Assalamu Alaikum, Selamat datang Saudaraku. Semoga BLOG ini bermanfaat dan harapan kami agar Anda sering datang berkunjung. Wassalam. ==> YAHYA AYYASY <==

Cermin Nadir

kita tumbuh dalam ruang abadi
dalam kebersamaan yang tak hanya tawarkan bahagia

tapi juga membuat kita semakin dewasa

hingga

bagi kita meniti jalan sulit ini, terasa tak sendiri

 
kita saling tertawa
berbagi suka yang melintas

kita saling terharu

saat duka menyalami tanpa diduga

kita saling menopang

saat kau atau aku tersandung lalu jatuh

 
tanpa kita sadari,
kita makin serupa..

 
kita akhirnya menjadi cermin,
bayangnya mungkin maya

tapi intinya memberikan isyarat yang sama

tak pernah ada kebohongan

karena

aku adalah engkau

dan

engkau adalah aku

Saat kulihat pantulan wajahmu bernoda
cepat-cepat kubersihkan wajahku

khawatir wajahmu tercoreng karena pantulan buram dariku

tak mungkin aku salahkan bayangmu disana

karena kau cermin, yang hanya pantulkan burukku

belakangan
Kulihat, engkau muram

padahal disini aku tengah tersenyum lebar

lain waktu

kulihat lagi rautmu biasa saja

padahal disini aku sedang sangat berduka

tapi..

lagi-lagi

takmungkin aku salahkan engkau wahai cerminku..

teringat kembali khilafku barangkali pernah lupa menyertai saat bahagia dan tak turut andil mengokohkan pundak sedihmu

kulihat ada noda kembali di beberapa titik bayangmu
kucoba bersihkan apa yang aku bisa dari tubuhku

tetapi..

mengapa masih saja ada noda di seberang sana?

 
kuraba cermin bagian depanku.
berdebu.

 
bukan..bukan salah atas bagianmu wahai cerminku
Debu itu ada dibagian milikku

Aku lupa untuk bersihkan cermin kita

Cermin maya yang menjadi identitas kita

yang hanya akan ada

karena kita terikat dengan saling mendo’a

 
Kita menjadi cermin bukan karena harta, bukan karena kuasa, bukan pula karena rupa
Kita menjadi satu

karena muara cinta kita sama

Kau mencintai-NYa dan akupun mencintai-Nya

Saat frekuensi cinta kita sama

itulah saat dimana kita berpadu

 
Sedihnya
Saat aku atau kau tak lagi berada dalam gelombang cinta utama atas-Nya

Kita akan menjalani hari-hari berenergi besar

dengan,

kita butuh waktu untuk saling mengerti

butuh alasan untuk husnuzhan

butuh kata untuk menyelesaikan masalah

dan

butuh masa untuk menjadi lupa

 
kita memang dan tentu masih menjadi saudara
tapi kita tak mampu lagi menjadi cermin bagi satu dengan yang lainnya..

 
*Bantu aku kembali jika tak mampu lagi menjadi cermin bagimu barangkali karena frekuensi cintaku yang menjauh dari-Nya

**http://aisyahkecil.wordpress.com/2010/12/23/cermin-nadir/

0 Komentar:

Posting Komentar

Kehormatan buat kami jika selesai baca Anda beri komentar atas Artikel ini....tapi, Mohon Maaf kawan Komentarnya yang sopan ya....he..he..he..

Recent Post widget Inspirasi Rabbani

Menuju

Blog Tetangga

Blog Tetangga
Klik Gambar untuk Berkunjung

Luwuk Banggai SULTENG

Luwuk Banggai SULTENG
ebeeee......