الحرم؟ أبو طاهر القرمطي
(شيعي)
Siapakah yang mencuri Hajar Aswad dan membantai jama’ah haji di Masjidil Haram? Abu Thahir Al-Qarmathy (Syi’ah)
من الذي ساعد محمد علي في هجومه على الشام؟ (الشيعة)
Siapa yang membantu Muhammad Aly dalam penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah)
من الذي ساعد نابليون في هجومه على الشام؟ (الشيعة)
Siapa yang membantu Napoleon Bonaparte dalam penyerangannya terhadap Syam? (Syi’ah)
وحديثاً.... Dan terkini
من الذي يهاجم المراكز الإسلامية باليمن؟ الحوثيون (شيعة)
Siapa yang menyerang Markaz-Markaz Islamiyah di yaman? Kaum Hutsi (Syi’ah)
من الذي بارك الغزو الأمريكي لبلاد العراق؟ السيستاني والحكيم (شيعة)
Siapa yang memberkati invasi Amerika atas Syam? As-Sistany & Al-Hakim (Syi’ah)
من الذي بارك الغزو الصليبي لبلاد أفغانستان؟ إيران (شيعة)
Siapa yang mengapresisi invasi salibis atas Afghanistan? Iran (Syi’ah)
من الذي يحارب الثورة السورية ببلاد الشام؟ إيرانيون وعراقيون وأفغان ومرتزقة آخرون (شيعة)
Siapa yang memerangi revolusi suria di Syam? Iran, Iraq, Afghan, dan mafia-mafia bayaran lainnya (Syi’ah)
من الذي قال نحن مع بورما في حربها على الإرهاب؟ نجاد (شيعي)
Siapakah yang berkata: “kami bersama Burma dalam memberantas terorisme”? Ahmadi Nejad (Syi’ah)
من الذي وقف مع النظام الفاسد بسوريا الذي يقصف الشعب ببراميل متفجرة بحجة قتال التكفيريين ثمّ يؤيد روسيا الملحدة في تدخلها في سوريا؟ خامنئي (شيعي)
Siapa yang berdiri bersama rezim Basyar di suria, yang telah membom rakyatnya dengan bom barel dengan dalih memerangi kelompok-kelompok ekstrimis, kemudian mendukung rusia ateis dalam intervensi suria? Aly Khaman’iy (Syi’ah)
على مر التاريخ لسان وأقلام الشيعة ضد الكفار بزعمهم وقلوبهم معهم...
بينما لسانهم وأقلامهم وسيوفهم في صدور المسلمين السنة...
هذا هو الغزو الفكري الحقيقي للسائل عنه.
ولو أردنا سرد جميع الحقائق لاحتاج الأمر لمجلدات..!!!
Sepanjang sejarah pena-pena syi’ah dipakai untuk melawan kaum kuffar dengan klaim yang mereka bangun, sedangkan hati-hati mereka bersama kaum kuffar…
Adapun lisan-lisan syi’ah dan pena-pena mereka begitu pula pedang-pedang mereka tertuju ke dada-dada kaum muslimin
Inilah perang pemikiran yang sebenarnya bagi yang bertanya
Jika kita mengurutkan fakta-fakta yang ada, maka hal itu membutuhkan berjilid jilid kertas
ألسنا من بايع الحسين ثم خنّاه؟
Bukankah kita yang membaiat Al Husain, lalu kita pula yang mengkhianatinya?
ألم تكن قلوبنا معه وبسيوفنا ذبحناه؟
Bukankah hati kita bersamanya, lalu mengapa pedang-pedang kita pula yang membunuhnya?
ألم نبكي الحسن بعد أن سممناه؟
Bukankah kita yang menangisi Al Hasan setelah kita meracunnya?
ألسنا من والى علي وفي صلاته طعناه؟
Bukankah kita yang mengangkat Ali menjadi khalifah? Lalu kita pula yang menusuknya dalam shalatnya!
ألسنا من عاهد عمر ثم غدرناه؟
Bukankah kita yang mengikat janji dengan Umar? Kita pula yang mengkhianatinya!
ألم ندعي حبه، وفي الصلاة لعّناه؟
Bukankah kita mengaku cinta padanya? Tetapi kita laknat pula ia dalam shalat kita
قسمًا!.. نحن شعب لا يستحي
Sungguh..! kita memang bangsa yang tak punya malu. !!
نحن قطاع الطرق وخونة الدار
Kita adalah para perampok dan pengkhianat di rumah sediri
نهدر دم المسلم ونهجم على الجار
Kita tumpah darah muslim lalu kita tuduhkan pada tetangga
نعتمر عمائم بيضاء وسوداء وما تحتهما عار
Kita kenakan sorban hitam dan putih Tetapi isinya tidak lebih dari sesuatu yang memalukan
والله نحن شعب لا يستحي
Demi Allah, kita memang bangsa yang tak punya malu.
نحن جيش القادسية وجيش القدس وجيش ام المعارك وجيش المهدي
Kita mengaku sebagai tentara Qadisiah dan Al-Quds, tentara Ummul Ma’rik dan Al Mahdi yang ditunggu
ونحن أيضًا أتباع الأعور الدجال
Tetapi kita juga adalah para pengikut Dajjal si mata satu !
نحن خدم الحسينيات والجوامع والمساجد والكنائس والملاهي والبارات
Kita ada para pelayanan husainiyat, jawami’, masjid dan gereja. Tetapi kita juga pelayan nigh club dan bar !
ونحن أيضًا أتباع الشيطان تحت السروال
Kita adalah para pengikut setan dalam urusan di balik celana
نحن شعب لا يستحي
Kita, memang bangsa yang tak punya malu !
قاتلنا إيران مع صدام
Kita perangi Iran bersama Saddam
وحاربنا مع إيران ضد صدام
Lalu bersama Iran kita habisi Saddam
بربكم هل رأيتم كهذا الحجم من الإنفصام
Demi Allah, pernahkah kalian menyaksikan paradok semacam ini?
نحن شعب لا يستحي
Kita, memang bangsa yang tak punya malu !
مبروك.... عراقنا أكبر حديقة حيوان بشرية حكومتها إيرانية تحكم قطعانًا عراقية"
Selamat…
Irak, kini adalah kebun binatang terbesar sedunia,
pemiliknya Iran dan binatang-binatangnya adalah Irak

