Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Pengorbanan Atas Cinta

gambar google
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ( Q.S Ali Imran 3:31)”

Imam Ghazali mengibaratkan perjalanan kehidupan manusia di dunia ini layaknya musafir. Sesungguhnya sebagai seorang musafir, tentulah kehidupannya tidaklah kekal. Dia berjalan menuju sebuah tempat, dan dimana tempat itu adalah akhirat. Sedangkan waktu yang diperlukan dan digunakan relatif singkat. Akhirat itulah kehidupan yang sesungguhnya, karena tidak ada batas dan akhirnya. Maka, menurut Imam Ghazali manusia itu sungguhlah beruntung karena ia mampu menempatkan kehidupan akhirat  melebihi prioritas kehidupan di dunia layaknya musafir itu.

Sesungguhnya mengenal kehidupan akhirat menjadikan manusia cinta beramal shaleh dan berbuat kebajikan sesamanya serta tumbuh  rasa cinta yang mendalam kepada Rabb-Nya, Allah swt. Dalam mengarungi kehidupan, Imam Ghazali tidak menggunakan kata atau rasa “takut”. Tetapi, lebih pada cinta kepada Allah. Rasa takut membuat seseorang menjauh. Tetapi, rasa cinta membuat seseorang merasa selalu ingin dekat dengan Rabb-Nya. Kita akan memahami, bahwa manusia yang tekun beribadah berarti berkobar rasa cintanya  kepada sang pencipta , Allah swt. Semakin manusia mencintai Rabb-Nya, semakin ingin ia dekat dan bertemu dengan Rabb-Nya. Dan, demikian juga sebaliknya.

Jelaslah, kenapa menghadirkan cinta itu penting dalam berislam dan beriman.
Sesungguhnya, cinta selalu identik dengan perngorbanan. Dan, Cinta selalu berdampingan mesra dengan pilihan. Kehidupan dan cinta selalu menghadirkan pilihan yang membingungkan, seperti halnya kita memilih untuk taqwa dan ingkar kepada Allah swt. Tentunya dalam menentukan pilihan akan ada pengorbanan yang mesti kita lakukan.  Sejatinya, pengorbanan adalah harga yang harus kita bayar.

Kita tidak akan lupa bagaiman rasa cinta yang menghiasi keimanan para generasi sahabat. Bagaimana pergobanan cinta yang harus mereka bayar karena telah berimana kepada Allah, mengikuti ajaran yang telah di bawah oleh Baginda Rasulullah saw. Bagaimana seperti sejatinya pergorbanan Mush’ab bin Umair yang pada masa remajanya yang paling diidamkan oleh umumnya remaja yang hidup di masanya. Hidup berlimpah kekayaan, tampan, cerdas dimanjakan orangtua, diingin dan diidamkan oleh banyak perempuan serta dihargai oleh masyarakat di lingkungannya karena berasal dari keluarga terpandang dan banyak memberikan solusi dalam majelis-majelis.

Beberapa waktu setelah Mush’ab masuk Islam, dan pada satu kesempatan hadir dalam majelis Rasulullah saw bersama sahabat-sahabatnya, mereka menundukan dan memejamkan mata. Sebagian menangis haru melihat penampilan Mush’ab yang memakai jubah usang yang bertambal-tambal. Rasanya belum lama berselang ketika mereka melihat Mush’ab yang bagaikan bunga di taman, begitu cemerlang memikat dan menebarkan aroma  wewangian di sekitarnya. Tetapi, justru inilah yang memunculkan pujian Rasulullah saw atas dirinya, Rasulullah saw bersabda “ dahulu aku melihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbanginya dalam memperoleh kesenangan dari orangtuanya. Tetapi, semua itu ia tinggalkan karena cintanya pada Allah dan Rasul-Nya”.

Sungguh, begitu luar biasa pengorbanan atas cinta yang telah di lakukan Mush’ab bin Umair ra. Seandainya saja beliau memilih untuk hidup senang dan berada dalam keadaan yang berkelimpangan kemewahan tentu saja bisa ia dapatkan. Namun, semuanya ia korbankan karena lebih memilih kesenangan akhirat. Ia memilih atas dasar cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Salah satu contoh kisah indah akan pengorbanan cinta yang demikian indahnya.

Dan begitu banyaknya kisah pengorbanan atas dasar cinta dalam menuai keimanan kepada Allah.

Semoga kita termaksud menjadi hamba-hamba Allah yang senang memilih jalan pertemuan menuju Jannah-Nya. Amin.

“……Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (Q.S Al Baqarah 2:132)”

link 

0 Komentar:

Posting Komentar

Kehormatan buat kami jika selesai baca Anda beri komentar atas Artikel ini....tapi, Mohon Maaf kawan Komentarnya yang sopan ya....he..he..he..

Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......