Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Kepala

Seekor gorila jantan tampak mondar-mandir di antara anggota kelompoknya. Di situ, ada beberapa gorila betina, gorila jantan kecil, dan beberapa anak gorila yang mulai tumbuh besar.

Menariknya, di tengah kelompok itu, si gorila jantan kerap menghampiri sebuah cermin yang menjadi benda kebanggaannya. Setiapkali berada di depan cermin, si gorila jantan begitu betah berlama-lama karena bangga dengan sosok tubuh dan kepalanya yang besar.

“Ah, aku memang pemimpin yang hebat,” ucapnya sambil kedua tangannya memegang kepalanya yang tampak besar di bayangan cermin.

Tiap kali seusai bercermin, sang gorila mengumpulkan kelompoknya untuk mendapatkan semacam ‘arahan’ khusus. Di situlah, ia benar-benar merasa besar.

Suatu kali, sang gorila berkunjung ke kelompok beruang. Anggota kelompok beruang ini jauh lebih besar dari kelompok gorila. Dan menariknya, sang gorila menemukan cermin dalam kelompok itu.
“Boleh aku tatap cermin ini untuk melihat seperti apa wajahku?” tanya gorila ke pemimpin beruang. Dan, sang pemimpin beruang pun mempersilakan.

Agak lama sang gorila berdiri di depan cermin. Tapi, tetap saja bayangan dirinya tak berubah. Sang gorila terheran-heran karena bayangan dirinya di cermin si beruang agak aneh. Tubuhnya memang besar, tapi kepalanya kecil.

Saat itu, sang gorila tidak tahu apa sebabnya. Ia hanya bergumam dalam hati, “Ah, cermin rusak!”
Begitu pun ketika ia berada di kelompok macan tutul, ular sanca, buaya, dan beberapa hewan buas lain. Tetap saja, cermin di tempat mereka selalu menampakkan sebuah bayangan yang sama: tubuh besar, tapi kepala kecil.
**

Subjektivitas diri seseorang, terlebih lagi seorang pemimpin, biasanya ingin mendapatkan sebuah bayangan cermin sosial dari orang-orang di sekelilingnya bahwa ia seorang yang punya gagasan besar.

Sayangnya, subjektivitas itu kadang tidak diimbangi dengan objektivitas yang mungkin berbeda ketika bayangan berasal dari cermin sosial di luar kelompoknya.

Karena seorang pemimpin yang benar-benar bergagasan besar akan tetap mendapatkan pengakuan besar, walaupun berasal dari luar kelompoknya.

(muhammadnuh@eramusilm.com)

0 Komentar:

Posting Komentar

Kehormatan buat kami jika selesai baca Anda beri komentar atas Artikel ini....tapi, Mohon Maaf kawan Komentarnya yang sopan ya....he..he..he..

Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......