#‎YAA‬ ALLAH BERIKANLAH KEMENANGAN KEPADA MUJAHID DIMEDAN JIHAD
SEMOGA ALLAH MENURUNKAN ADZAB KEPADA KAUM SYIAH DAN KAUM KUFFAR LAINNYA

AAMIIN AAMIIN YAA ROBBAL 'ALAMIIN

Note :
BC ini dilengkapi Foto beliau (sang penyair) dihukum gantung oleh rezim iran dan Ada Rekaman Audionya..
 
Lengkapnya Klik DISINI

MENYIKAPI CERCAAN DAN HINAAN....

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

Sesungguhnya kita akan mendapat pahala di karanakan kesabaran kita menghadapi cercaan dan hinaan itu.dan cercaan mereka itu pada dasarnya petanda bahwa kita memiliki harga dan drajat.

Sebab manusia tidak akan memandang bangkai anjing dan orang-orang yg tak berharga pastilah tak akan pernah terkena sasaran pendengki.

Artinya..manakala cercaan dan hinaan yg kita semakin pedas, maka semakin tinggi pula harga dan derajat kita.

"Mereka sekali-kali tidak akan dapat menbuat mudharat kepada kamu,selain dari gangguan -gangguan celaan saja.(Q.S ALI-IMRAN:111).

"DAN jangan lah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran)mereka dan jangan la kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan"(QS AN -nahl :127).

"Dan janganlah kamu hiraukqn gangguan -gangguan mereka dan bertawakalllah kepada ALLAH,dan cukup ALLAH sebagai pelindung (QS, AL-AHZAB:69).

Karena pendengki tidak akan pernah mengakui kebenaran yang kita lakukan.
Apapun kebaikan yang kita perbuat,dimata pendengki itu adalah suatu yg sangat menyakitkan baginya dan dia akan berusaha bagaimanapun juga untuk mencari cela bagaimana cara menghina,mencerca dan menjatukan harga diri/kehormatan kita di depan orang banyak (umum).

Sebelum dia berhasil menghasut orang -orang maka belum ada kepuasan dalam diri pendengki bahkan boleh dikatakan walaupun dia sudah berhasil menghasut orang-orang tetap aja tidak akan pernah ada kepuasan dalam diri si pendengki.

Karena hatinya penuh dengan bara demdam yang akan memakan jiwa dan raganya sendiri tampa disadari.

Seperti kata para penyair:
"Niscaya terhadap orang orang mulia itu selalu ada yg mendengki dan takkan kau jumpai orang -orang hina itu di dengki".

"Aku berjumpa dengan orang bodoh yang mencelaku kutinggalkan ia seraya berkata "aku tidak peduli" jika orang bodoh bicara, jangan kau timpali sebab sebaik - baik jawaban baginya adalah DIAM SERIBU BAHASA".

~Sastrawan barat mengatakan:
"Lakukan apa yang kau pandang benar dan palingkan punggungmu dari semua celaan dan kritikan yang tak berharga".

Ada beberapa hal yang perlu kita renungkan dan kita coba:

1. Jangan pernah menbalas cercaan atau olok-olokkan yang melukai hati kita !
Karena kesabaran kita dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya mengubur kehinaan.
- kesabaran sumber kemuliaan
- diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh.
- memaafkan adalah sumber dan tenaga untuk mencapai pahala dan Kemuliaan.

2.Ingatlah ! Separoh dari orang yang pernah mencercah atau menghina atau Mengkritik kita itu akan melupakan cercaan mereka, seperti tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan dan selebih nya tidak mengerti apa dan mengapa dia mencerca kita.

Maka dari itu jangan pernah cercaan mereka-mereka kita masukan kedalam hati dan jangan pula berusaha menbalas apa yang mereka katakan itu.

Sebab....tidak ada bedanya kita dengan mereka bila kita membalasnya..........

Semoga bermanfaat........

Lengkapnya Klik DISINI

Jiwa Kepeloporan Kader Dakwah

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!

hilmi_aminuddinAr-Riyaadah (jiwa kepeloporan) terbagi dalam tiga jenis, sebagai berikut:

Pertama, ar-riyaadah ruhiyah wal ma’nawiyah, kepeloporan dalam ruhiyah dan maknawiyah, dalam mentalitas dan moralitas. Kepeloporan ruhiyah dan maknawiyah ini akan mudah terlihat dalam mawaqif (sikap-sikap) ketika menghadapi aneka ragam tantangan, tuntutan pengorbanan dan resiko. Ia akan nampak dalam sikap-sikap yang tenang dan tidak gelisah karena memiliki mustaqrir nafsian wa fikrian, yakni tenang dan stabil secara kejiwaan dan pemikiran.

Di dalam situasi apa pun kader dakwah seharusnya tidak tergoyahkan oleh tantangan, resiko dan ancaman apa pun. Ar-riyaadah ruhiyah wal ma’nawiyah ini terbentuk oleh lima muwashafat (karakter) utama sebagaimana digambarkan oleh Ali bin Abi Thalib ra:
  1. al-khaufu minal Jalil, takut kepada Allah.
  2. al ‘amalu bit tanzil, beramal dengan selalu berpanduan pada al-Qur’an dan as-Sunnah.
  3. asy-syukru bil jazil, selalu bersyukur akan pemberian dari Allah yang demikian banyak dan tak terhitung—wa in ta’uddu ni’matallahi laa tuhsuha, kalau kita ingin menghitung-hitung nikmat dari Allah niscaya kita tidak akan sanggup menghitungnya.
  4. As-shabru bil qalil, bersabar ketika ada kekurangan fasilitas atau harapan yang belum terpenuhi, keinginan yang belum terealisasi, obsesi yang belum tercapai, situasi yang mungkin menyakitkan ataupun kondisi yang mungkin merugikan.
  5. Al-Isti’dad li yaumir rahil, bersiap diri untuk menghadapi akhirat. Kita hidup berjuang memang di dunia, tetapi orientasi hidup kita tetap harus akhirat.
Kedua, ar-riyaadah al fikriyah wal ‘ilmiyah, kepeloporan pemikiran dan ilmu. Kepeloporan dalam idealisme, ideologi, pemikiran, ide-ide dan juga keilmuan. Hal ini baru bisa terwujud bila kita selalu bersemangat untuk melaksanakan perintah Allah: Iqra, baca! Kita harus selalu bersemangat membaca, baik membaca Qur’an, Hadits, maupun surat kabar dan majalah, termasuk juga mampu membaca situasi dan kondisi masyarakat karena masyarakat merupakan lembaran-lembaran buku besar yang juga harus dibaca. Di dalamnya ada lembaran-lembaran yang terkait dengan keagamaan, mustawa tadayyun sya’bi atau tingkat religiusitas rakyat, juga lembaran-lembaran budaya, ekonomi, sosial, politik, dan lain sebagainya.

Semangat membaca merupakan hal penting bagi kita sebagai da’i dan da’iyah sehingga akan dapat mengambil posisi, langkah-langkah, dan ucapan-ucapan yang tepat sebagaimana bimbingan Rasulullah saw kepada kita, khaatibun naasa ‘alaa qadri uquulihim, bahwa ketika berbicara dengan orang lain harus disesuiakan dengan tingkat intelektualnya. Sabda Rasulullah saw lainnya yakni khaatibun naasa ‘alaa lughati qaumihim, berbicaralah kepada manusia kepada manusia sesuai dengan bahasa kaumnya. Selain itu sabda Rasulullah saw, anzilun naasa manazilahum, menempatkan seseorang yang kita ajak bicara sesuai dengan kedudukannya secara proporsional. Jangan direndahkan namun juga jangan diagung-agungkan atau dikultuskan melainkan tetap proporsional sesuai dengan posisinya.

Semangat membaca dan menuntut ilmu merupakan tuntunan rabbani dalam Al-Qur’an. Sehingga semangat untuk menambah ilmu merupakan salah satu bentuk kepeloporan yang harus dimiliki.

Ketiga, ar-riyaadah bid-da’wah wal harakah, kepeloporan dalam dakwah dan pergerakan. Kader dakwah harus selalu berada di barisan terdepan yang tidak harus terkait dengan jabatan tertentu. Jangan sampai baru akan berada di barisan depan bila diberi jabatan. Kita dapat mengambil ibrah dari peristiwa proses serah terima jabatan panglima dari Khalid bin Walid kepada Abu Ubaidah bin Jarrah ra di tengah medan pertempuran. Perintah Khalifah Umar bin Khaththab untuk melakukan serah terima jabatan panglima perang sangat mendadak, sehingga sempat memunculkan situasi gamang, tetapi kemudian menjadi sejuk setelah ada pernyataan Abu Ubaidah bin Jarrah, “Lau laa amra khaliifati amiiril mu’miniina ‘Umar ibnil Khaththab bi an akuuna ma’muuran ahabbu ilayya bi an akuuna aamiran.”, kalau saja bukan karena perintah Khalifah Umar bin Khaththab saya lebih suka jadi anak buah dibanding jadi pemimpin.

Oleh karena itu kita memahami bahwa wazhifah tanzhimiyah (tugas struktural) bukan tasyrif (kehormatan) melainkan taklif (beban), karena diperintah dan ditugaskan dan bukan karena mencari atau mengejarnya.

Sebaliknya Khalid pun dengan tenang menjawab: “Sekarang Anda pimpinan saya dan saya adalah prajurit, tetapi tolong izinkan saya menyelesaikan dulu satu pertempuran yang insya Allah akan memudahkan Anda nanti untuk memimpin.” Kata Abu Ubaidah, “Silahkan selesaikan pertempuran itu.” Maka setelah Khalid menyelesaikan pertempuran tersebut ia pun kemudian menyerahkan tugas-tugas sebagai panglima kepada penggantinya yang ditunjuk Umar yakni Abu Ubaidah bin Jarrah ra. [ ]copas

Lengkapnya Klik DISINI

Belajar Menyelesaikan Masalah dari Aisyah

Siapapun Anda yang datang berkunjung di Blog ini merupakan Inspirasi terbesar kami dalam berkarya untuk memberikan yang terbaik...Selamat Membaca...!!!


Ummul Mukninin ‘Aisyah tumbuh besar di rumah Rasulullah nan suci. Hal ini sungguh merupakan anugerah yang sangat besar, karena setiap orang yang dididik langsung oleh Rasulullah pada dasarnya akan menjadi guru dan sekolah yang fenomenal.

aisyahInilah yang benar-benar terjadi pada diri ibunda kita, ‘Aisyah. Nalar dan pemikirannya dipenuhi dengan konsepsi-konsepsi Islam. Tingkah laku dan sikap ‘Aisyah merupakan bentuk praktis dan implementasi dari konsep-konsep Islam. Maka tidak masuk akal jika ‘Aisyah melakukan suatu perbuatan yang menyalahi pemikiran, konsepsi dan tingkah laku yang sudah mendarah daging pada diri dan akalnya.

Sikap seperti ini bukan hanya ada pada diri ‘Aisyah saja, melainkan adalah corak tingkah laku yang ada pada diri sahabat Rasul secara umum. Di situ ditemukan adanya keharmonisan luar biasa antara pikiran dan tingkah laku, yang jarang sekali bertolak belakang dengan Al Quran.

‘Aisyah yang suci -putri dari sahabat Nabi yang jujur- ditimpa musibah paling besar yang mungkin menimpa perempuan bermartabat sepertinya. Ia dituduh berbuat zina. Alangkah berat ujian yang ia terima. Tuduhan itu tidak hanya beredar di kalangan terbatas keluarga dan sahabat dekat, tetapi beredar ke masyarakat dan dibumbui dengan sejumlah propaganda yang licik.

Istri seorang Rasul yang sangat disegani sekaligus dicinta oleh ummat dituduh telah melakukan zina. Zina yang dipandang sebagai aib dan dosa besar bagi setiap perempuan, terlebih jika dilakukan oleh istri Nabi, maka hal tersebut sungguh menjadi suatu masalah dan ujian yang berat bagi ‘Aisyah. Hanya orang dengan kepribadian matang, tangguh dan cerdas seperti ‘Aisyah yang dapat menanggung ujian tersebut dan mampu menemukan solusi sehingga dapat melewati cobaan dengan baik.

Apa yang dilakukan ‘Aisyah menghadapi persoalan rumit ini? Bagaimana dia menghadapi, melawan, dan mengalahkannya?

Tentu wanita muslimah di jaman sekarang pun dapat mengambil hikmah, meneladani sikap dan tindakan ‘Aisyah ketika menghadapi masalah dan ujian yang dihadapinya.

Masalah dan Cara Menghadapinya

Sebelum membahas lebih lanjut tentang sikap dan cara-cara ‘Aisyah dalam menyelesaikan masalah, ada baiknya mengulas sedikit mengenai definisi masalah.

Manusia hidup tentu akan bertemu dengan masalah. Hal tersebut seperti bagian dari skenario yang ditentukan ‎​اَللّهُ baik untuk pembelajaran maupun untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya.

Masalah dapat didefinisikan sebagai perasaan atau kesadaran tentang adanya suatu kesulitan yang harus dilewati untuk mencapai tujuan. Masalah juga dapat diartikan sebagai kondisi disaat kita berbenturan dengan realitas yang tidak diinginkan.

Tanpa sadar kadang masalah yang datang dapat menyita pikiran kita. Disinilah diperlukan sikap dan pengetahuan agar dapat menghadapi masalah dan menemukan solusi yang tepat dan tentunya tidak semakin menjerumuskan kepada masalah lain. Dan yang lebih utama, bagaimana bersikap dan bertindak menghadapi masalah sesuai dengan petunjuk yang diberikan Allah.

Terkadang untuk menyelesaikan masalah butuh waktu, namun terkadang masalah dapat selesai dengan cepat. Bagaimanakah ibunda ‘Aisyah menghadapi persoalannya kala itu?

Persoalan yang dihadapi ‘Aisyah adalah berita bohong. Para kaum munafik menyebarluaskan isu tentang kasus perzinaan ‘Aisyah dengan Shafwan bin Mu’aththal. Ketika pulang dari sebuah peperangan, ‘Aisyah terlambat dari rombongan. Ia pulang diantar Shafwan dan menaiki untanya. Setelah itu isu tentang perzinaan ini pun menyebar luas, laksana api yang dengan cepat membakar rerumputan kering.

Persoalan ‘Aisyah kala itu ada dua hal, pertama, ‘Aisyah mendapati dirinya sendirian karena sudah ditinggal rombongan pasukan. Kedua, ketika isu ini beredar di luar, ia tidak mengetahui bahkan tidak terlintas di dalam pikirannya sama sekali. Lantas apakah yang dilakukan ‘Aisyah untuk menghadapi dua persoalan tersebut?

Sadar Bahwa Tengah Menghadapi Masalah

Harus diketahui bahwa sebuah persoalan tidak akan berarti jika orang yang tertimpa atau memiliki hubungan dengan persoalan tersebut tidak menyadarinya. Begitu pun dengan ‘Aisyah, ia sadar betul akan adanya masalah yang sedang dihadapi. Ketika kembali dari mencari kalung yang hilang dan mendapati rombongan pasukan sudah pergi meninggalkannya, ‘Aisyah sadar kalau ia sedang dalam masalah. Ini persoalan pertama.
Sedangkan terhadap persoalan kedua, dimana ia dituduh melakukan zina, ‘Aisyah segera merasa kalau sedang ada masalah ketika diberitahu Ummu Misthah tentang isu yang sedang beredar di masyarakat. Pada awalnya ‘Aisyah tidak merasakan hal itu. Maka ia heran atas celaan Ummu Misthah terhadap anaknya, dan ia pun membelanya karena Misthah termasuk salah satu sahabat yang ikut dalam perang badar.

Menjaga Emosi dan Tetap Tegar

Ibunda kita ‘Aisyah mampu menahan emosinya di saat menghadapi persoalan yang menimpanya. Padahal situasi yang ia alami kala itu sangat mencekam. Tertinggal sendirian oleh rombongan pasukan di medan perang. Dan ia pun tetap dapat mengontrol dirinya ketika mendengar isu yang sesungguhnya dapat membuatnya tertekan. Tentu saja ‘Aisyah kaget dan limbung atas isu-isu yang tersebar luas menyangkut dirinya. Namun meskipun begitu, ‘Aisyah tetap sabar karena mengingat firman Allah,

“Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (buatku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan. (Yusuf [12]:18)

Ketegaran hati yang dimiliki ‘Aisyah tercermin dengan selalu memohon perlindungan Allah melalui doa, shalat, zikir, berbaik sangka kepada Allah dan umat muslim yang terkait dengan isu tentang dirinya, serta mengharap datangnya kebaikan. Sisi keimanan secara umum juga sangat berpengaruh dalam hal ini, sehingga keimanan harus tetap dijaga pada setiap fase penyelesaian masalah.

Semua inilah yang dilakukan oleh ‘Aisyah. Meskipun isu-isu itu mampu membuat ‘Aisyah terpukul, tapi ia tetap tidak kehilangan akal sehat.

Terhadap persoalan pertama, ‘Aisyah menyimpulkan kalau rombongan pasukan memang sudah meninggalkannya, dan ia tertinggal sendirian. Hal ini membuat ‘Aisyah mengkhawatirkan diri sendiri kalau sampai meninggal dunia, mendapat musibah, atau mengalami tindak kekerasan. Sedangkan terhadap persoalan kedua, ‘Aisyah sudah menyimpulkan dan mengetahuinya. Isu yang beredar saat itu adalah ia dituduh berbuat zina. ‘Aisyah sudah memikirkan tuduhan tersebut dan konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.

Memikirkan Solusi

‘Aisyah memikirkan solusi yang mungkin berguna untuk menyelesaikan persoalannya. Yang terbersit dalam benak ‘Aisyah waktu itu adalah sejumlah hal berikut:

1.Menyusul rombongan pasukan. Tapi ia tidak memiliki kendaraan, sedang malam sudah gelap dan ia pun rasanya tidak mungkin berjalan sendirian

2.Tetap berada di tempat semula sambil bersembunyi

3.Pergi ke tempat lain

4.Menunggu di tempat semula dengan harapan rombongan pasukan atau sebagian mereka akan kembali lagi ke tempat itu. Sebab apabila rombongan tahu kalau ia tidak ada, tentu mereka akan segera kembali ke tempat semula untuk mencari.

5.Mencari seseorang yang mungkin tertinggal dari rombongan seperti yang ia alami, atau menunggu seseorang yang mengikuti rombongan pasukan dari jauh.

Sedangkan terhadap persoalan kedua, yang terbersit pada benak ‘Aisyah adalah;

1.Membela diri

2.Menyerahkan hal itu kepada Rasul, sementara ia tetap berada di rumahnya. Namun sepertinya ‘Aisyah melihat kalau Rasulullah terpengaruh dengan isu tersebut, di samping isunya sudah menyebar luas di masyarakat

3.Pulang ke rumah bapak ibunya, bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah

4.Menerapkan solusi paling tepat di antara solusi-solusi yang ada

Solusi

‘Aisyah memilih untuk tetap berada di tempat semula dengan harapan rombongan pasukan atau sebagian dari mereka kembali lagi untuk menjemput. Benar saja, Shafwan datang. Waktu itu, ‘Aisyah menyangka kalau Shafwan memang diutus rombongan untuk menjemputnya. Oleh karena itu, ‘Aisyah langsung menaiki unta Shafwan tanpa berbicara sedikit pun. Dan karena anggapan seperti ini juga, ‘Aisyah tidak pernah terbetik dalam pikirannya bakal ada isu-isu miring tentang dirinya. Sebab ia menyangka bahwa Shafwan memang diutus rombongan untuk mencari dan membawanya menyusul rombongan.

Sedangkan mengenai masalah tuduhan zina, ‘Aisyah meminta izin kepada Rasulullah untuk pulang ke rumah keluarganya. Sebab persoalan ini butuh kejelasan lebih lanjut selagi belum turun wahyu yang menjelaskannya. Selain itu, menghadapi persoalan semacam ini juga butuh kepala dingin agar bisa berpikir tenang. Kepulangan ‘Aisyah ke rumah orangtuanya mengandung banyak himah dan kecerdikan. Oleh karena itu, Rasul pun segera memenuhi keinginan ‘Aisyah tersebut. sumber

Lengkapnya Klik DISINI
Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......